Loading your location

Review Titus: Mystery of The Enigma: Animasi Gaya Luar Negeri dengan Nuansa Lokal

By Ekowi15 Januari 2020

Meski sebagian dari kita tahu ada begitu banyak pergerakan dan semangat-semangat tinggi di sinema animasi kita, faktanya, film animasi Indonesia masih jadi hal langka dalam industrinya secara keseluruhan. Dengan jumlah yang masih bisa dihitung dengan jari sejak kebangkitan kembali film kita di awal 2000-an, menyisakan hanya Meraih Mimpi di tahun 2009 yang biar dikerjakan oleh animator-animator kita dari Infinity Frameworks yang berlokasi di Batam, namun sebenarnya lebih berupa versi dub dari film Singapura berjudul Sing to the Dawn. Berikutnya ada tiga instalmen Petualangan Singa Pemberani-nya Paddle Pop saja yang lebih dikenal, sementara selebihnya seperti Janus dan Prajurit Terakhir (2003), Homeland (2004) dan Petualangan Si Adi (2013) seakan hilang ditelan zaman. Ini jelas cukup menyedihkan.

Kini, MNC Pictures lewat MNC Animation mencoba peruntungannya di ranah animasi lewat film Titus - Mystery of The Enigma. Kisahnya sendiri tentang Titus (Arbani Yasiz), seekor tikus detektif pecinta puzzle yang tinggal di kota Steamburg. Dalam petualangannya sebagai detektif, ia ditemani kelinci pesulap bernama Bobit (Lukman Sardi) serta Fyra (Ranty Maria) si kadal cantik yang juga seorang pilot amatir yang gemar bertualang. Mereka bersama-sama akan membongkar kejahatan yang terjadi di kota Steamburg. Salah satu musuh terbesar mereka adalah kucing bernama Bulpan (Robby Purba). Bermula sebagai pencopet, Bulpan bekerja keras menjadi penjahat yang sangat lihai dan ditakuti.

Walaupun mungkin akan dianggap kehilangan ciri, sebagaimana elemen-elemen dunia animasi kita yang lainnya dari komik hingga film, tak ada yang terlalu salah dari usaha sutradara Dineshkumar Subashchandra dan rekan-rekannya ini dalam mengambil template animasi Eropa dan Jepang. Teknik animasinya pun, asalkan sobat nonton bukan benar-benar pelaku atau penikmat tingkat tinggi produk-produk inspiratornya, sudah terlihat sangat baik dalam batasan-batasan yang ada. Hanya saja, mungkin Titus - Mystery of The Enigma digagas dengan referensi kelewat tinggi ke produk-produk luar, hingga ke detil-detil bentukan karakter hingga sebagian penceritaan, set dan pengadeganannya.

Begitupun, pembuat film ini tetap terlihat berusaha menyatukan style animasi luar tadi dengan nuansa lokal dari dialog- dialog serta iringan soundtrack yang diisi oleh Glenn Samuel ke dalamnya. Toh latar penceritaannya dengan sendirinya memang sudah menarik beberapa garis pembeda yang cukup jelas, apalagi ada usaha-usaha menyemat detil bagus percampuran kultur lewat jajaran pengisi suara serta tim pembuatnya yang diisi oleh talenta-talenta lintas bangsa. Lagi-lagi, ini memang tak bisa benar-benar bisa membentuk blend yang sempurna, di mana melihat wajah-wajah karakter ala animasi luar namun berbahasa lokal, apalagi dialek beberapa karakternya tetap serasa menyaksikan animasi khas Eropa yang di-dubbing ke dalam bahasa Indonesia.

Namun tentu saja itu bukan sebuah kekurangan. Sobat nonton dijamin bakal tetap terhibur oleh jajaran para pengisi suara yang menyuarakan karakter dalam film ini. Tidak ada perasaan tidak “click” saat mendengar suara dari para karakter pada saat mereka berbicara. Setiap pengisi suara berhasil menyatu dengan para karakter dalam film ini. Hal ini mungkin dapat dipahami dikarenakan banyak sekali pengisi suara profesional dan juga bintang-bintang film ternama yang bergabung untuk menyuarakan suara dari para karakter dalam film ini. Secara tidak langsung hal tersebut menunjukkan bahwa para pengisi suara Indonesia pun memiliki kualitas yang tidak kalah hebatnya dibandingkan dubber profesional dari negara lain.

Selain itu, rasanya cukup sulit untuk selalu fokus terhadap para karakter yang sedang bermain di dalam layar. Karena ada kalanya, background yang dihadirkan berhasil mengalihkan fokus selama beberapa detik. Bukan dikarenakan cerita atau para karakter yang membosankan, melainkan background yang ditampilkan tidak kalah “hidup” dibandingkan para karakter yang ada, bahkan berhasil mencuri panggung dari para karakter utama. Terkadang kita akan menemukan beberapa hal dari background yang membuat penasaran. Katakanlah seperti terdapat beberapa easter egg layaknya film-film animasi Disney.

Di luar hal-hal tersebut, tanpa pula harus didistraksi dengan ajakan-ajakan berlebih untuk menonton karya anak bangsa, Titus - Mystery of The Enigma jelas sangat layak untuk dihargai lebih. Meski sedikit kehilangan ciri, kita tetap bisa melihat usaha yang cukup solid dalam tatanan animasi yang ditampilkan, bahkan mungkin sedikit melebihi kualitas beberapa animasi layar lebar Indonesia yang sudah-sudah.

Dari tata teknis pengiringnya, terutama scoring dari Ricky Lionardi berikut lagu-lagu soundtrack pengiringnya juga cukup baik. An admirable efforts that still need a lot of improvements, namun sebagai penggerak awal penyambung nafas karya-karya sinema animasi kita, ini sudah lebih dari sekedar cukup. Dan semoga setelah ini, seperti halnya animasi buatanMalaysia, semoga produk-produk animasi kita dapat berjaya di “rumah” sendiri.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

NOW PLAYING

TITUS - MYSTERY OF THE ENYGMA
BOMBSHELL
SECRET ZOO
HITMAN: AGENT JUN

COMING SOON

THE CALL OF THE WILD
THE OPERATIVE
DJOERIG SALAWE
LINE OF DUTY