Loading your location

Review Imperfect: Karir, Cinta & Timbangan: Tontonan Berkualitas di Akhir Tahun

By Ekowi21 Desember 2019

Buat sobat nonton kaum hawa, pernahkah mendapat komentar basa basi seperti, “eh kok kamu gendutan?”, “ya ampun kurus kering banget kamu sekarang kayak anak kurang gizi”, “abis tanning yak? kok item banget sekarang”. Mungkin niatnya baik, hanya bercanda atau sekadar mencari bahan obrolan. Tapi, topik tentang body shaming seperti itu ternyata bukanlah hal yang pantas untuk dijadikan bahan perbincangan atau candaan. Dan lihatlah sekitar kita, bahwa momok sosial seperti tadi memang sedang menjamur belakangan ini.

Berkisah mengenai Rara (Jessica Mila) yang terlahir dengan gen gemuk dan kulit sawo matang, karena warisan sang ayah (Kiki Narendra). Sementara adiknya, Lulu (Yasmin Napper) mengikuti gen ibu mereka Debby (Karina Suwandi) yang merupakan mantan peragawati tahun 1990-an. Rara sendiri bekerja sebagai manajer riset di sebuah perusahaan kosmetik. Meski mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan sekitar, namun Rara mencintai pekerjaannya. Untunglah ada Dika (Reza Rahadian), kekasih yang mencintai Rara apa adanya. Suatu hari, muncul peluang bagi Rara untuk naik jabatan di kantor, tapi bos Rara yakni Kelvin (Dion Wiyoko) mengharuskan Rara mengubah total penampilannya jika ia mau mengemban tanggung jawab baru ini. Berhasilkan Rara membuktikan dirinya?

Sebagai seorang komika (maaf) minoritas, lagi-lagi karena kita memang gampang sekali me-label kelompok-kelompok etnis, Ernest Prakasa justru sangat beruntung. Bahwa konsep, yang paling dibutuhkan oleh seorang komedian, apalagi komika, untuk membentuk signature-nya, membuatnya dengan cepat melaju pesat. Kala yang lain butuh beberapa film untuk sampai ke pencapaian ini, Ernest sudah punya amunisi kuat sebagai pijakannya. Dan hebatnya, ia memang punya sensitivitas lebih di atas kejengahan seperti yang ia sampaikan lewat film pertamanya, Ngenest.

Lebih dari seorang komika, dan sekarang sineas, ia adalah seorang konseptor hebat yang merancang panggung permainannya dengan ketelitian lebih, termasuk dalam mengajak protege dan rekan-rekannya bergabung seperti sebuah penentuan blocking dalam pengaturan panggung bahkan sekelas Srimulat untuk meletakkan siapa menjadi apa di antara lead, supporting hingga sekadar penggembira yang padu buat melontarkan laugh bomb dan kejutan-kejutannya.

Kali ini dalam film terbarunya, Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan memang kedengaran sangat tidak komedi. Namun percayalah, film ini tetaplah ada dalam statusnya sebagai sebuah showcase komedik Ernest Prakasa, yang justru tampil berbeda dengan sematan konflik yang mendasari plot-nya sebagai fondasi kuat untuk bangunan komedi yang dibangunnya. Memoles stage-nya sebagai sarana bermain, Ernest pun tak main-main. Ada detil yang dihadirkan dalam penataan kamera Anggi Frisca yang menegaskan lapis latar tiap tokohnya termasuk karakter Jessica Mila yang jadi sentral penceritaan, juga detil tata artistik yang tetap membangun humor hingga kepentingan product placement-nya yang bisa tertutupi dengan rapi.

Sementara ranah karakter sempalan yang diisi komika seperti Kiky Saputri, Aci Resti, dan Neneng Wulandari juga diperkuat dengan satir kultur etnisnya yang sampai harus menyentil masalah-masalah sosial, tetap dengan tektok- tektok penuh canda yang muncul luarbiasa lucu seperti amunisi seorang komika kala beraksi di atas panggungnya, di samping karakter komikal lain yang dibawakan Asri Welas, yang meskipun klise, ia berhasil memberi sentuhan lebih bagi sebuah setup untuk kepentingan motivasi rekonsiliasi serta kaitan-kaitan yang punya relevansi tanpa harus lari kelewat jauh dari inti terkuatnya yakni soal penerimaan apa adanya terhadap diri sendiri. Selagi penyuntingan gambar Ryan Purwoko bermain luwes dengan invisible editing untuk menyambung sketsa-sketsanya menjadi sebuah kontinuitas padu bersama scoring Ifa Fachir dan Dimas Wibisana yang makin memberi rasa.

Di atasnya ada Reza Rahadian yang mungkin akan dianggap sebagian penonton kurang tergali karakternya. Tapi lihatlah lebih dalam, betapa karakter Dika di sini menjadi seolah ‘obat penenang’ terhadap eskalasi dramatis yang dihadirkan plot utamanya, sekaligus dipenuhi justifikasi hubungan lintas karakter yang punya motivasi kuat terhadap pilihannya. Lagipula tak gampang bagi seorang aktor dengan predikat ‘leading role’ untuk bisa menahan porsinya di batasan-batasan pendukung tanpa membayangi porsi karakter lain yang lebih besar. Ada kompromi-kompromi yang cukup terlihat, namun hal terbaiknya adalah chemistry begitu hangat yang berhasil terbentuk antara Reza dengan Jessica Mila.

Jadi, inilah kekuatan konsep yang digagas oleh Ernest Prakasa sebagai titik tengah semua bangunan plot dan karakternya. Lebih dari sekadar komika, Ernest menunjukkan dirinya adalah arsitek storytelling jempolan. Dengan elemen-elemen sedemikian kuat, ia hanya perlu memainkan porsinya dengan self-mocking style komedi khasnya. Dan pada akhirnya, konsep itu tak menjadikan film ini sebagai tontonan ecek-ecek di atas isu label dan stereotip yang diangkatnya, sekaligus membentuk tatanan dramatisasi yang melebur mulus dengan panggung komedinya. Membuat kita tertawa terpingkal-pingkal dengan mata basah karena berkali-kali dibelokkan ke sebuah kedekatan rasa yang digagas di atas sebuah kepekaan lebih atas hal-hal yang kita jumpai sehari-hari, bahkan membuat kita merindukan rumah dengan orang-orang terdekat sebagai inti terkuatnya. Mengingat kembali pilihan-pilihan yang selama ini tak kita sadari sebagai kebanggaan, atau justru kekecewaan bagi orang-orang terdekat kita.

Menyampaikan semuanya dengan luar biasa bijak, funny, heartfelt and engaging, Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan adalah tontonan bagus sebagai penutup sekaligus pembuka tahun. Sebuah humor yang sama sekali tak jatuh jadi stereotipikal. A kind of ultimate comedy that can make you laugh and weep at the same time, sambil tentunya tak pernah berhenti membuat kita melihat balik atas pilihan-pilihan kita selama ini.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

THE WITCH: PART 2. THE OTHER ONE
THE BLACK PHONE
JUGJUGG JEEYO
MADU MURNI

COMING SOON

BUKAN CINDERELLA
FORCE OF NATURE
THE SACRED RIANA 2: BLOODY MARY
BETWEEN US (2022)