Loading your location

Review Aladdin: Kisah Tentang Pencuri, Jin Biru dan Putri Cantik

By Ekowi24 Mei 2019

Salah satu produksi andalah Walt Disney Pictures tahun ini berjudul Aladdin ternyata tampil tak terduga. Menurut penulis, di tengah pesimisme soal faktor CGI dan Will Smith yang melakoni Genie, film ini bisa dikatakan sukses menghidupkan Aladdin ke versi live-action, dan memberikan pengalaman sinematik yang mengesankan.

Kisahnya sendiri tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan cerita aslinya, tentang seorang pencuri jalanan bernama Aladdin (Mena Massoud) yang membebaskan sesosok jin berwarna biru dari dalam sebuah lampu ajaib. Jin tersebut mampu mengabulkan tiga permintaan apapun untuk orang yang telah mengeluarkannya.

Aladdin awalnya bingung ingin minta apa kepada Genie. Namun, lantaran telah jatuh hati kepada seorang putri cantik bernama Jasmine (Naomi Scott), ia meminta kepada sang jin untuk mengubahnya menjadi seorang pangeran agar setara dan dapat menikahi pujaan hatinya tersebut. Rencana itu awalnya berjalan sangat lancar.

Hingga akhirnya Jafar (Marwan Kenzari), orang kepercayaan Sultan (Navid Negahban), mengetahui perihal jin tersebut. Ia menginginkan lampu ajaib itu agar dapat merebut kekuasaan sang Sultan, dan menggagalkan upaya Aladdin untuk menikahi Jasmine. Dan tak hanya berkuasa, dirinya juga ingin menjadi makhluk terkuat di muka bumi.

Setidaknya ada tiga hal yang membuat karya Guy Ritchie ini layak untuk ditonton. Pertama, Aladdin menyuguhkan musik yang dijamin bakal memanjakan telinga sobat nonton selama film berlangsung. Mulai dari lagu Ali Ababwa yang dibawakan Will Smith hingga A Whole New World yang ikonik dan fenomenal.

Kedua, menurut penulis, di tengah banyak kritikan yang dialamatkan padanya, Will Smith justru tampil paling cemerlang di film ini. Ia sukses mencuri perhatian lewat berbagai jokes, nyayian dan tarian yang ditampilkannya. Ya, aktingnya benar-benar bagus, dan CGI yang membalutnya saat melakoni Genie juga berhasil.

Ketiga, untuk ukuran film yang mengambil latar Baghdad di era 1703, film ini tampil penuh warna. Mulai dari desain produksi hingga kostum-kostum yang digunakan layak diacungi jempol. Mata sobat nonton dijamin bakal dimanjakan sepanjang film berlangsung. Terlebih para pemain, terutam aktris utama, membuatnya menjadi lebih indah.

Mampukah Aladdin menalukkan Jasmine dengan berpura-pura menjadi Pangeran? Berhasilkah Jafar mewujudkan hasrat jahatnya? Temukan jawabannya dalam Aladdin yang sedang tayang di seluruh bioskop Indonesia. Jangan lupa cek jadwalnya di sini ya!

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

NOW PLAYING

FAST & FURIOUS: HOBBS & SHAW
THE DIVINE FURY
47 METERS DOWN: UNCAGED
ANNA

COMING SOON

LORONG
ONCE UPON A TIME IN HOLLYWOOD
WESTLIFE: THE TWENTY TOUR LIVE IN DUBLIN
IT CHAPTER TWO