Loading your location

Review Deep Water: Seru dan Menegangkan!

By Ekowi31 Juli 2026

Merasa tidak familiar dengan nama sutradara Renny Harlin? Cukup wajar. Meskipun pernah menghasilkan film-film peraih sukses komersial besar seperti Die Hard 2 dan Cliffhanger, nama Renny Harlin secara perlahan mulai tenggelam setelah film Cutthroat Island yang ia arahkan gagal meraih kesuksesan ketika dirilis di pasaran dan bahkan sempat meraih gelar sebagai film dengan kegagalan komersial terbesar sepanjang masa.

Renny Harlin sendiri bukannya berhenti menjadi seorang sutradara setelah kegagalan tersebut. Ia masih aktif mengarahkan banyak film layar lebar seperti Deep Blue Sea dan The Covenant, serta beberapa episode serial televisi popular seperti Burn Notice, White Collar dan Covert Affairs meskipun tak satupun di antara kerja kerasnya tersebut mampu mengkatrol kembali nama besarnya di industri film Hollywood.

Kini, ia kembali lagi dengan film terbarunya berjudul Deep Water. Deep Water sendiri berkisah tentang Ben (Aaron Eckhart), seorang kopilot yang mengambil kerja lembur untuk biaya kesembuhan putrinya yang sakit. Bersama dengan Rich (Ben Kingsley), sang pilot senior, keduanya harus membawa penumpang dari Los Angeles menuju Shanghai.

Dalam perjalanan, terjadi kebakaran di ruang kargo yang berasal dari bagasi penumpang akibat arus pendek yang menyebabkan ledakan, sehingga pesawat harus mendarat darurat di tengah laut yang ternyata jatuh di wilayah terumbu karang hingga pesawat tersebut terbelah menjadi beberapa bagian. Beberapa penumpang yang berhasil selamat tidak serta merta bisa menikmati hidup mereka dengan tenang, karena lingkungan terumbu karang tersebut rupanya didiami oleh sekelompok hiu buas yang siap memangsa penumpang yang terluka.

Bisa dibilang, Deep Water banyak memakai pakem beberapa film horor hiu lainnya demi untuk membangun ketegangan. Kamera secara lincah membawa kita berganti-ganti perspektif yang membentuk suatu dinamika. Dinamika ini semakin terbantu oleh penyuntingan gambar yang halus dan berhasil menjaga tempo agar alur cerita mengalir hingga akhirnya membuat sobat nonton terhanyut.

Pembangunan atmosfernya juga terlihat kokoh. Kecermatan Renny Harlin tampak pada beberapa adegan yang menyiratkan bahaya terselubung penyulut antisipasi dari penonton. Momen saat akhirnya sang hiu mulai melancarkan serangan pun sukses menghadirkan kengerian sekaligus keindahan. Sinematografi garapan DJ Stipsen juga memikat berkat komposisi warna serta penempatan properti yang menyuntikkan keindahan menyeramkan.

Seperti yang sudah disinggung di atas tadi, sejatinya Deep Water tak menyimpan inovasi, ketika alurnya diisi oleh penggunaan formulaic pattern dari beragam survival movie. Pemanfaatan benda seadanya demi bertahan hidup, penggambaran karakter protagonis yang terbujur lemah tak berdaya, hingga penyusunan strategi menjadi pemandangan yang dominan di layar.

Hal tersebut menjadi tidak masalah tatkala Renny Harlin cerdik membangun dinamika. Sang sutradara tahu kapan harus menaikturunkan tempo, sehingga saat pace melambat, atensi penonton tetap terjaga. Serupa film berjudul Jaws, ketegangan dibangun tanpa harus berlebihan memperlihatkan sosok hiu. Penonton diberi ketakutan serupa karakter utamanya, berupa kekhawatiran akan teror tak terlihat. Sedikit selipan gore juga mampu menambah daya cekam sembari mengingatkan akan seberapa berbahayanya ancaman hiu tersebut.

Overall, Deep Water menjadi bukti bahwa Renny Harlin masih mampu membuktikan bahwa dia adalah sineas yang piawai dalam membangun ketegangan serta ketakutan. Deep Water juga merupakan sebuah film yang bisa mendefinisikan kembali kata “fun” sebagai frasa sebenarnya dalam sebuah pengalaman sinematik di bioskop. Karena definisi “fun” dalam sinema akhir-akhir ini seringkali menimbulkan perdebatan, khususnya di kalangan para sinefil yang hanya ingin menonton film-film bergaya arthouse.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Doraemon the Movie: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil
Samakdo
Maju: Jejak Pahit si Kembang Gula
Jangan Buang Ibu

COMING SOON

23 Detik
Far Mission
The Batman Part II
Filosofi Teras