Loading your location

Review The Invinsible Man: Ketika yang Tak Terlihat Mampu Menyakiti

By Ekowi27 Februari 2020

Terjebak dalam percintaan yang diwarnai kekerasan dan mengekang dengan seorang ilmuwan jenius kaya raya bernama Adrian Griffin (Oliver Jackson-Cohen), Cecilia Kass (Elisabeth Moss) memutuskan kabur di suatu malam untuk bersembunyi. Ia dibantu oleh adik perempuannya, Emily Kass (Harriet Dyer), untuk tinggal sementara di rumah sahabat kecil mereka, James Lanier (Aldis Hodge).

Awalnya semua rencana mereka berjalan dengan lancar hingga muncul kabar kalau Adrian bunuh diri dan meninggalkan warisan dalam jumlah besar untuk Cecilia. Meski senang mendapat uang, tapi ia ragu kalau sang mantan kekasih sudah meninggal. Pasalnya, usai menerima warisan tersebut Cecilia mengalami banyak kejadian aneh yang tidak hanya mengancam nyawanya, tetapi juga orang-orang terdekat.

Ya, ada sosok tak kasat mata yang menyerang mereka. Namun ironisnya, tidak ada satupun orang percaya dengan hal itu. Cecilia berusaha membuktikan bahwa ia sedang diburu oleh seseorang yang tidak terlihat oleh siapapun. Sayangnya, alih-alih mendapat pertolongan, kewarasannya justru dipertanyakan. Terlebih ada satu kejadian yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit jiwa.

Kisah di atas tersaji dalam produksi terbaru Universal Pictures berjudul The Invisible Man. Ditangani oleh sutradara Upgrade (2018) serta Insidious: Chapter 3, Leigh Whannell, film ini horror-thriller ini memiliki unsur ketegangan yang luar biasa intens. Bahkan, menurut penulis, Whannell telah menyuguhkan hal tersebut secara konsisten sejak awal sampai akhir.

Itulah kekuatan utama The Invisible Man. Sobat nonton dijamin bakal disajikan banyak adegan yang mampu membuat duduk serta pikiran di bioskop tak lagi nyaman. Menariknya, hal tersebut sudah bisa sobat rasakan sebelum sosok tak kasat mata itu muncul. Dalam hal ini, menurut penulis, Whannell sukses menanamkan asumsi di benak penontonnya bahwa Adrian Griffin adalah karakter yang kejam.

Ketika sosok tak kasat mata tersebut muncul, kengerian dan ketegangan film ini terus mengalami eskalasi. Pasalnya, kehadiran sosok itu terasa amat nyata. Pujian khusus layak diberikan kepada sang sutradara dan cameraman yang benar-benar mampu memainkan kamera dan memanfaatkan setiap sudut lokasi syuting dengan cerdas dan maksimal dalam menciptakan The Invisible Man.

Dan yang tak kalah penting, penampilan Elisabeth Moss juga menjadi kekuatan film ini. Aktingnya sebagai Cecilia yang stres, muram dan putus asa sungguh amat meyakinkan. Mulai dari raut muka, gestur, hingga cara bicaranya benar-benar believable. Ia juga salah satu faktor kunci bagaimana sosok tak kasat mata itu bisa terasa sangat nyata di layar. Impresif!!!

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

NOW PLAYING

BEKAS RUMAH SAKIT
TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES: OUT OF THE SHADOWS
SUNSET DI PANTAI LOSARI

COMING SOON

KILLERMAN
THE CLOSET
HEREDITARY
TALAK! TALAK! TALAK!