Loading your location

Review Passenger: Bukan Sekadar Film Horor Biasa

By Ekowi27 Mei 2026

Film yang berjudul Passenger ini langsung mencuri perhatian sejak trailer perdananya muncul pada 24 Mei 2026 lalu. Dalam dua hari penayangan, trailer tersebut berhasil menembus lebih dari 9,3 juta views di berbagai platform digital. Paramount Pictures pun mulai gencar mempromosikan film ini menjelang jadwal tayangnya di bioskop seluruh dunia.

Film Passenger sendiri akan mengikuti kisah Tyler (Jacob Scipio) dan Maddie (Lou Llobell), pasangan muda yang menjalani perjalanan van life adventure keliling Amerika Serikat. Awalnya, perjalanan mereka terasa menyenangkan dan penuh kebebasan. Namun, situasi berubah ketika mereka menyaksikan kecelakaan fatal di jalan sepi pada malam hari.

Setelah kejadian itu, mereka sadar ada entitas mengerikan ikut membuntuti perjalanan mereka. Entitas tersebut dikenal dengan nama The Passenger. Sosok iblis itu muncul diam-diam di dalam kendaraan korbannya. Tyler dan Maddie pun mulai mengalami gangguan aneh setiap kali melanjutkan perjalanan malam. Teror semakin brutal saat mereka menemukan tiga bekas cakaran pada van yang mereka gunakan. Perjalanan yang awalnya penuh kebebasan, kini berubah menjadi labirin tanpa pintu keluar.

Penulis amat suka dengan betapa sederhananya plot film ini, namun dieksekusi dengan begitu baik dalam durasi yang terasa pas. Ini membuktikan bahwa sebuah plot yang bagus tidak selalu membutuhkan kerumitan cerita. Kecepatan alur film ini juga terasa sangat tepat terutama ketika mengungkap setiap lapisan misteri dari sosok The Passenger.

Salah satu hal terbaik lainnya dari Passenger yang membedakannya dengan film-film supranatural barat lainnya adalah bagaimana film ini tidak terjebak dalam plot stereotipikal horor supranatural pada umumnya, misalnya kemunculan villain supranatural utama yang melakukan aksi teror secara aktif seperti yang biasanya dilakukan oleh karakter-karakter hantu dan iblis di film-film Hollywood modern.

Passanger berhasil menghindari “jalan pintas” tersebut untuk memberi penjelasan pada penontonnya, dan memposisikan penontonnya untuk sama-sama merasakan ketidaktahuan, ketidakberdayaan, kepanikan serta ketakutan yang dirasakan oleh para tokoh utamanya, dan penulis pikir ini adalah hal yang cerdas dari film ini.

Dilihat dari sudut pandang psikologis, masing-masing karakter di dalam film ini juga turut mewakili reaksi manusia terhadap ancaman. Dari yang mencoba tetap rasional, lalu mulai bercanda untuk menutupi ketakutan, lalu mulai marah dan menyalahkan keadaan, atau justru diam dan malah menarik diri. Tidak ada yang sepenuhnya benar atau salah. Film ini terasa seperti ruang terapi tanpa terapis, di mana para karakternya justru dipaksa untuk berhadapan dengan diri sendiri.

Pada akhirnya, film Passenger ibarat sebuah perjalanan tanpa akhir, yang bukan hanya sekadar menonjolkan horor fisik, tapi seperti sebuah metafora kehidupan. Jalan tak berujung di film ini juga bisa diartikan sebagai sebuah ketakutan universal manusia terhadap “tak adanya kontrol” atas nasibnya sendiri. Ini yang kemudian menjadikan Passenger bukan hanya sekadar film horor, tetapi sebuah sajian reflektif yang mengajak sobat nonton untuk memikirkan hidupnya sendiri.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Chand Mera Dil
KAMU HARUS MATI
The Sheep Detectives
Hokum

COMING SOON

The Simpsons Movie 2
Amin Tanpa Iman
The Amazing Digital Circus: The Last Act
Nobody Loves Kay