Loading your location

Review Joker: Lahirnya Simbol Perlawanan Kota Gotham

By Ekowi07 Oktober 2019

Salah satu produk layar lebar paling dinanti tahun ini, Joker, tampil perkasa pada debutnya di box office AS minggu ini. Film terbaru Warner Bros. Pictures tersebut sukses membukukan keuntungan kotor sebesar $93,5 juta. Jumlah tersebut sudah cukup untuk membuat arahan Todd Phillips menduduki peringkat teratas mengungguli lawan-lawannya.

Menurut penulis, pencapaian tersebut amatlah wajar dan layak untuk diraih. Pasalnya, sebagai sebuah film mandiri, Joker menawarkan perspektif baru dalam melihat latar belakang sang badut musuh bebuyutan Batman tersebut. Dan jika banyak yang bilang bahwa sesuatu yang anyar ini belum pernah ada di film-film sebelumnya, itu memang benar adanya.

Setidaknya ada empat hal yang membuat film ini sangat menarik dan layak untuk ditonton. Pertama, sobat nonton akan menemui banyak hal baru, terutama yang berkaitan dengan latar belakang Joker. Mulai dari ibunya, pekerjaan sehari-harinya, tempat tinggalnya, lingkungan sekitarnya, hingga penyakit yang dideritanya. Dan itu semua adalah unsur-unsur yang pada akhirnya membentuk karakter sang badut yang selama ini dikenal banyak orang.

Kedua, perspektif baru yang penulis maksud di awal adalah soal bagaimana sosok Joker lahir karena ketidakadilan sistem yang belaku di kota Gotham dan sikap narsistik dirinya sendiri yang ingin dianggap penting alias bukan lelucon. Alhasil, ketika ia mulai bersuara serta melakukan perlawanan dengan cara yang kejam, banyak warga yang merasa sepemikiran dan senasibnya dengannya menganggap sang badut sebagai simbol perlawanan.

Kondisi tersebut jelas kontras dengan gambaran Joker yang dikenal selama ini. Terlebih ketidakadilan yang dilawan oleh sang badut berkaitan erat dengan apa yang dilakukan oleh Thomas Wayne (Brett Cullen), yang tidak lain adalah ayah dari Bruce Wayne alias Batman. Jadi, film ini justru memberi kesan bahwa Thomas adalah sosok kapitalis yang tidak peduli dengan rakyat kecil, sedangkan Joker merupakan pihak tertindas.

Ketiga, selain perspektif yang menarik tersebut, sang sutradara juga sukses menyuguhkan beberapa adegan maupun situasi menegangkan dan kejam khas Joker. Mulai dari yang dilakukan sang badut di dalam MRT hingga di sebuah acara talkshow yang sedang siaran langsung. Sobat nonton dijamin bakal dibuat terkejut serta tidak nyaman dengan sajian tersebut. Tidak percaya? Silakan nonton sendiri untuk membuktikannya.

Terakhir, yang tak kalah menarik dari itu semua adalah akting Joaquin Phoenix melakoni Joker. Aktor Her (2013) itu benar-benar menampilkan dimensi baru dan berbeda dalam membawakan penjahat ikonik tersebut. Menurur penulis, ia juga sukses memberikan diferensiasi Joker versi dirinya dengan aktor-aktor yang sebelumnya pernah bermain sebagai sang badut narsis dan jahat tersebut. Mulai dari postur tubuh, berat badan, raut muka, cara tertawa, hingga gesturnya saat berjalan dan menari. Dua jempol untuk akting Phoenix!!!

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

NOW PLAYING

KNIVES OUT
CHARLIE'S ANGELS
SI MANIS JEMBATAN ANCOL
WEATHERING WITH YOU

COMING SOON

THE OPERATIVE
A SCORE TO SETTLE
IP MAN 4: THE FINALE
IMPERFECT: KARIER, CINTA & TIMBANGAN