Loading your location

Review Eggnoid: Salah Satu Film Romantis Terbaik Tahun Ini

By Ekowi05 Desember 2019

Cinta, satu tema yang banyak diangkat dalam ragam versi. Mulai dari drama cinta menye-menye hingga cerita cinta yang dibalut dengan unsur manis dan pintar. Mulai dari yang bertemakan cinta monyet ala remaja hingga cinta sejati hingga ajal memisahkan. Cinta memang satu bahasa yang universal untuk mewakili perasaan kasih sayang yang lebih kepada seseorang. Tetapi, di dalam sebuah film, drama cinta ini masih merupakan satu tema yang tersegmentasi di banyak kalangan.

Ada yang mencintai satu film romantis dengan segala unsur melankolis yang berlebihan dan memaksa penontonnya untuk menitikkan air mata. Tetapi juga ada yang suka dengan penuturan dewasa dalam film romantis tersebut. Sah-sah saja, toh semua itu tergantung selera. Serta ada beberapa film romantis dengan balutan science fiction layaknya Eternal Sunshine of the Spotless Mind milik Michel Gondry ataupun Her karya Spike Jonze yang sukses besar menyentil hati para penontonnya dan bisa jadi film tersebut menjadi salah satu film romantis terbaik sepanjang masa.

Akhir tahun ini, rumah produksi Visinema Pictures merilis film berjudul Eggnoid: Cinta & Portal Waktu. Film drama berbalut fiksi ilmiah tersebut diadaptasi dari komik digital webtoon berjudul Eggnoid karya Archie The RedCat. Dalam versi webtoon, Eggnoid berhasil mendapatkan rating 9,75 dengan jumlah pembaca sekitar 4,2 juta dan disukai sebanyak 18,2 juta orang. Lalu apakah kisah tersebut juga berhasil kala diterjemahkan ke layar lebar?

Berteman dengan siapa saja memang adalah hal yang biasa. Namun, saat hubungan pertemanan tersebut terasa semakin dekat, terkadang menjadi sulit untuk menentukan, apakah ini sebuah teman, sahabat atau lebih dari itu? Ini yang terjadi pada Ran (Sheila Dara Aisha) dan Eggy (Morgan Oey) yang merupakan pasangan sahabat yang selalu ada dan saling mengisi satu sama lain. Dahulu mereka bukanlah siapa-siapa. Ran hanyalah sosok yang selalu hidup dengan kesepian. Tak ada yang tak sedih dalam bagian hidupnya. Namun, setelah pertemuannya dengan Eggy, hidup Ran jadi lebih berwarna. Yang dahulu kesepian dan penuh dengan kesedihan kini menjadi sosok yang lebih berwarna dan bahagia.

Sekali lagi, mereka hanyalah sahabat. Namun, siapa sangka pada akhirnya ada perasaan cinta yang datang tak teduga. Semuanya datang dari diam-diam, dibicarakan tanpa harus terang-terangan. Sayangnya, dunia mereka berbeda. Eggy adalah makhluk Eggnoid yang dikirim dari masa depan. Ia diberi aturan-aturan ketat oleh sang penciptanya. Namun, aturan ini tak berlaku, karena perasaan yang bernama cinta tadi. Siapa yang bisa menerka konsekuensinya kelak? Eggy yang harus kembali ke masa depan atau Ran yang kembali kesepian?

Jatuh cinta dengan makhluk futuristik? Iya, itulah yang terjadi di dalam film garapan Naya Anindita ini. Eggnoid: Cinta & Portal Waktu, sebuah film romantis dengan tema futuristik yang memiliki satu premis cerita yang benar- benar segar. Kisah cinta dengan penuh asam manis bukan berarti hanya bisa dilakukan oleh sepasang insan manusia yang saling jatuh cinta. Naya Anindita benar-benar bisa membuktikan bahwa manusia pun bisa jatuh cinta dengan makhluk dari masa depan dan menghasilkan satu kisah cinta yang akan membuat penontonnya merasakan setiap detil momen-nya.

