Review The Social Reckoning: Ungkap Rahasia Gelap Facebook yang Bikin Ngeri

Pernahkah sobat nonton berpikir bahwa algoritma media sosial sengaja menaikkan konten-konten yang memicu amarah daripada membuay happy? Tujuannya, apa lagi kalau bukan sebuah engagement. Kira-kira, hal itulah yang coba diolah oleh film berjudul The Social Reckoning ini.
Cerita dalam The Social Reckoning akan berfokus kepada investigasi skandal Facebook Files yang benar-benar terjadi pada tahun 2021 silam dan memiliki dampak besar dari melejitnya media sosial tersebut. Pada tahun 2021, Frances Haugen (Mikey Madison) adalah seorang product manager di Facebook. Ia nekat membocorkan dokumen internal perusahaan ke sejumlah media besar.
Dokumen bocoran ini yang akhirnya menjadi bahan utama liputan investigasi Facebook Files. Intinya, pihak Facebook sudah mengerti bahwa platform mereka membawa memdampak buruk. Frances sendiri mengaku berani bersuara karena merasa Facebook lebih mementingkan keuntungan semata ketimbang keselamatan para penggunanya.
Ia lalu bekerja sama dengan Jeff Horwitz (Jeremy Allen White), seorang jurnalis teknologi yang sudah lama mengawal isu Meta dan media sosial. Sang jurnalis pun coba memimpin laporan investigasi Facebook Files berbekal dokumen dari Frances tadi. Lewat tulisannya, publik menjadi tahu bagaimana selama ini pihak Facebook paham namun sering kali tutup mata mengenai dampak negatif dari produk mereka sendiri.
Well, apa yang membuat sebuah film berdasar kisah nyata menjadi menarik untuk ditonton? Ternyata bukan soal beberan faktanya, melainkan soal emosi yang kita dapatkan pada saat dan setelah menonton filmnya. Dan The Social Reckoning memenuhi dua hal itu: saat menonton ditampilkan alur yang membuat geregetan, dan setelah nonton akan membuat kita sadar akan kerasnya dunia atas kekuasaan yang ada.
Bumbu thrillingnya berhasil menjadi sajian utama yang menarik sobat nonton ke dalam kasus yang ditampilkan. Sementara bumbu komedinya berhasil menjadi topping yang mendukung kualitas naskah yang dihadirkan, meski hanya sedikit. Dua bumbu ini membuat sobat nonton dijamin akan larut dalam film berdurasi 1 jam 52 menit ini.
Film yang ditulis serta disutradarai oleh Aaron Sorkin ini menjadi sebuah drama yang padat dan akan membuat sakit hati perihal dampak yang mengerikan dari kelalaian sebuah perusahaan pemilik platform media sosial. Bisa dibilang, efeknya akan membuat sobat nonton geleng-geleng kepala atas fakta yang tidak bisa disangkal selama ini.
Lewat naskah yang disajikan, film ini coba menggulirkan sebuah perspektif bahwa dunia tempat kita hidup ini tidak jauh dari ilusi yang bahkan sebagian besar dari kita tidak menyadarinya. Semua dimanfaatkan oleh orang-orang yang berkuasa. The Social Reckoning bukan hanya akan menyadarkan kita untuk hati-hati atas apa yang kita konsumsi, tapi juga tampil sebagai kisah luar biasa tentang kekuatan ketekunan yang dilakukan oleh seorang wanita.
Film-film seperti The Social Reckoning ini sepertinya dibuat dengan tujuan menelanjangi rahasia gelap, menyebarkan kebenaran, membuka mata penonton, dan kalau bisa, mengubah situasi. Begitu filmnya usai, kita akan dibuat terprovokasi, khawatir, kemudian menjadi lebih was-was dan terdorong mencari tahu lebih lanjut. Penulis berani bertaruh, akan ada banyak penonton di luar sana yang merasakan hal serupa. Artinya, The Social Reckoning berhasil mencapai tujuannya.








