Loading your location

Abdul Hanan
Bergabung sejak 12 Mei 2018
12 Mei 2018Review Film 212 THE POWER OF LOVE

Terlalu berlebihan orang-orang mengulasnya. Rata-rata tidak memiliki pengetahuan mendalam soal sinematografi maupun perwatakan tokohnya sehingga hanya bilang bagus-bagus saja. Padahal perwatakan Rahmat dangkal sekali, sebagai seorang Marxis hanya digambarkan tengah melihat gambar Marx di komputer saja. Rupanya memang bagi para penulis naskah tak mai bersentuhan sama sekali dengan tokoh Marxis sehingga tak tahu bagaimana memasukan referensi yang mereka perlukan. Padahal jelas sangat penting detil serta gagasan Rahmat untuk memperkuat wataknya sebagai orang yang kurang religius. Sangat penting untuk melihat referensi terlebih dahulu sekalipun ideologi penulisnya bertentangan, thoh ia hendak diputihkan.

Kecewa sangat,

212 THE POWER OF LOVE (2018)

Rahmat (30th), seorang jurnalis di Majalah Republik. Selama ini Rahmat tinggal sendiri di Jakarta, sikapnya yang dingin...

NOW PLAYING

Twilight of the Warriors: Walled In
Si Juki the Movie: Harta Pulau Monyet
Crayon Shinchan the Movie: Battle of Supernatural Powers
A Quiet Place: Day One