Loading your location

Review Suami Yang Menangis: Kisah Nyata Perjalanan Hidup Mendiang Ustad Arifin Ilham

By Ekowi10 September 2019

Seperti halnya kisah biografi seorang termashyur yang pernah kalian simak, maka pencapaian puncak sang tokoh tidaklah digapai dengan mudahnya. Ustad Arifin Ilham pun mengalami pengalaman pahit manis serupa dalam membangun karir serta reputasinya yang mengesankan sebagai seorang ustad. Dalam film ini diceritakan kisah hidup Ustad Arifin Ilham yang penuh perjuangan, mulai dari kehidupan masa kecilnya hingga ia berhasil menjadi seorang ulama yang hebat. Sebuah perjuangan yang penuh dengan air mata.

Tak hanya itu, dalam film ini juga diceritakan kejadian saat ia digigit ular yang akhirnya membuat dirinya koma berbulan-bulan. Setelah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan ini, ia sadar bahwa ini adalah titik awal bagi dirinya untuk mendekatkan diri dengan Tuhan.

Kisah nyata yang dialami Ustad Arifin Ilham tadi diparalelkan dengan kisah tentang keluarga Dahlan (Ariyo Wahab). Keluarga Dahlan awalnya memiliki kehidupan sulit, lalu diberi kekayaan yang cukup oleh Sang Pemberi Rezeki. Kemudian, dalam film ini disinggung bahwa ia pernah menyakiti istrinya. Ketika peristiwa itu terjadi, ia berbohong namun merasa sangat gelisah karena sangat bersalah.

Ya, Suami Yang Menangis tidaklah seperti film bergenre sejenis lainnnya yang banyak bermunculan di sinema Indonesia belakangan ini. Lantunan kisah (yang sebetulnya sarat pesan) disampaikan secara lembut tanpa pernah menjelma layaknya mimbar, apalagi berapi-api, malah memberi kesempatan bagi film ini untuk memiliki momen-momen dengan integritas dan pesonanya sendiri. Tim penulisnya rupanya betul-betul menggodok naskah dalam tingkat kematangan yang pas untuk kemudian disajikan oleh sang sutradara secara cantik. Memastikan telinga penonton tidak gatal lantaran dijejali dialog-dialog yang seakan memberi pencerahan.

Hal lain yang membuat film ini terasa menyedapkan ialah karena dipersenjatai performa kelas kampiun dari jajaran pemainnya. Dua jempol layak disematkan untuk tim kasting yang jeli memilih pemain. Ariyo Wahab sekali lagi menunjukkan kelasnya sebagai salah satu aktor berkualitas di Indonesia. Sosok Dahlan yang dikisahkan memiliki hidup penuh perjuangan diproyeksikannya secara tepat sasaran lewat akting penuh penjiwaan dengan ekspresi yang berbicara banyak, membuat penonton tidak kesulitan terkoneksi dengannya sampai-sampai turut berempati atas segala cobaan yang dideranya.

Begitu pula sang aktor utama, yakni Alvin Faiz (yang merupakan anak kandung dari Almarhum Ustad Arifin Ilham) yang secara timbre suara mendekati Almarhum. Coba sobat nonton pejamkan mata saat dia sedang berbicara di layar, dijamin terdengar sangat mirip! Ditinjau dari air muka pun sebelas dua belas, memiliki nilai akurasi yang tinggi, sehingga mudah untuk mempercayai bahwa Ustad Arifin Ilham lah yang tengah berlakon di layar, bukan anaknya. Yup, he’s that good!

Tentu, untuk sebuah film yang diformulasikan sebagai film biopik dengan kehebatan perjuangan, pengorbanan, dan cinta sejati di baliknya, Suami Yang Menangis membutuhkan satu kata kunci: emosi. Letak kesuksesan sebuah film pastinya bergantung pada seberapa jauh film tersebut mampu mempermainkan emosi penonton sedemikian rupa, dan film ini berhasil menyanggupinya. Sepanjang durasi yang mengalun, emosi dipompa nyaris tiada henti demi mengikuti jalinan kisah sarat konflik meliuk-liuk mengikuti naik turunnya perjuangan tokoh-tokoh dalam film ini untuk mencapai tatanan hidup yang lebih baik. Tidak ada pengkultusan di sini, sosok Arifin Ilham ditampilkan apa adanya bak manusia kebanyakan yang sarangnya lupa serta khilaf.

Dengan pola pengisahan semacam ini, para penggemar tontonan tearjerker tentu akan terbahagiakan. Bekal tissue yang disisipkan di kantong celana menjadi tidak sia-sia, malah sungguh membantu untuk mengusap air mata yang beberapa kali membasahi pipi. Bagusnya, skoring musik yang ditangani oleh Izhal Poby pun tidak kejam menghajar tanpa ampun, melainkan mengalun dengan halus yang justru efektif menebalkan sisi dramatis film ini. Membuat penonton semakin tidak berdaya untuk menjaga mata tetap kering, termasuk penonton yang pada awalnya meremehkan film ini lantaran alergi film reliji maupun bukan penggemar sosok Ustad Arifin Ilham.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

NOW PLAYING

AD ASTRA
IQRO - MY UNIVERSE
BOO!
TOY STORY 4

COMING SOON

SIN
HUSTLERS
INEM PELAYAN SEXY NEW
ABOMINABLE