Loading your location

Lab Film Indonesia-Prancis Kembali ke Pasar JAFF di Yogyakarta

By Ekowi28 November 2025

Institut Français d’Indonésie (IFI) Kedutaan Besar Prancis telah meluncurkan edisi kedua Lab Film Indonesia-Prancis, yang berlangsung dari 27 November hingga 1 Desember 2025 di Yogyakarta.

Inisiatif yang dipersembahkan sebagai Lab Film Indonesia Prancis X Lab MTN itu berlangsung dalam kerangka Pasar JAFF selama Festival Sinema Prancis ke-27. Program ini bermitra dengan Kementerian Kebudayaan Indonesia melalui program Manajemen Talenta Nasional, Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), dan Jaringan Aliansi Film Asia atau Asian Film Alliance Network (AFAN).

Enam tim sutradara-produser Indonesia yang sedang mengembangkan film fitur pertama atau kedua mereka telah terpilih untuk lab tersebut, yang menerima dukungan tambahan dari Centre national du cinéma et de l’image animée (CNC) Prancis dan sekolah film La Fémis.

Program ini terdiri dari dua komponen: lokakarya penulisan naskah yang dipimpin oleh konsultan naskah Prancis, Eric Collins, dari La Fémis, dan lab industri yang menampilkan lima profesional film Prancis. Daftar tersebut meliputi Thomas Rosso, Koordinator Umum La Semaine de la Critique di Cannes, Produser Xénia Maingot (Eaux Vives Productions), Jérémie Palanque (Woooz Pictures), Christophe Bruncher (Ici et Là Productions), dan Marine Arrighi de Casanova (Apsara Films).

Proyek-proyek terpilih antara lain "A Mother's Niqab" karya M. Dhaffa Attoriq dari 3 Pulau Pictures, "The Boy with His Mother's Statue" karya Maarij Reka dari Veneirs Films, dan "The First Journey of Grief" karya Daphne dari Aztec Production. Proyek-proyek lain yang terpilih antara lain "The Heirlooms" karya Devina Sofiyanti dari Qun Films, "The Last Dance" karya Fanny Chotimah dari Kembang Gula, dan "What to Wear for My Own Funeral" karya Trinisha Aksa dari Ujung Pandang Studios.

Menjelang tahun 2026, beberapa proyek laboratorium akan dipresentasikan pada pertemuan koproduksi yang diselenggarakan CNC yang melibatkan Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina, dengan total 15 proyek terpilih. Michel Plazanet, Wakil Direktur Urusan Eropa dan Internasional di CNC, berpartisipasi dalam laboratorium tahun ini, menyusul kunjungan Presiden CNC, Gaëtan Bruel, ke Jakarta pada bulan Juli 2025.

La Semaine de la Critique juga telah mengumumkan Next Step Studio Indonesia, sebuah program kreasi bersama film pendek untuk sutradara muda Indonesia yang akan diluncurkan pada Mei 2026.

"Berlandaskan strategi budaya bersama antara Prancis dan Indonesia yang diadopsi oleh kedua Presiden kita Mei lalu di Borobudur, Lab Film Indonesia-Prancis menegaskan komitmen bersama kita untuk mendukung para sineas muda Indonesia, yang mewakili generasi talenta masa depan – 'gelombang baru Indonesia'. Program ini diselenggarakan dan didanai bersama oleh Kementerian Kebudayaan Indonesia, Kedutaan Besar Prancis, dan Aprofi. Dengan kurikulum yang diperkuat dan dukungan kelembagaan yang kuat dari Pusat Sinema Nasional Prancis (CNC) dan La Fémis, yang dianggap sebagai salah satu sekolah film terkemuka di dunia, Lab ini telah menjadi platform penting untuk mendorong peluang produksi bersama yang baru," jelas Fabien Penone, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN.

"Bagi JAFF Market, kehadiran lab ini memperkuat misi kami untuk menjadi titik temu sejati antara talenta Indonesia dan komunitas film global. Hal ini memperdalam peran kami sebagai katalisator – menghubungkan para pembuat film, produser, dan institusi sekaligus menciptakan jalur kreatif jangka panjang. Saya memandang Lab Film Indonesia-Prancis sebagai salah satu kolaborasi paling strategis yang pernah kami bangun. Lab ini memberikan para pembuat film Indonesia akses langsung dan konsisten kepada para mentor, metodologi, dan pendekatan artistik yang telah membentuk beberapa sinema paling berpengaruh di dunia," tambah Gita Fara, Kepala Program JAFF Market.

"Lab Film Indonesia-Prancis merupakan platform luar biasa yang menawarkan kesempatan bagi para pembuat film Indonesia untuk mengembangkan naskah yang kuat, mendorong potensi kolaborasi internasional, dan membawa proyek-proyek Indonesia ke pasar global," ujar Edwin Nazir, Ketua APROFI.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Pesugihan Sate Gagak
Mengejar Restu
Air Mata Mualaf
Now You See Me: Now You Don't

COMING SOON

Hoppers
Dark Harvest
Coyotes
Him