Loading your location

Review Little Women: Drama Keluarga yang Penuh Rasa

By Ekowi08 Februari 2020

Salah satu film calon pemenang di ajang Oscar 2010 berjudul Little Women akhirnya tayang di Indonesia sejak Jum'at (7/02) kemarin. Disutradarai oleh pengarah Lady Bird (2017), Greta Gerwig, layar lebar ini merupakan adaptasi dari novel laris karya Louisa May Alcott dengan judul yang sama.

Ceritanya sendiri berkisah tentang kisah empat kakak beradik dari keluarga March, yakni Meg (Emma Watson), Amy (Florence Pugh), Beth (Eliza Scanlen), dengan Jo (Saoirse Ronan) sebagai sosok sentralnya. Mereka bertekad untuk menjalani hidup menurut keyakinan dan pilihan masing-masing.

Bagi penulis, Little Women versi Greta Gerwig adalah salah satu drama keluarga yang paling komplit. Gaya bercerita back and forth yang dipilih sang sutradara juga layak diacungi jempol sebagai pilihan yang cerdas. Pasalnya, hal tersebut sukses membuat film berdurasi 135 menit itu tidak menjemukan.

Ya, gaya bercerita maju mundur itu sukses menepis stigma bahwa drama keluarga cenderung membosankan. Bahkan menurut penulis, Little Women secara umum merupakan sajian cinematik yang sangat menyenangkan. Mulai dari ceritanya yang amat dekat dengan kehidupan keluarga, dialog-dialognya yang mendalam, hingga akting para aktornya yang brilian.

Harus diakui, penampilan para aktor di film ini layak pula diacungin jempol, dan menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Menurut penulis, mereka (terutama Saoirse Ronan) sukses membawakan karakter-karakter yang sejatinya sudah kuat menjadi lebih baik lagi. Akting mereka sebagai kakak beradik maupun keluarga sungguh believable.

Ya, chemistry mereka dijamin bakal membuat sobat nonton dapat merasakan begitu hangatnya keluarga March, serta merasa peduli dengan nasib masing-masing karakternya. Sobat seperti diajak masuk ke dalam kehidupan keluarga tersebut sehingga mampu merasakan apa yang mereka rasakan, dan ikut hanyut dalam kisahnya yang penuh tangis dan tawa.

Kisah Jo March tentu yang paling menarik. Bukan hanya soal ia sebagai saudara perempuan Meg, Amy, dan Beth, tetapi juga cerita cintanya. Menurut penulis, ia adalah contoh perempuan yang gigih dalam memperjuangkan cita-citanya. Namun lucunya, hal itu pula yang membuat romansanya sedikit lebih dinamis dan "seru" dibanding yang lain.

Seperti apa sesungguhnya kehidupan keluarga March? Apa sebenarnya cita-cita Meg, Jo, Amy, dan Beth? Bagaimana mereka memperjuangkan mimpi mereka masing-masing? Temukan jawabannya dalam Little Woman yang sedang tayang di bioskop seluru Indonesia. Jangan lupa cek jadwal tayangnya di sini ya!!!

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

NOW PLAYING

I AM MOTHER
KAJENG KLIWON
HITMAN: AGENT JUN
TITUS - MYSTERY OF THE ENYGMA

COMING SOON

THE INVISIBLE MAN
BRAHMS: THE BOY II
RIKI RHINO
THE CALL OF THE WILD