Loading your location

Review Children of Heaven: Remake yang Aman dengan Balutan Kearifan Lokal dan Tetap Setia dengan Versi Aslinya

By Ekowi28 Mei 2026

Rumah produksi MD Pictures kembali menghadirkan karya yang sarat makna. Di bawah arahan sutradara Hanung Bramantyo, film drama keluarga berjudul Children of Heaven siap menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026 ini. Diproduseri oleh Manoj Punjabi, film ini sendiri merupakan adaptasi dari mahakarya film Iran tahun 1997 dengan judul yang sama karya Majid Majidi.

Kisahnya sendiri akan berpusat pada Ali (Jared Ali) dan Zahra (Humaira Jahra), dua kakak beradik yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Hidup mereka berubah menjadi penuh perjuangan setelah sepatu milik Zahra hilang. Demi menjaga rahasia tersebut dari orang tua mereka yang sedang mengalami kesulitan, Ali dan Zahra terpaksa berbagi satu pasang sepatu yang sama untuk bersekolah.

Zahra memakai sepatu tersebut di pagi hari, lalu berlari memberikan sepatu itu kepada Ali saat jam sekolah mereka berganti. Ketegangan mencapai puncaknya saat Ali bertekad untuk memperbaiki keadaan. Satu-satunya harapan Ali adalah mengikuti lomba lari, di mana ia berharap bisa memenangkan hadiah sepasang sepatu baru untuk diberikan kepada adiknya. Lantas, apakah perjuangan Ali akan membuahkan hasil?

Seperti film orisinalnya, Children of Heaven versi remake ini juga akan memuat cerita-cerita surga yang diciptakan dari tindakan penuh kasih Ali dan Zahra. Sobat nonton akan disuguhkan dengan pelajaran cara berbagi, membantu orang tua tanpa pamrih, menyimpan rahasia untuk kebaikan, dan menaruh belas kasih pada orang yang lebih membutuhkan. Film ini adalah paket lengkap untuk pembelajaran introspeksi diri.

Perjalanan Ali dan Zahra melalui berbagai masalah hidup karena sepasang sepatu, dibangun pada sebuah latar kehidupan di perkampungan kumuh di kota Semarang. Potret tentang keberadaan bangunan-bangunan tua dengan tembok tinggi yang sudah rapuh dan lorong-lorong kampung yang sempit mewarnai cerita kemiskinan yang ingin disampaikan oleh film ini.

Untungnya, Hanung Bramantyo tetap memiliki prinsip sama seperti Majid Majidi. Walau Jared dan Humaira terasa lebih ekspresif dalam membawakan karakter Ali dan Zahra, namun Hanung tak mau menjadikan film ini seperti tear-jerker kebanyakan yang hanya sekadar memeras tangisan. Value tentang tanggung jawab dan jerih payah keluarga kelas bawah ini juga lebih terasa tatkala di remake oleh sineas Indonesia. Sebab, kisah-kisah seperti ini akan lebih efektif diaplikasikan secara dialogue-driven ketimbang hanya berman-main di ranah visual saja.

Walaupun, kebanyakan dialog yang terlalu “membedaki” filmnya juga akan memiliki kekurangan. Permainan komedi yang kadang malah merusak flow bercerita, ditambah intervensi dari para aktor stand-up comedian di sini juga sedikit banyak mengurangi perasaan yang polos dari para karakter anak-anak di film ini.

Tapi tetap, banyak momen di film ini yang akan membuat sobat nonton bernostalgia dengan masa kecil dan perjuangan saat masa-masa sekolah dahulu. Menurut penulis, Children of Heaven versi remake ini bukan hanya soal sepatu, tapi juga tentang keluarga, pengorbanan, rasa syukur, dan tetap kuat walaupun hidup sedang berat.

Overall, Children of Heaven versi Indonesia ini merupakan remake yang aman serta sanggup menghadirkan kearifan lokal dan tetap setia dengan versi aslinya. Dibalut dengan teknis yang proper dan ansambel cast yang tampil baik, film ini mampu menyajikan potret kebaikan hati anak-anak dan ketabahannya melawan permasalahan-permasalahan dunia yang tentunya bisa menjadi bahan intropseksi bagi setiap orang.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Badut Gendong
The Super Mario Galaxy Movie
Dilan ITB 1997
YANG LAIN BOLEH HILANG ASAL KAU JANGAN

COMING SOON

Harusnya Horor
IBU MENELEPONMU KARENA RINDU, BUKAN MENGGANGGU
The Hole
Spider-Man: Brand New Day