Loading your location

Review Brahms: The Boy II : Kisah Boneka Misterius Penghuni Rumah Tua

By Ekowi19 Februari 2020

Sobat nonton masih ingat dengan horor berjudul The Boy yang rilis tahun 2016 lalu? Film yang dibintangi Lauran Cohan itu ternyata masih berlanjut lewat sebuah sekuel bertajuk Brahms: The Boy II. Angsuran kedua ini masih disutradarai oleh pengarah The Devil Inside (2012), William Brent Bell.

Brahms: The Boy II berkisah tentang Sebuah keluarga muda yang memutuskan pindah untuk memulai hidup baru. Celakanya, di rumah baru itu Liza (Katie Holmes) mendapati anaknya, Jude (Christopher Convery), berteman dengan boneka yang sangat mirip dengan manusia yang diberi nama Brahms. Sejak saat itu, satu per satu teror datang pasca Brahms berada di rumah mereka. Liza yang curiga mulai mencari tahu asal-usul boneka misterius tersebut.

Penulis awalnya sempat skeptis terhadap film ini, terutama terkait ceritanya. Pasalnya, sedikit sulit secara logika untuk menerima bahwa ada keluarga yang menyimpan boneka porcelain berwajah menyeramkan di sebuah rumah besar di tengah pedesaan. Namun menariknya, keraguan itu berangsur hilang seiring berjalannya waktu ketika mulai terungkap alasan Brahms: The Boy II hadir sebagai sekuel.

Untuk ukuran film horor, Brahms: The Boy II terbilang sukses dalam menciptakan rasa penasaran dan nuansa seram pada boneka tersebut. Yang pasti, hanya akan ada dua kemungkinan yang muncul, yakni Brahms adalah boneka yang diisi arwah jahat atau sebaliknya. Sobat nonton dijamin bakal terus diajak berpikir serta menebak-nebak makhluk apa yang sebenarnya berada dalam "teman" baru Jude itu.

Sobat nonton juga bakal diajak untuk menikmati beberapa kelucuan dan kecanggungan para karakter manusia di film ini dalam "menangani" boneka Brahms. Selain itu, tak seperti layar lebar horor kebanyakan, sobat bisa menemukan suasana yang penuh kasih dan sentuhan sayang di beberapa adegan yang dijamin akan membuat mata sobat sedikit berkaca-kaca.

Dan tak ketinggalan, layaknya film horor kebanyakan, Brahms: The Boy II memiliki cukup banyak kejutan yang mengagetkan penonton di bagian awal, dan ditutup dengan thriller mencekam yang menjadi klimaksnya. Namun begitu, film ini tidak menawarkan kengerian lewat jump scare serta penggunaan efek visual dan backsound yang berlebihan, melainkan dengan membangun cerita secara perlahan alias sabar.

Untuk lokasi, film ini hanya berkutat di sebuah rumah besar milik keluarga Heelshire. Dengan minimnya setting tempat, tentunya lebih mudah untuk sang sutradara membangun kesan klaustrofobik. William Brent Bell berhasil memanfaatkan setiap sudut ruang rumah itu guna menciptakan ketegangan dan kengerian yang cukup intens.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

NOW PLAYING

SEBELUM IBLIS MENJEMPUT: AYAT 2
SONIC THE HEDGEHOG
BUKU HARIANKU
THE CLOSET

COMING SOON

EYES ON ME : THE MOVIE
TALAK! TALAK! TALAK!
TEEN SPIRIT
THE MOTHER