Loading your location

Review Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings

By Ekowi30 September 2021

Produksi terbaru Marvel Studios berjudul Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings sudah tayang di bioskop seluruh Indonesia. Ini adalah film superhero asia pertama di Marvel Cinematic Universe (MCU) yang juga menjadi awal dari Phase 4 pasca Avengers: Endgame (2019).

Disutradarai oleh Destin Daniel Cretton, film ini berkisah tentang pemuda jago Kung Fu bernama Shang-Chi/Shaun (Simu Liu), yang harus berhadapan dengan masa lalu yang telah ia tinggalkan sejak lama. Di usia remaja, Shaun memutuskan pergi ke Amerika untuk memulai hidup baru.

Di sana, Shaun berteman dengan Katy (Awkwafina), dan bekerja sebagai petugas parkir valet. Kehidupan mereka awalnya berjalan biasa saja, hingga suatu ketika sekelompok orang misterius menyerang mereka di sebuah bus. Pertarungan sengit pun tak dapat dihindari.

Ternyata, kelompok tersebut merupakan organisasi jahat bernama Ten Rings yang dipimpin oleh ayah Shang-Chi, Xu Wenwu (Tony Leung). Pasca 10 berpisah, Wenwu ingin putranya kembali untuk membantunya membebaskan mendiang istrinya, Li (Fala Chen), dari sebuah desa misterius.

Itulah sekelumit kisah yang terjadi dalam film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings. Menurut penulis, ini adalah film solo superhero Marvel pertama yang memiliki cerita asal muasal atau latar belakang karakter utama yang cukup lengkap dan kuat dibanding para pendahulunya.

Ya, sobat nonton akan disuguhkan kisah latar belakang lahirnya seorang supehero, yakni Shang-Chi dengan sangat runut, dan nyaris tanpa plot hole. Mulai dari sejarah ayahnya yang memiliki kekuatan super dari 10 cincin ajaib hingga akhirnya benda tersebut diwariskan kepadanya.

Tapi, hal tersebut tidak akan membuat sobat nonton bosan karena sang sutradara menggunakan gaya back and forth (maju mundur) dalam bercerita. Inilah yang membuat jalan cerita Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings tidak membosankan meski berdurasi 2 jam 12 menit.

Terlepas dari itu, kekuatan atau daya tarik utama Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings berada pada pada adegan-adegan pertarungannya yang luar biasa. Pujian layak diberikan kepada para koreografer yang sukses menyusun koreografi bela diri atau Kung Fu dengan sangat baik.

Sajian bela diri inilah yang menurut penulis membuat film ini terasa segar serta unik. Dan hal tersebut belum pernah ada di film-film Marvel lain. Jujur saja, menurut penulis, nyaris tidak ada 'rasa' Marvel saat menonton Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings, namun dalam arti yang positif.

Dan semua pertarungan tersebut semakin paripurna dengan balutan visual yang spektakuler dan memanjakan mata. Sobat dijamin betah nonton dari awal sampai akhir. Oleh sebab itu, amat sangat disarankan menonton Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings di layar IMAX untuk mendapatkan pengalaman sinematik yang lebih maksimal.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

NOW PLAYING

MY HERO ACADEMIA: WORLD HEROES' MISSION
SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS
LOSMEN BU BROTO
THE MEDIUM

COMING SOON

CLIFFORD THE BIG RED DOG
TARUNG SARUNG
RUN
THE OUTPOST