Loading your location

Review No Time to Die: Penutup Sempurna untuk Daniel Craig

By Ekowi30 September 2021

Alih-alih hidup tenang di masa pensiun, James Bond (Daniel Craig) harus kembali beraksi setelah dihubungi oleh kawan lamanya dari CIA, Felix Leiter (Jeffrey Wright) terkait organisasi jahat, Spectre, yang dipimpin oleh Ernst Stavro Blofeld (Cristoph Waltz) muncul di Kuba.

Didampingi oleh anak buah Felix nan cantik, Paloma (Ana de Armas), Agen 007 itu harus menemukan ilmuwan Spectre, Valdo Obruchev, (Valdo Obruchev) yang berhasil membuat senjata DNA mematikan menggunakan nanobots untuk membunuh banyak orang, terutama James Bond.

Anehnya, alih-alih membunuh Bond, senjata tersebut malah membunuh para anggota Spectre beserta keluarganya. Tak terkecuali sang ketua, Blofeld, yang tengah di penjara. Menyadari ada yang ganjil, Bond justru menemukan fakta yang mengaitkan kejadian tersebut dengan masa lalunya.

Kisah tersebut tersaji dalam angsuran James Bond ke-25, No Time to Die. Menurut penulis, sebagai seri yang menandai penampilan terakhir Daniel Craig sebagai Bond, film ini adalah penutup yang sempurna untuknya. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi alasannya.

Pertama, dari segi cerita, arahan sutradara Cary Joji Fukunaga ini menyuguhkan perjalanan Bond yang lebih emosional dibanding sebelumnya. Pasalnya, kisah tersebut menghubungkannya kembali dengan kekasih terakhirnya, Madeleine Swann (Lea Seydoux), yang juga eks Spectre.

Kemunculan Madeleine semakin menarik karena turut mengungkap siapa sebenarnya Lyutsifer Safin (Rami Malek), antagonis utama di film ini. Belum lagi kehadiran anak kecil bernama Mathilde yang mengejutkan Bond. Siapa dia? Silakan sobat temukan jawabannya sendiri.

Kedua, untuk ukuran film James Bond, No Time to Die terbilang seru dan intens. Mulai dari aksi kejar-kejaran mobil dan motor dijalanan yang sempit hingga tembak-menembak yang penuh bunyi desingan peluru. Dan untuk ukuran pria 53 tahun, Daniel Craig masih tampil impresif.

Ketiga, adegan pamungkas atau ending film ini adalah kunci. Menurut penulis, inilah puncak dari No Time to Die yang epik dan elegan. Scene tersebut dijamin bakal menimbulkan keharuan yang membuat mata sobat nonton berkaca-kaca. Sebuah momen yang menjadikan Daniel Craig amat dirindukan. Nggak percaya? Silakan buktikan sendiri!

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

NOW PLAYING

NUSSA
SONGBIRD
YOWIS BEN 3
KADET 1947

COMING SOON

KKN DI DESA PENARI
THE BAD GUYS: REIGN OF CHAOS
GHOSTBUSTERS: AFTERLIFE
BUKU HARIANKU