Loading your location

Review Perempuan Tanah Jahanam: Penuh Kejutan dan Sulit Diprediksi

By Ekowi17 Oktober 2019

So, what is a ‘mindfuck’ in terms of movies? Kalau kita mengutip salah satu definisi yang rasanya paling tepat dari sebuah urban dictionary, ‘mindfuck’ bisa berarti: ‘It’s a cinematic technique that uses misdirection to lead to an ending that is at first glance completely unexpected or contradictory, but its coherent and reasonable given hindsight and careful observation of the clues presented’. Di satu sisi, penonton mungkin seakan menerima penjelasan endingnya dengan tuntas, tapi ketika ditelusuri kembali, tetap ada beberapa poin yang tidak sinkron. Sebagai penonton, mungkin kita bisa membicarakannya berulang-ulang, bumped in many different thoughts, dan ketika sobat nonton mencoba menghubungkan semua, that’s when your mind got really fucked. Bisa jadi kreatornya pun tak punya jawaban pasti. Or else, only God knows.

Dan membuat karya sinematis seperti itu bukanlah hal yang gampang. Tanpa harus membanding-bandingkan ke sineas luar, sinema Indonesia punya seorang Joko Anwar. Ia bisa halus ketika menulis skenario yang penuh punchlines, namun bisa juga kasar luar biasa. Tapi dalam karya-karya penyutradaraannya, meski awalnya hadir dengan Janji Joni (2005) yang informatif tanpa mencoba bermain-main dengan pikiran, namun di film-film selanjutnya seperti Kala (2007) dan Pintu Terlarang (2009), Joko sudah menunjukkan kegilaan yang sangat liar, yang mungkin belum pernah kita temukan di sineas-sineas lain. Sambung- menyambung dengan segaris clue atau hint yang bisa saja saling berhubungan atau bisa juga tidak. Terserah bagaimana penonton menyimpulkannya.

Tapi karya terbarunya, Perempuan Tanah Jahanam ini memang spesial dan layak ditunggu. Tak usah heran jika dari jauh-jauh hari sebelumnya, saat film ini masih memiliki judul awal Impetigore, banyak orang sudah menaruh atensinya pada proyek ini. Perempuan Tanah Jahanam sebenarnya tak jauh-jauh dari gaya Joko sebelumnya, meskipun digagas dengan pendekatan yang sedikit terasa berbeda. Dan Joko Anwar memang beruntung mendapatkan dukungan solid dari deretan nama-nama produser yang kualitas karya-karyanya sudah menjadi jaminan mutu, seperti Shanty Harmayn dan Tia Hasibuan.

Maya (Tara Basro) berusaha bertahan di kota tanpa keluarga. Hanya sahabat baiknya yang bernama Dini (Marissa Anita), yang bersama dirinya jatuh bangun mencoba memperbaiki hidup. Ketika Maya mendapatkan informasi bahwa dia mungkin memiliki harta warisan dari keluarga Maya yang kaya di sebuah desa, Maya dan Dini langsung ke sana tanpa menyadari bahaya yang menanti. Bahaya apakah itu? Oke, cukup sampai di situ. We won’t spoil you with any details.

Nanti dulu jika berbicara perkara plot, karena titel keren Perempuan Tanah Jahanam yang juga bisa punya beragam arti menurut pendapat sobat nonton, memang dirancang sebagai sebuah mindfuck movie ala Joko Anwar. It could be a new idiom, bisa juga hanya berupa gabungan dari tiga kata atau malah justru memiliki arti mendalam yang mindfuck seperti filmnya. Namun secara filmis, hampir seluruh bangunan produksinya digagas dengan konsep luar biasa. Dari production values ke penggarapan detail-detail kecil, ini sungguh tak main-main seperti film-film Joko lainnya yang bernuansa gritty.

And somehow, ketelitian dari tiap sisi yang tampak sangat jelas dalam Perempuan Tanah Jahanam tak akan mungkin menyisakan borok-borok filmis secara tak sengaja. Dari penggunaan bahasa daerah, dialog-dialog trashy serta beberapa mimik over tokoh utamanya yang diperankan dengan sangat intens oleh Tara Basro dan Marissa Anita, dua aktris paling menjanjikan dalam sinema kita belakangan ini, semua seakan merupakan rancangan dari permainan gila yang digelar oleh seorang Joko Anwar. Sebaris aktor pendukungnya seperti Christine Hakim, Asmara Abigail, dan Ario Bayu juga bermain tak kalah cemerlangnya. Khusus untuk Christine Hakim, sobat nonton dijamin akan terperangah dengan karakter yang dimainkannya di sini, karena karakter sejenis ini tak akan bisa ditemui di filmografinya yang sebelumnya.

Joko Anwar juga mengajak kita menjadi bagian dari kengerian misterius yang di-set di balik tampilan rindangnya hutan luas namun terkesan claustrophobic dengan property rumah kosong yang justru terasa sangat hidup dan “berisi”. Kerja kamera yang dibesut Ical Tanjung dengan teknik long shot dan terkadang handheld/shakycam juga membawa kita seakan ikut berpetualang mengikuti karakter Maya yang berlari ke sana kemari mengumpulkan puzzle, kadang tersesat, sekaligus bertahan hidup di tengah deskripsi kesadisan yang cukup gory. Sound design yang tergelar pun sangat luar biasa merekam detail-detail terkecil bunyi-bunyian alam bersama alunan musik penuh teror dari trio Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Tony Merle yang merupakan aset komposer terbaik sinema kita saat ini. Jangan lupa juga theme songnya yang semakin memberi kesan misterius berjudul Lagu Oh Kasih.

Pada akhirnya, sobat nonton boleh saja menebak-nebak labirin penuh kepingan puzzle dengan hint demi hint yang digelar Joko ke dalam twistnya yang cukup berlapis ini. Tentang siapa sebenarnya karakter-karakternya, apa motif-motif dari tiap twistnya, atau ke mana arah tiap adegan akan berlanjut secara unpredictable. Walaupun makin ke sini karya-karya Joko Anwar dianggap sebagian orang lebih linear dari karya-karya Joko Anwar di awal karirnya, namun hal ini sebenarnya tak perlu untuk dibanding-bandingkan.

Karena selagi Kala mengusung style noir di balik fantasi luar biasanya dan Pintu Terlarang malah lebih menyerupai gruesome arthouse yang serba cantik, Perempuan Tanah Jahanam digagas lebih ke arah gore-thriller-horror yang memuaskan selera sobat nonton terhadap film-film penuh pameran kesadisan dan suspense yang super-duper intens tanpa perlu mengobral jumpscares. Coba tonton lebih dari sekali, and just when you thought you’ve got it all, akan terus ada pertanyaan tak terjawab, dan di sanalah sebenarnya Joko sudah sukses menggempur permainan mindfuck-nya ke pikiran Anda. Now press play, feel the fear and let the games play on!

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

NOW PLAYING

THE MEDIUM
HALLOWEEN KILLS
NO TIME TO DIE
DON`T BREATHE 2

COMING SOON

PETER RABBIT 2: THE RUNAWAY
THE BOSS BABY: FAMILY BUSINESS
THE OUTPOST
PARADISE HILLS