Loading your location

Review Pasutri Gaje: Lebih Baik dari Versi Webtoon-nya?

By Ekowi11 Februari 2024

Baru saja pindah ke rumah baru. Demi cicilan rumah, Adimas (Reza Rahadian) meminta Adelia (Bunga Citra Lestari) untuk menunda punya anak. Tapi mereka mendapat tekanan dari lingkungan kantor, juga tekanan dari rumahnya. Ketika Adelia mengatakan bahwa mens-nya telat dua minggu, Adimas langsung mengumumkan pada semua orang bahwa Adelia sudah hamil.

Adimas segera menjadi menantu kesayangan keluarga. Adelia merasa bersalah dan berdosa sudah berbohong. Dia meminta Adimas untuk bicara yang sejujurnya kalau dia belum hamil. Namun Adimas ragu melakukan hal tersebut, karena dia tidak sanggup menahan malu dan ejekan orang-orang yang meragukan kemampuannya menghamili Adelia, apalagi melepas status menantu kesayangan.

Itulah kisah yang terjadi dalam film berjudul Pasutri Gaje karya sutradara Fajar Bustomi. Menurut penulis, produksi terbaru Falcon Pictures ini punya kekuatan utama di dua karakter utamanya, Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari (BCL). Kapasitas akting dan chemistru mereka yang sudah terbentuk sejak lama sukses membawakan karakter Adimas dan Adelia yang secara umur jauh lebih muda dengan sangat baik.

Belum lagi ditambah dengan tata rias yang menurut penulis sangat menolong penampilan keduanya. Baik Reza maupun BCL masih terlihat cukup meyakinkan untuk pasutri yang berumur 20 tahunan. Para supporting casts yang diisi oleh beberapa komedian seperti Andre Taulany juga cukup sukses membuat ngakak dengan jokes-jokes recehnya.

Secara keseluruhan, Pasutri Gaje punya cerita yang sama dengan versi webtoon-nya. Tapi, rincian-rinciannya dibuat berbeda lantaran harus disesuaikan untuk format film layar lebar. Plot cerita webtoon 1 season sebanyak 54 chapter pun harus dipadatkan menjadi film berdurasi 109 menit yang menjadikan penyelesaian konfliknya terasa terlalu cepat.

Selain itu, menurut penulis, set design-nya terbilang terlihat cukup rapih, namun di beberapa bagian justru malah terlalu rapih sehingga kelihatan kurang natural dan terasa fabrikasinya, seperti yang ditunjukkan saat setting di rumah maupun di kantor. Apakah itu menjadi kelebihan? Atau justru kekurangan? Silakan sobat nonton nilai sendiri.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

No Way Up
Spy X Family Code: White
Women from Rote Island
Pemandi Jenazah

COMING SOON

Jurnal Risa The Movie
Kaka Boss
Desa Mati: The Movie
KURBAN: BUDAK IBLIS