Loading your location

Review Bad Boys for Life: Action Comedy dengan Rentetan Aksi Spektakuler

By Ekowi20 Januari 2020

Bukan rahasia lagi kalau akhir-akhir ini ada stagnansi tema yang melanda film-film Hollywood, yang kerap membuat mereka membongkar kembali resep-resep lama di banyak genre-nya. Genre buddy action comedy sendiri sebenarnya tak pernah mati, namun mungkin cukup lelah mencari inovasi baru seperti yang berhasil dibawa franchise reboot 21 Jump Street kemarin. Hal termudah yang bisa dilakukan adalah cukup dengan bongkar pasang lead baru. Dan sekarang, setelah menunggu lebih dari 16 tahun dari film terakhirnya, sambutlah Bad Boys for Life.

Seperti dalam film-film Bad Boys lainnya, penonton akan terhibur ketika melihat duo detektif Mike Lowrey dan Marcus Burnett beradu argumen dan memiliki pandangan yang berbeda. Mike Lowrey (Will Smith) ingin tetap bekerja sebagai seorang detektif, sedangkan Marcus Burnett (Martin Lawrence) ingin pensiun karena baru saja memiliki cucu dan merasa sudah lelah untuk mengemban pekerjaannya. Karena sudah tidak bersama Marcus, Mike kini ditugaskan untuk membimbing kelompok berisikan polisi-polisi muda yang disebut AMMO. Ia mendeskripsikan kelompok tersebut sebagai “sekelompok grup musik SMA yang memiliki senjata api”. Ternyata, Mike kini sedang diincar oleh seseorang yang ingin membunuhnya. Untuk bisa mencari tahu siapakah yang mengincar dirinya, Mike meminta partner lamanya tadi untuk memecahkan satu kasus terakhir bersama-sama.

Bad Boys for Life tentu saja masih akan memberikan banyak humor kasar dan jorok. Kegilaan menjadi sesuatu yang jamak terjadi dalam momen komedinya. Layaknya orang yang sedang teler oleh obat-obatan, komedi dalam film ini tidak akan malu-malu apalagi setengah-setengah. Semuanya hadir dalam taraf kegilaan tingkat maksimum tapi tentu saja masih tetap memperhatikan timing, sesuatu yang kadang tidak diperhatikan oleh film-film komedi sinting lain yang terus menerus menggeber leluconnya. Chemistry yang hadir antara Will Smith dan Martin Lawrence pun semakin kuat di sini. Keduanya sanggup menghadirkan sebuah bromance yang menarik sambil sesekali dipelintir jadi menjurus ke arah romance.

Martin Lawrence tentu saja masih amat lucu, tapi sama seperti film-film sebelumnya, bintang utama dalam sekuel ini tetaplah Will Smith. Selalu menyenangkan melihat aktor dengan fisik menjual dan mendefinisikan apa itu istilah "cool" seperti Smith bisa menggila dalam sebuah film buddy comedy seperti ini. Tapi tidak hanya itu, Smith menghadirkan hampir semua potensi yang ia miliki di sini. Dia terlihat seperti orang sinting demi komedinya, tapi ia juga mampu menjadi tough guy ala film-film aksi. Porsi drama jelas minim dan sengaja disimpan menjelang akhir film, tapi ia memberikan performa yang sangat baik saat filmnya menjurus ke arah sana.

Konfik yang hadir di antara Mike-Marcus dengan atasannya, Captain Howard (Joe Pantoliano) memang sama dengan film pendahulunya dan kita tidak bisa tidak, akan merasakan bahwa semua ini sudah pernah hadir sebelumnya, tapi toh penampilan hebat plus chemistry kuat mereka membuat kisah bromance ini tidak pernah terasa basi. Dan tak hanya itu, mereka sekaligus juga berhasil melakukan mocking terhadap trend sekuel Hollywood, sementara kepentingan terhadap sisi action-nya juga sama sekali tak tertinggal. Sama seperti dua film pertamanya, tetap ada ruang yang disisakan untuk menggempur adegan-adegan aksi seru yang berjalan sama menarik dengan laugh out loud comedy-nya. Di samping cara mereka menyempalkan tribute-tribute penuh spoof itu memang luarbiasa pintarnya. Bahkan beberapa comedic scene-nya jelas akan jadi referensi yang bakal diingat sampai kapanpun.

Meski premisnya tak lagi fresh, Bad Boys for Life sebenarnya sudah memenuhi satu syarat terpenting dalam sebuah buddy action comedy, yakni chemistry! Trio Chris Bremner, Peter Craig, dan Joe Carnahan yang menulis skripnya dapat membagi batasan karakter Mike-Marcus dengan baik untuk membiarkan keduanya saling mengisi dalam sebuah improvisasi komedi yang cukup meriah. Sementara supporting cast-nya juga mampu memberikan dukungan yang baik terhadap penampilan mereka. Bersama Paola Nunez dan Vanessa Hudgens yang secara fisik cukup bekerja menambah daya tarik jualannya, ada Charles Melton serta Alexander Ludwig yang sangat mencuri perhatian di tengah obrak-abrik tampilan mereka sebagai anggota AMMO. Namun penampilan paling cemerlang datang dari duet Jacob Scipio dan Kate del Castillo yang hadir sebagai karakter antagonis utama yang penuh dengan twist dan rahasia yang berhubungan dengan karakter Mike Lowrey di masa lalu.

Kelebihan lain dari Bad Boys for Life adalah klimaksnya. Sangat menghibur dengan sebuah rentetan adegan aksi yang spektakuler. Cukup sebanding dengan Bad Boys versi Michael Bay tentu saja. Tensinya tak pernah mengendor dan sajian mid-credit-scene yang hadir sukses memecah tawa dan menutup film ini dengan begitu memuaskan. Tidak bisa dihindari, berbagai pengulangannya memang sedikit mengurangi keasyikan, tapi ini adalah cara paling aman untuk menghadirkan sekuel yang memuaskan, toh banyak kelebihan di film sebelumnya yang berhasil dipertahankan di sini. Daripada mengambil jalan berbeda tapi malah jadi tidak maksimal, memang terkadang lebih baik mengulangi apa yang dipunya prekuelnya tapi dengan tetap menyadari semua itu atas nama nostalgia.

Inilah kehebatan dari produser kawakan Jerry Bruckheimer dalam membawa Bad Boys for Life memainkan genre mish-mash-nya, di mana semua elemen tadi itu bisa bersinergi kuat tanpa menenggelamkan satu sama lain. Bahwa baik komedi hingga aksi dan thriller menegangkan yang kerap menyentuh ranah kesadisan vulgar pun bisa berjalan beriringan saling menguatkan. Ini tentu sesuatu yang tak biasa.

So yes, dalam penekanan variasi-variasi baru untuk membangun sisi komedi dan aksinya, sekuel ini tetap bisa membuat kejutan-kejutannya tampil dengan sangat fresh bahkan melebihi instalmen sebelumnya. Playing on the same notes but with new variations, this one will make you scream and laugh so loud ’til you jump out your ass. Freakin’ hilarious!

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

NOW PLAYING

PARASITE
THE CLOSET
MR. ZOO
THE GENTLEMEN

COMING SOON

KKN DI DESA PENARI
EYES ON ME : THE MOVIE
THE BAD GUYS: REIGN OF CHAOS
MY SPY