Sang pembuat film rupanya benar-benar jenius dalam mengangkat kisah cinta yang berbeda dari biasanya ini menjadi satu rajutan kisah cinta yang begitu manis dan indah. Penonton mungkin akan terkoneksi dengan setiap peristiwa yang ada di film ini. Karena Naya Anindita selaku sutradara benar-benar bisa membangun atmosfir indah yang akan membuat penontonnya ikut tersenyum dan juga terenyuh dengan kisah cinta yang “tidak sempurna” milik pasangan Ran dan Eggy ini.

Film ini pun berhasil memberikan satu impresi tentang betapa terpuruknya seorang wanita yang sudah tidak lagi percaya dengan cinta dari sosok manusia. Bagaimana sebuah makhluk yang memiliki “sistem operasi” akan lebih bisa membahagiakan dirinya ketimbang manusia, tetapi tetap memberikan satu poin bahwa There’s nothing lasts forever. Bahkan, sosok “sistem operasi” ini pun lambat laun akan memberikan kekecewaan bagi pemiliknya. Karena pada akhirnya akan disadari bahwa cinta bukan hanya memberikan satu kebahagiaan dengan jangka waktu yang lama, tetapi juga memberikan kekecewaan yang akan membuat kita bertindak lebih dewasa. Tidak akan lagi jatuh ke lubang yang sama, tidak akan lagi terlalu mempercayakan cinta seutuhnya.

Mungkin terlihat sangat mengharu biru. Memang, ada beberapa adegan yang akan memainkan emosi penontonnya. Tetapi, bukan berarti hal tersebut akan menjadi satu sajian melankolis yang biasa-biasa saja. Bagaimana sang sutradara mengemasnya dengan begitu cerdas lah yang menjadikannya sajian yang berbeda dari kisah cinta pada umumnya. Naskah yang juga ditulis langsung oleh Naya bersama Indriani Agustina, Nurita Anandia, dan Yemima Krisantina ini pun juga amat well-written. Lihatlah setiap adegannya yang berisikan dialog-dialog romantis namun tidak dangkal. Cerdas, menusuk para penontonnya (apalagi yang sangat memiliki relasi dengan cerita film ini), bisa dikutip, dan tentunya menempel di otak.

Keindahan tak hanya berhenti di naskah dan bagaimana pengarahan milik Naya Anindita semata. Tetapi berlanjut dari segi teknis yang benar-benar mendukung kuatnya sisi romantis yang disajikan di film ini. Bagaimana sudut-sudut setting kota bisa ditangkap dengan indah dengan tone yang begitu poetic di setiap adegan. Satu bagian di mana adegan Ran dan Eggy menghabiskan waktu di rooftop dengan panorama kota sebagai background-nya ditangkap apik oleh Fahim Rauyan selaku Director of Photography.

Teknis mumpuni lainnya berada di departemen scoring yang digarap oleh Batutara Percussion. Kekuatan lain yang benar-benar mengangkat segala unsur indah di setiap cerita cinta Ran dan Eggy. Musik-musik yang melantun dengan tema futuristik berhasil digarap begitu baik dan menguatkan semua adegannya. Belum lagi, soundtrack yang diisi band Nidji berjudul Cinta & Portal Waktu yang terasa amat mewakili spirit filmnya dan dijamin akan terus menerus menempel di ingatan kita, begitupun dengan adegan-adegan yang diiringi oleh lagu tersebut.

Sekali lagi, Eggnoid: Cinta & Portal Waktu adalah sebuah drama romantis futuristik yang begitu original dan fresh di sinema Indonesia. Dengan pengarahan dan skenario yang cemerlang membuat drama romantis haru biru ini menjadi sajian yang begitu pintar, unik, dan tentunya romantis nan berkelas. Kisah cinta yang “tidak sempurna” ini menjadi satu presentasi sempurna dan mungkin bisa dinobatkan sebagai salah satu film romantis terbaik tahun ini.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

COMING SOON

HARD HIT
THE BOSS BABY: FAMILY BUSINESS
MALIK & ELSA
TALAK! TALAK! TALAK!