Loading your location

Review Kapal Goyang Kapten: Film Komedi dengan Setting Lokasi yang Indah

By Ekowi10 September 2019

Membuat film komedi jelas tidak mudah. Apalagi jika spesifik, khusus menyasar persoalan atau setting tertentu. Seperti namanya, Kapal Goyang Kapten seharusnya merupakan komedi dengan humor yang terfokus pada benda, peristiwa, dan orang-orang di sebuah kapal laut. Adegan pembukanya melakukan itu, menggelitik lewat parodi terhadap ragam ciri penumpang: Seorang karakter bernama Tiara, keluarga Burhan, pasangan suami-istri yang tengah berbulan madu, serta tiga orang mahasiswa.

Dikisahkan, beberapa karakter tadi, serta sang kapten kapal (Gomgom), dibajak oleh tiga orang amatiran (Daniel, Cakka, dan Bertus) di perairan Maluku. Sayangnya, pembajakan tersebut harus terusik, karena mereka semua malah terdampar di sebuah pulau kosong dan terpencil. Musibah ini terpaksa mempertemukan mereka dengan masalah-masalah baru karena minimnya pengetahuan bertahan hidup di alam liar. Sementara Tiara terus menyusun siasat-siasat untuk kabur dari ketiga pembajak tersebut.

Memang perlu usaha ekstra bagi duo penulis naskah, Muhadkly Acho dan Awwe dalam mengkreasi tiap adegannya. Humor yang menyusul kemudian, khususnya setelah pembajakan dimulai amatlah mengocok perut. Kapal Goyang Kapten begitu menaruh perhatian yang besar pada genre komedi yang diusungnya, sehingga unsur komedi tersebut menjadi genre utama yang berdiri utuh. Sedangkan unsur dramanya harus cukup puas menempati bangku cadangan dalam film ini. Mayoritas bentuk implementasi dari unsur drama justru dimanfaatkan untuk memperpanjang alur cerita.

Tidak lupa, sang sineas juga menyematkan kisah romansa sebagai bumbu penyegar. Tak lain agar wajah film ini dapat lebih terasa segar dan tidak membosankan karena hanya melulu berisi candaan semata. Dari segi alur penceritaan, film ini berkisah secara maju-mundur pada awalnya. Hanya sebatas agar penonton mengetahui latar belakang dari sejumlah peristiwa yang terjadi di kemudian waktu.

Visual yang dihadirkan dalam film ini begitu terbantu oleh setting yang indah. Kinerja sang sinematografer cukup memuaskan dalam membangun sudut-sudut keindahan dari kepulauan serta perairan setempat. Walaupun tidak banyak ciri khas yang cukup menjelaskan di mana sebenarnya lokasi yang digunakan dalam film ini. Kapal Goyang Kapten terasa hanya sekadar mengarahkan penonton awam agar semata-mata fokus mengikuti sisi komedinya, tanpa merasa perlu menjelaskan dengan baik setting lokasinya.

Raymond Handaya selaku sutradara pada akhirnya memberikan pilihan ending yang tidak biasa kepada para penonton. Penonton diajak meraba-raba tentang keputusan apa yang akan diambil oleh para karakternya. Para penonton juga dihadapkan pada kemungkinan-kemungkinan plot twist, kejutan, serta masih ada serangkaian materi komedi yang berpotensi untuk kembali menguras derai tawa dari penonton.

Kapal Goyang Kapten adalah sebuah film komedi yang menawarkan dan merespon kejadian kejadian yang tengah hits serta sindiran yang dekat dengan penonton. Film ini patut diacungi jempol karena memberikan variasi tokoh dari berbagai karakter, status, dan suku bangsa dalam sebuah setting yang terbatas. Hillarious!

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

NOW PLAYING

READY OR NOT
TOY STORY 4
BUMI MANUSIA
LORONG

COMING SOON

TAZZA: ONE EYED JACK
INEM PELAYAN SEXY NEW
KU TAK PERCAYA KAMU MATI
TEEN SPIRIT