Loading your location

Review Petaka Gunung Welirang: Sukses Hadirkan Horor yang Lebih dari Sekadar Teror Fisik

By Ekowi06 Juli 2026

Bagi para pencinta petualangan mendaki gunung sekaligus penggemar sinema horor, mari menyambut film horor terbaru yang siap memacu adrenalin. Rumah produksi Starvision secara resmi memperkenalkan proyek film horor-petualangan terbaru mereka yang bertajuk Petaka Gunung Welirang.

Film ini akan mengangkat kisah mistis lokal yang sangat populer di kalangan pendaki jalur pegunungan Jawa Timur. Menariknya, cerita dalam film ini diangkat langsung dari adaptasi pengalaman nyata sosok Maya Azka, yang kemudian diracik menjadi skenario mencekam oleh penulis Upi Avianto. Di kursi sutradara, Indra Gunawan dipercaya untuk visualisasikan teror gaib di tengah belantara liar tersebut ke layar lebar.

Film horor Petaka Gunung Welirang akan menceritakan perjalanan lima orang sahabat yaitu Satria (Antonio Blanco Jr.), Naya (Alika Jantinia), Arga (Giulio Parengkuan), Noval (Razan Zu), dan Tita (Jinan Safa) yang mendaki Gunung Welirang untuk merayakan momen kelulusan mereka sebelum meniti jalan hidup masing-masing. Awalnya, pendakian berlangsung seru dan penuh tawa. Namun, atmosfer berubah mencekam saat mereka memasuki kawasan mistis bernama Alas Lali Jiwo.

Kejadian aneh mulai meneror mereka, diawali dari sayup-sayup suara gamelan yang tidak diketahui sumbernya, teror terus berlanjut dengan adanya bayangan misterius, suara bisikan gaib, hingga jejak kaki yang seolah mengikuti mereka. Situasi menjadi semakin gawat ketika jalur pendakian yang mereka lewati mendadak hilang. Satu per satu dari kelima sahabat ini pun tersesat dan terjebak masuk ke dalam dimensi gaib penghuni Alas Lali Jiwo.

Di tengah situasi yang kacau, Satria harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan teman-temannya. Perjalanan wisata ini pun berubah menjadi perjuangan hidup dan mati melawan Sang Ratu penguasa Gunung Welirang beserta pasukan mistisnya.

Dengan latar belakang Gunung Welirang yang nyata, film ini berhasil memanfaatkan keindahan alam yang kontras dengan kengerian yang mengintai. Sinematografi yang apik berhasil menangkap lanskap gunung yang megah sekaligus menciptakan suasana yang gelap dan penuh misteri.

Pemandangan padang savana ditampilkan begitu indah, tetapi dalam sekejap mampu berubah menjadi latar yang penuh ancaman. Hal ini mampu menciptakan pengalaman menonton yang mendebarkan sekaligus menghanyutkan. Efek suara dan scoring musik juga dimainkan dengan sangat efektif guna meningkatkan ketegangan, terutama dalam adegan-adegan jumpscare yang tak terduga.

Yang membedakan film ini dari film horor lainnya adalah caranya mengangkat mitos dan kepercayaan masyarakat tentang gunung. Film ini tidak hanya menampilkan teror supranatural, tetapi juga menyentuh konflik antara sains dan kepercayaan tradisional. Tema persahabatan dan rasa bersalah juga menjadi inti cerita. Seiring berjalannya film, kita melihat bagaimana hubungan Satria dan teman-temannya diuji oleh ketakutan dan tekanan situasi yang ekstrem. Hal tersebut otomatis akan memberikan kedalaman emosional yang jarang ditemui seperti dalam film horor sejenis.

Dengan cerita yang kuat, akting yang solid, serta sinematografi yang memukau, Petaka Gunung Welirang berhasil menghadirkan horor yang lebih dari sekadar teror fisik. Film ini adalah perpaduan sempurna antara ketegangan, mitologi lokal, dan drama emosional yang membuatnya menonjol di antara film horor Indonesia lainnya. Tidak hanya akan membuat jantung berdebar kencang, tetapi film ini juga akan meninggalkan pertanyaan mendalam tentang misteri yang tersembunyi di alam liar Indonesia.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

LASTRI: ARWAH KEMBANG DESA
Obsession
Phi Phong: The Blood Demon
TANAH SENGKETA

COMING SOON

Filosofi Teras
Forgotten Island
Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem 2
TINA