Loading your location

Review Hantu Baru: Unsur Komedinya Lebih Kental Dibanding Horornya

By Ekowi23 Maret 2023

Sesungguhnya, dalam lingkup film bergenre horor-komedi, konsep pertemanan atau romansa dua dunia jauh dari kesan baru. Baik vampir, monster, alien, zombie, sampai hantu yang menjalani hubungan dengan karakter manusia sudah pernah diangkat ke layar lebar.

Untuk ukuran sinema lokal belakangan ini, judul film Ghost Writer beserta sekuelnya masuk sebagai contoh dari konsep tersebut. Keabsurdan premis “dua dunia” tadi otomatis membebaskan eksplorasi humor, sementara konsep yang membahas perihal kematian pun memudahkan adanya selipan drama.

Kini, sutradara Adink Liwutang yang biasa menggarap film-film action komedi ingin coba peruntungannya masuk ke sub-genre ini lewat film barunya yang berjudul Hantu Baru. Hantu Baru berkisah tentang Sasa (Acha Septriasa) yang meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Arwah Sasa yang tidak tenang kembali ke rumah, namun Sasa belum tahu bahwa dia sudah meninggal. Perubahan-perubahan aneh pada diri Sasa membuat adik-adiknya menduga Sasa dirasuki roh jahat. Berbagai cara mereka lakukan untuk menyembuhkan Sasa.

Sementara itu, Bowo (Arief Didu) dan Borjong (Totos Rasidi), dua hantu yang berdiam di sebuah pohon besar di halaman rumah Sasa, dibantu pembantu rumah bernama Mbak Nana (Ruth Marini) yang memiliki indra keenam, berusaha menyadarkan Sasa bahwa dia sudah meninggal dan mengajarinya sebagai hantu baru. Ketika nyawa kekasih dan adik-adiknya dalam bahaya, Sasa berusaha melindunginya dengan cara apapun. Apalagi itu adalah upaya terakhirnya agar urusannya di dunia ini selesai dan ia dapat kembali ke alamnya dengan tenang.

Mengarahkan sebuah film komedi jelas bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan. Tantangan akan semakin lebih besar ketika film komedi tersebut dipadukan dengan unsur horor yang sama-sama membutuhkan kejelian khusus dalam penggarapannya guna menghasilkan momen-momen komedi dan/atau horor yang efektif. Beruntung, Adink Liwutang sebagai sutradara cukup berhasil mengeksekusi dua elemen pengisahan tersebut dalam film ini.

Hantu Baru memang terasa tidak begitu terbebani untuk menghasilkan adegan-adegan yang dapat menakuti penontonnya. Elemen horor dalam film ini tergarap dengan cukup baik. Namun, jika dibandingkan dengan elemen komedinya, sisi horor dari Hantu Baru jelas terasa jauh dari kesan istimewa. Pengarahan yang diberikan Adink Liwutang mampu memberikan tata kelola cerita yang tepat bagi film ini. Berjalan cepat namun tidak pernah terasa terburu-buru dalam penyajiannya.

Memang narasinya tidak selalu berjalan mulus, khususnya di paruh kedua film di mana hubungan antara karakter Acha Septriasa dan Rezky Adhitya yang mengalami benturan terasa klise dan terbata-bata. Namun, paling tidak, Hantu Baru jelas menunjukkan bahwa Adink Liwutang adalah seorang pengarah cerita yang memiliki kapabilitas yang handal.

Seperti dua seri film Ghost Writer yang sudah disebutkan di awal tadi, teror yang dikedepankan oleh film ini tidak akan membuat sobat nonton mengkerut ketakutan di kursi bioskop karena sebatas di level “ramah keluarga” dan tujuan utamanya pun bukan untuk menakut-nakuti penonton melainkan untuk menggerakkan narasi penceritaan.

Tidak semuanya tersampaikan secara efektif memang, bahkan ada kalanya terasa mendistraksi seperti duo hantu Totos dan Arief Didu yang porsi tampilnya cenderung berlebih. Namun saat guyonan mereka mengenai sasaran, bersiaplah untuk tergelak-gelak. Satu paling membekas di benak penulis ialah adegan saat mereka mengganggu para pedagang yang berjualan di malam hari. Lalu ada juga beberapa interaksi mereka kepada Sasa saat ia menyadari bahwa dirinya sudah menjadi hantu. Sebuah interaksi lucu yang secara perlahan tapi pasti berkembang menjadi hangat hingga berakhirnya durasi film.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Civil War
Cash Out
How to Make Millions Before Grandma Dies
UNDER PARALLEL SKIES

COMING SOON

It Ends with Us
Elio
Kang Mak
Kromoleo