Loading your location

Review Kuasa Gelap: Perjanjian Darah: Tawarkan Pengalaman Menegangkan yang Penuh dengan Simbolisme

By Ekowi12 Oktober 2026

Industri perfilman Indonesia kembali memperluas lanskap tayangan horor nasional lewat sekuel yang sangat dinantikan oleh banyak penonton. Setelah sukses meraih 1,4 juta penonton pada film perdananya pada 2024 silam, rumah produksi Paragon Pictures bersama Ideosource Entertainment resmi merilis karya sekuel bertajuk Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.

Film sekuel yang disutradarai oleh Rizal Mantovani ini akan memperluas cakupan teror mistis hingga melibatkan entitas kegelapan kuno tingkat tinggi. Dikisahkan, Romo Thomas (Jerome Kurnia) dan Romo Rendra (Lukman Sardi) harus melakukan ritual pengusiran setan terhadap korban baru.

Di sini, sosok yang menjadi korban kesurupan adalah seorang pemuda bernama Daniel (Venly Arauna). Teror tersebut dipicu oleh kegagalan sebuah ritual kuno di kota terpencil yang melibatkan perjanjian darah serta praktik pesugihan leluhur. 

Entitas iblis yang harus dihadapi oleh kedua romo tersebut adalah Rephaim, sosok iblis kuno berdaya hancur tinggi yang tidak hanya mengancam jiwa korban, melainkan juga keselamatan orang-orang di sekitarnya, termasuk Nia (Keysha Angelica) yang menjadi kekasih Daniel.

Kehadiran Rephaim juga membuat Romo Thomas dan Romo Rendra menghadapi kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan kasus yang mereka tangani dalam film pertama. Mereka juga harus berhadapan dengan persoalan yang berkaitan dengan kepercayaan tradisional dan perjanjian darah. Lantas, mampukah Romo Thomas dan Romo Rendra menuntaskan misi suci mereka?

Well, di luar angin segar yang berembus dari pernak-pernik budaya Katolik miliknya, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah rupanya juga ditunjang oleh penceritaan yang bersedia memfokuskan diri pada dinamika batin manusia. Naskah buatan Andri Cahyadi dan Robert Ronny ini seakan ingin mengajak sobat nonton untuk menghabiskan waktu cukup lama bersama karakter-karakternya, lalu mengenali “luka-luka” yang mereka derita.

Walaupun, terkait cara menakut-nakuti, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah sesungguhnya cenderung generik dalam mengolah penampakan dari sosok Rephaim. Namun, Rizal Mantovani yang kini duduk di kursi sutradara akan memastikan bahwa jumpscare garapannya efektif dalam hal mengageti penonton. Setumpuk pengalaman Rizal telah mengasah kejeliannya dalam merumuskan timing penampakan-penampakan tadi.

Lagi-lagi, Jerome Kurnia berhasil memerankan Romo Thomas dengan kedalaman emosi yang kompleks. Karakternya tidak hanya harus menghadapi kengerian yang nyata dari eksorsisme, tetapi juga pergulatan batin yang mendalam. Sementara Lukman Sardi sebagai Romo Rendra juga tampil meyakinkan sebagai sosok romo senior yang tenang dan berpengalaman, namun tetap menyimpan ketakutan dalam menghadapi kekuatan gaib yang tidak bisa diprediksi.

So, bagi sobat nonton penggemar horor bertema eksorsisme, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah patut dijadikan pilihan tontonan, karena film ini dijamin akan menawarkan pengalaman menegangkan yang penuh dengan simbolisme dan ritual pengusiran setan yang jarang ditampilkan dalam sinema Indonesia.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

TAZZA THE SONG OF BEELZEBUB
Backrooms
Forgotten Island
Reawakened Man

COMING SOON

Godzilla Minus Zero
The Hunger Games: Sunrise on the Reaping
Sharktopus
TOMORROW X TOGETHER WORLD TOUR 'ACT : TOMORROW'