Loading your location

Review Avengers Endgame: Encore: Bukan Sekadar Pemutaran Ulang

By Ekowi24 September 2026

Avengers Endgame: Encore menjadi salah satu film yang paling banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, Marvel Studios sengaja menghadirkan versi khusus bertajuk Avengers: Endgame Encore ini beberapa bulan sebelum Avengers: Doomsday dirilis pada 18 Desember 2026 nanti. Versi ini bukan sekadar pemutaran ulang saja, karena dilengkapi materi baru dan dirancang sebagai penghubung menuju kisah Avengers berikutnya.

Sebagai pengingat, film ini sendiri bercerita tentang kehidupan paska Avengers: Infinity Wars, di mana seluruh dunia telah hancur akibat perbuatan Thanos (Josh Brolin). Bertujuan untuk menghilangkan setengah populasi manusia, Thanos meluncurkan aksinya menggunakan Infinity Stones yang telah ia kumpulkan dari berbagai tempat dan galaksi.

Para Avengers yang tersisa pun bersatu melawan Thanos dan menyelamatkan setengah populasi manusia yang telah hilang. Di tengah perjalanannya, para Avengers menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Bahkan, perang melawan Thanos menuntut pengorbanan dari masing-masing superhero demi keberhasilan mereka.

Well, jika sobat nonton merasa bahwa film Avengers: Infinity War merupakan keberhasilan dalam mengeksekusi kemustahilan, maka tunggu sampai kalian menyaksikan film ini. Hampir seluruh guratan emosi maupun pertarungan masif dari film ini, berpijak pada pondasi yang telah disusun sekian lama. Begitu film usai, wajar saat para penonton bertepuk tangan melihat jajaran kredit, khususnya enam anggota “asli” Avengers.

Melanjutkan atmosfer dari konklusi Avengers: Infinity War, film ini dibuka dengan cukup melankolis. Bahkan, dibanding judul keluaran Marvel Studios lainnya, film ini punya proporsi drama terbesar, tatkala duo penulis naskah, Christopher Markus dan Stephen McFeely, memilih untuk menggulirkan banyak studi karakter, khususnya proses coping jagoan-jagoan kita pasca tragedi jentikan jari Thanos. Beberapa menolak menyerah, beberapa tenggelam dalam amarah, ada pula yang coba meneruskan langkah.

Hal di atas bukanlah sebatas pernak-pernik. Di sinilah penanaman benih selama satu dekade menuai hasil. Kita akan mengenal karakternya, terikat pada mereka, sehingga memahami keputusan serta respon emosional yang muncul. Berkatnya, paparan dramatik film ini pun menyentuh ranah detail, di mana tiap gestur, ekspresi, juga baris kalimat pendek, menyimpan makna kaya rasa, yang seringkali merujuk pada peristiwa dari film-film sebelumnya. Dan semuanya mustahil diraih tanpa kegemilangan dari para jajaran pemain.

Avengers Endgame: Encore memang sebuah cerita di mana status “pahlawan” para jagoannya diuji. Kala pengorbanan mesti dilakukan dan egoisme bukan pilihan. Ketimbang melawan Thanos, Avengers Endgame: Encore cenderung menonjolkan pertarungan Avengers melawan musuh lain, yakni diri mereka sendiri. Terdengar kelam memang, namun tak pernah depresif, mengingat jalinan humor tetap dapat ditemukan, yang penempatannya memperhatikan presisi, sehingga alih-alih mendistraksi, kita justru bakal dibuat tertawa sembari meneteskan air mata atau terpaku dalam cengkeraman ketegangan.

So, masih belum cukup mendengar pujian yang sudah penulis tulis panjang lebar tadi? Tunggu sampai kalian mendapati keberhasilan Avengers Endgame: Encore memberi konklusi yang pantas terhadap seluruh konflik personal yang karakternya hadapi, sembari tak lupa menebar petunjuk terkait masa depan. Mungkin beberapa di antara sobat nonton masih tak menganggap bahwa Avengers Endgame: Encore ini sempurna. Namun, jika sobat nonton pulang ke rumah tanpa merasakan kepuasan, mungkin film blockbuster macam ini memang bukan untuk kalian.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Harusnya Horor
DAAYRA
All Wishes Come True!
The Odyssey

COMING SOON

Him
Ghost Rider
Sharktopus
Anything but Ghosts