Loading your location

Review Beware Boina: Film Monster yang Ringan dan Menghibur

By Ekowi21 Oktober 2026

Ada masa ketika Hollywood rajin membuat film-film kelas B yang melibatkan hewan pemakan manusia. Dari berbagai jenis hiu, laba-laba, lintah, buaya, piranha, hingga ular. Tidak sedikit dari binatang-binatang tadi sengaja dibuat lebih besar dari aslinya. Penonton pun datang menyaksikan film-film tersebut bukan karena ceritanya, melainkan karena hampir semuanya memiliki plot yang sama.

Anaconda yang dirilis tahun 1997 adalah salah satu dari film tersebut. Meskipun bukan film yang spektakuler, tapi film tersebut menjadi salah satu pioneer film tentang teror ular-ular ganas. Dan kini, sambutlah Beware Boiúna, sebuah film yang akan menceritakan perjuangan bertahan hidup di pedalaman Hutan Amazon yang ganas.

Film Beware Boiúna akan mengikuti sekelompok dokter yang melakukan perjalanan ke Hutan Amazon dalam sebuah misi kemanusiaan. Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi perjuangan bertahan hidup ketika mereka berhadapan dengan Boiúna, sesosok predator raksasa yang mengintai di wilayah tersebut.

Dalam situasi yang berubah menjadi berbahaya, mereka pun harus mencari cara untuk bertahan sekaligus keluar dari wilayah Amazon. Lantas, berhasilkah mereka menghadapi sang predator raksasa purba yang berusaha merebut kembali wilayah kekuasaannya yang merasa terganggu tadi?

Di atas kertas, Beware Boiúna seperti mencoba menghidupkan kembali genre monster movie yang ikonik di era 90-an lampau. Film ini memang jelas ingin memanfaatkan nostalgia sambil menyesuaikan diri dengan selera penonton modern. Sayangnya, upaya tersebut masih terasa setengah hati. Alih-alih merevolusi mitos ular raksasa, film ini justru terjebak dalam formula lama yang sudah usang dan kehilangan daya kejut.

Bisa dibilang, skrip film ini masih cenderung klise. Dialognya terasa generik dan seringkali terdengar seperti potongan dari film survival lain. Karakter-karakternya juga tidak diberi latar belakang yang cukup kuat untuk membuat penonton menjadi peduli pada nasib mereka. Motivasi mereka seringkali kabur dan berubah-ubah sesuai kebutuhan plot. Hal ini membuat ketegangan yang seharusnya menjadi kekuatan utama film monster justru melemah, karena penonton tidak memiliki keterikatan emosional dengan siapa pun.

Alih-alih ketegangan yang meningkat secara organik, Beware Boiúna juga terasa seperti rangkaian set piece yang disambung tanpa ritme yang jelas. Banyak adegan yang seharusnya bisa menjadi momen ikonik justru berlalu begitu saja tanpa dampak berarti. Untungnya, film ini masih sanggup memanfaatkan potensi psikologis dari situasi teror tadi. Film ini juga memiliki beberapa tension yang masih sukses dalam membangun atmosfer mencekam secara perlahan.

Dari sisi sinematografi, film ini sebenarnya memiliki beberapa momen visual yang cukup solid. Lanskap hutan tropis ditampilkan dengan skala yang cukup megah, sehingga memberi kesan terisolasi dan berbahaya kepada para penontonnya. Namun, pencahayaan yang terlalu gelap seringkali justru mengaburkan detail penting. Beberapa adegan serangan ular sulit dinikmati karena framingnya yang gelap tadi.

Pada akhirnya, Beware Boiúna mungkin akan menghibur sobat nonton yang hanya mencari tontonan ringan tanpa perlu berekspektasi tinggi. Namun, bagi para pencinta film monster yang berharap pada teror yang lebih cerdas dan segar, film ini masih belum cukup memuaskan. Beware Boiúna terlalu bermain aman, dan terlalu bergantung pada nostalgia, serta masih gagal dalam membangun identitas baru.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
MUNAFIK: Melawan Iblis
Paket Santet
Aplikasi Iblis

COMING SOON

The Legend of Zelda
AMPUN SU MURRY YA E
WHITE BIRD: A WONDER STORY
Evil Dead Wrath