Loading your location

Review Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Sajian Menghibur dan Sarat Makna

By Ekowi13 Desember 2019

Setiap manusia memiliki pertanyaan dalam hidupnya. Ada yang berhasil menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut, namun tidak sedikit pula yang sebaliknya. Sebenarnya, bukan karena semesta tidak memberikan jawaban, melainkan karena sebagian orang yang tidak menyadari jawaban tersebut. Pola pikir manusia yang sering memandang kehidupan hanya dari satu sisi, membuat mereka cenderung tidak menemukan arti kehidupan yang sesungguhnya. Tidak menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyannya.

Ray (Bio One) pada awalnya tinggal di sebuah panti asuhan, namun kehidupan di panti asuhan membuatnya tidak betah karena ulah penjaga panti yang semena-mena terhadap anak-anak panti. Akhirnya, Ray memutuskan untuk pergi dari panti asuhan tersebut. Setelah pergi dari panti, ia memulai kehidupan barunya di jalanan yang membuatnya terperosok menjadi seorang penjudi. Karena selalu menang berjudi, ia dikeroyok oleh preman-preman yang merasa dirugikan karena kedatangan Ray dan membuatnya dirawat di Rumah Sakit.

Setelah keluar dari rumah sakit, ia tinggal di salah satu rumah singgah ibu kota dan memiliki keluarga baru di sana. Namun setelah 3 tahun lamanya tinggal, Ray harus pergi. Setelah pergi dari rumah singgah, Ray menjadi pengamen jalanan dan berteman dengan Plee (Donny Alamsyah). Plee ternyata merencanakan sebuah pencurian hebat. Ray pun ikut dalam rencana Plee untuk mencuri berlian seribu karat yang dijaga ketat. Sayangnya Plee tertangkap dan dieksekusi mati. Ray pun kembali ke kota asalnya dan bekerja sebagai buruh kerja dan kemudian menjadi mandor.

Di kota asalnya, Ray bertemu dan menikah dengan Fitri (Anya Geraldine), seorang perempuan yang yatim-piatu pula seperti dirinya. Hidupnya kini jauh lebih baik. Ia memiliki istri yang dengan ikhlas melayani dirinya, serta pekerjaan yang sangat layak. Namun tidak lama, langit dengan kejam merampas kebahagiaan Ray. Istri Ray dan bayi yang dikandungnya meninggal. Kini Ray kembali mengutuk langit atas apa yang terjadi. Setelah itu Ray kembali ke ibu kota. Ray dengan bisnis imperiumnya yang menggurita merasa kehidupannya hampa dan kosong. Kini ia kaya, namun hidupnya tetap dipenuhi kehampaan.

Di penghujung umur Ray, Ray sakit-sakitan selama 6 tahun. Di penghujung umurnya itu pula Ray mendapat jawaban atas seluruh pertanyaan hidupnya dan mengetahui kebenaran bahwa apa yang telah ia lakukan selama ini berdampak bagi orang lain.

Rembulan Tenggelam di Wajahmu adalah sebuah kisah yang tidak hanya menghibur, tapi juga sarat akan makna dan pesan moral. Melalui tokoh utamanya, Ray, sang pembuat film secara tidak langsung ingin mengajarkan bagaimana cara kita menyikapi hidup dari sisi yang lebih baik. Banyak pelajaran tersurat maupun tersirat yang sejatinya bisa dikutip dari film ini. Melalui kata-katanya yang sangat dalam, Titien Wattimena selaku penulis skenario seolah menampar kita semua tentang kerasnya kehidupan. Didukung dengan banyak cerita yang menggambarkan masa kelam dan menyakitkan dari si tokoh utama, film ini benar-benar mampu mengubah sudut pandang manusia terhadap kehidupannya. Melalu film ini, kita tidak hanya merasa terhibur, tapi juga belajar. Belajar tentang banyak hal yang sangat berguna untuk membangun moral kita.

Meski banyak diselipi pesan moral, namun film ini ini tidak terkesan sok menggurui. Semua mengalir begitu saja sehingga akan mampu kita terima dan pahami dengan mudah. Sesekali juga membuat kita merenung, memunculkan niat untuk memperbaiki diri, dan menyadari semua ketidaksempurnaan dalam hidup kita. Selain itu, yang sangat penulis suka dari film ini adalah cara penuturan narasinya. Ya, meski film ini narasinya terkesan sangat padat, tapi sama sekali tidak membuat kita jenuh. Sang sutradara, Danial Rifki, berhasil mengantisipasi kebosanan kita dengan narasi indah yang ia gulirkan. Seperti misal: menggambarkan segala keadaan di sekitar dengan begitu detail, memunculkan setiap daya tariknya, dan hiruk pikuk di dalamnya. Terlebih saat sang pembuat film menggunakan setting waktu pada malam hari raya, terasa sekali keceriaan dan keramaian yang ada di dalamnya.

Kebiasaan memandang rembulan yang dilakukan oleh tokoh Ray di sini juga menjadi daya tarik tersendiri. Dan rupanya keberadaan rembulan di sini turut menjadi benang merah di ending-nya. Selain itu, film ini dengan detail menggambarkan fase kehidupan karakternya dari kecil hingga dewasa. Membuat film ini seakan mirip dengan biografi seseorang secara lengkap. Tapi meski begitu, kita tidak bisa menyebut ini membosankan. Justru penulis rasa upaya ini bisa membuat kita memiliki ikatan tersendiri dengan tokoh-tokohnya.

Selain itu, setiap tokoh di sini sangat berperan penting dalam melengkapi cerita dan saling terikat. Awalnya, kita mungkin akan menganggap banyak tokoh yang bermunculan adalah orang asing, dalam arti tidak memiliki hubungan dengan tokoh lain dan kejadian-kejadian sebelumnya. Tapi rupanya masing-masing tokoh tersebut ibarat mata rantai. Saling terikat dan berhubungan. Banyak cerita tentang masa lalu mereka yang perlahan muncul ke permukaan dan menggenapi kekosongan cerita secara utuh, lengkap, dan menyatu.

Secara keseluruhan, film ini merupakan film yang sarat akan makna filosofis. Tapi percayalah, ini sama sekali tidak membuat kita kewalahan dan mengernyitkan dahi. Justru kita bisa banyak belajar, terutama tentang makna kehidupan. Memaknai kehidupan dari sisi yang lebih terang. Seterang rembulan.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

NOW PLAYING

BEKAS RUMAH SAKIT
SUNSET DI PANTAI LOSARI
TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES: OUT OF THE SHADOWS

COMING SOON

ROH MATI PAKSA
TALAK! TALAK! TALAK!
EXTREME JOB
KAMEN RIDER REIWA: THE FIRST GENERATION