Loading your location

Review The Little Things: Mencekam dan Mempesona!

By Ekowi25 Februari 2021

Cara termudah untuk mengetahui sebuah film begitu mampu memikat anda adalah di saat anda tidak menyadari bahwa film tersebut ternyata berdurasi panjang. The Little Things adalah contoh film berdurasi cukup lama, namun terasa berlalu cepat karena tak ada sedikitpun rasa kebosanan kala menontonnya.

Deputi Sheriff Kern County Joe “Deke” Deacon, yang diperankan Denzel Washington, dikirim ke kota Los Angeles untuk tugas yang seharusnya menjadi tugas pengumpulan bukti yang ringan dan cepat. Namun takdir berkata lain, ia lalu terlibat dalam pencarian seorang pembunuh berantai yang meneror kota tersebut. Memimpin perburuan, Sersan Departemen Sheriff L.A. Jim Baxter, diperankan Rami Malek, lalu terkesan dengan naluri sheriff Deke, yang kemudian secara tidak resmi meminta bantuannya. Namun saat mereka melacak pembunuhnya, Baxter tidak menyadari bahwa penyelidikan tersebut mengungkap kembali masa lalu Deke, mengungkap rahasia mengganggu yang dapat mengancam lebih dari kasusnya itu sendiri.

John Lee Hancock sebagai sutradara merangkum semuanya dengan rapih nan perlahan mulai dari penghantaran misteri beserta pengungkapan satu per satu fakta yang tidak jarang memberikan kejutan, hingga porsi drama kuat seputaran karakter-karakternya yang makin mengokohkan pondasi dari The Little Things. Akhirnya tanpa sadar kita berhasil terikat oleh film ini entah itu karena rasa penasaran terhadap misterinya atau keterikatan emosi dengan karakternya.

Misterinya berhasil memberikan kejutan tanpa harus menipu penontonnya. Caranya adalah dengan menebar petunjuk demi petunjuk secara bertahap tapi tetap menyisakan misteri lain yang belum terungkap di mana hal itu efektif dalam membangun rasa penasaran kita terhadap film ini. Tapi The Little Things tidak hanya menampilkan misteri sebagai daya tarik, melainkan juga mengetengahkan studi karakter yang mendalam khususnya kepada karakter Deke. Deke pada awalnya digambarkan sebagai sosok yang tangguh. Tapi semakin dalam ia melakukan perburuan terhadap si pembunuh, maka bayang-bayang kegagalannya dalam menguak beberapa kasus pembunuhan di masa lalunya pun kemudian makin menghantui. Ketangguhannya semakin lama terlihat semakin rapuh. Di sinilah titik di mana penonton akan merasakan simpati yang dalam terhadap karakter Deke.

John Lee Hancock rupanya juga tidak ingin membuat penontonnya kebingungan, mengerutkan dahi, atau malah menjadi sok pintar dengan mencecer petunjuk demi petunjuk untuk dibangun sendiri. Sang pembuat film sengaja membiarkan jalinan kisah mengalir apa adanya, mengajak penonton untuk ‘menikmati’ proses dari penyelidikan yang dilakukan oleh Deke dan Baxter. Mereka ingin penonton merasakan emosi dari setiap tokoh dari film ini; dihantui masa lalu, pertemuan dengan jalan buntu, perasaan tak berdaya, pertentangan batin, hingga keputusasaan. Para tokoh pun sengaja ditempatkan di area abu-abu sehingga rasa simpati pun akan datang dan pergi, tak pernah benar-benar berdiam diri pada tokoh tertentu.

Dengan dukungan ensemble cast yang powerful, Denzel Washington dalam salah satu peran terbaiknya, Rami Malek yang sungguh luar biasa meyakinkan sebagai detektif yang kesulitan mengurai benang kusut penyelidikan, Jared Leto yang turut menghidupi peran yang membuat dua karakter utama dalam film ini selalu berakhir dengan rasa penyesalan dan menimbulkan banyak pertanyaan besar, dipadukan dengan look sinematografi yang suram rancangan John Schwartzman yang makin menambah suasana kelam selama film berjalan dan masih banyak elemen-elemen lain yang sukses membungkus The Little Things menjadi sebuah tontonan suspense yang bisa membuat anda duduk manis di depan layar. Because duration is never a problem, especially if the movie can bring the right amount of thrilling experience.

So, dengan ending yang bisa membuat orang-orang yang menonton film ini benci atau suka pada akhirnya, The Little Things tetap berhasil menyampaikan inti dari filmnya dengan sempurna. Sebuah film yang mengguncang emosi, menyesakkan dada, mencekam, menghantui, mengganggu, dan mempesona.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

Loading...

NOW PLAYING

THE BOX
GODZILLA VS KONG
SHADOW IN THE CLOUD
DEMON SLAYER: KIMETSU  NO YAIBA: MUGEN TRAIN

COMING SOON

PULAU PLASTIK
TALAK! TALAK! TALAK!
JEJAK LANGKAH 2 ULAMA
THE BAD GUYS: REIGN OF CHAOS