Loading your location

Review Wish: Salah Satu Film Animasi Terbaik Tahun Ini

By Ekowi23 November 2023

Seandainya ulas-mengulas sebuah film tidak diizinkan untuk berpanjang-panjang dan penulis pun hanya dipersilakan mendeskripsikan film Wish dalam satu kata saja, maka kata yang akan penulis pilih adalah menakjubkan. Tiada keraguan lagi bahwa Wish adalah salah satu film animasi terbaik tahun ini.

Wish berkisah tentang Asha (Ariana DeBose), gadis berusia 17 tahun yang penuh semangat dan cerdas, setta selalu memiliki keyakinan yang kuat dalam hidupnya. Suatu hari, ketika Asha sedang menjelajahi hutan bersama Valentino (Alan Tudyk), seekor kambing peliharaannya, dia melihat bintang jatuh dari langit. Tanpa ragu, Asha segera membuat harapan pada bintang jatuh itu, tanpa menyadari bahwa itu adalah bintang ajaib yang dikenal sebagai "Star".

Bintang ajaib tersebut memiliki kemampuan untuk mengabulkan permintaan melalui bola ajaibnya. Dengan bantuan Star, Asha mulai membantu warga Kerajaan Rosas dengan memenuhi berbagai permintaan mereka. Namun, kekuatan ajaib dari bola ini akhirnya menarik perhatian dan kecurigaan Raja Magnifico (Chris Pine). Raja Magnifico merasa terancam oleh kemunculan kekuatan magis selain dari yang dimilikinya sendiri.

Ia lalu memerintahkan pencarian untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian-kejadian misterius ini. Inilah saatnya Asha harus berhadapan langsung dengan Raja Magnifico untuk menyelamatkan Kerajaan Rosas. Lantas, apakah Asha akan mampu mengalahkannya? Atau ia harus mengorbankan harapannya demi kebaikan kerajaannya?

Sejak awal dimulai filmnya bahkan hingga ke akhir, Wish ternyata cukup banyak mengingatkan kita semua kepada film-film Disney sebelumnya, seperti Pinocchio, Snow White, Cinderella, Aladdin, dan masih banyak lagi. Formula klasik yang membesarkan nama Disney lewat judul-judul tadi lantas diracik ulang oleh duo sutradara Chris Buck dan Fawn Veerasunthorn dengan bubuhan beberapa bumbu istimewa di sana-sini. Sehingga ketika sobat nonton mengira bahwa film ini tidak lebih dari sebuah replika dari film-film tadi, maka sobat nonton akan terkecoh dibuatnya.

Chris dan Fawn rupanya tahu betul bagaimana cara memerlakukan Wish. Kesederhanaan dijadikan sebagai landasan utama untuk membangun film yang lantas dilapisi oleh berbagai elemen yang menggabungkan antara unsur klasik dan kekinian. Dalam penjabaran yang lebih luas lagi, Wish tidak sekadar menakjubkan, tetapi juga cantik, cemerlang, cerdas, menghibur, menyenangkan, dan tentunya menghangatkan hati.

Apabila sobat nonton berpikir film ini akan menjelma selayaknya film animasi tentang putri kerajaan kebanyakan yang begitu menjemukan, maka bersiaplah untuk terkejut. Chris dan Fawn merangkai gelaran adegan yang merentang hingga 95 menit dengan mengikat, mempunyai laju penceritaan yang melesat cepat (sehingga ada kalanya, terasa terburu-buru), dan memadukan aksi-drama-komedi secara sempurna.

Penyutradaraan yang digagas oleh Chris dan Fawn tadi memang mempesona, namun itu bukan satu-satunya daya tarik dari Wish. Film ini masih mempunyai sejumlah lagu yang didendangkan sepanjang film yang fantastis, powerful, berlirik cerdas, memiliki nuansa Disney klasik, dan mudah sekali nyantol di telinga. Sebut saja lagu-lagu berjudul “This Wish”, "This Is The Thanks I Get?!" atau "Knowing What I Know Now" yang benar-benar terasa padu dengan alur ceritanya. Selayaknya sebuah drama Broadway, penempatan setiap lagu, entah itu dalam bentuk berbalas dialog atau berdiri sendiri terasa begitu pas dan membuat film ini lebih memiliki nyawa.

Ya, setelah masa keemasan dari Walt Disney Animation Studios, atau biasa disebut sebagai Disney Renaissance yang berakhir di film Tarzan (1999), studio ini seolah kehilangan sentuhan magisnya dan tenggelam di bawah bayang-bayang Pixar yang menjelma sebagai raksasa animasi. Namun, secercah harapan mulai menampakkan diri kembali dalam wujud animasi yang berjudul Wish ini.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Women from Rote Island
Dune: Part Two
Bonnie
Sinden Gaib

COMING SOON

Kuyank
24 Jam Bersama Gaspar
Mickey 17
Panji Tengkorak