Loading your location

Review Whistle: Film Horor yang Unik dan Menyenangkan

By Ekowi12 Februari 2026

Kurang lebih seperempat abad lalu, sebuah film berjudul Final Destination coba memodifikasi formula DMT (Dead Teenager Movies) dengan menjadikan kematian selaku antagonis, alih-alih memakai pembunuh bertopeng atau monster sebagai perantara guna mencabut nyawa. Dan di awal tahun ini, sebuah film berjudul Whistle sepertinya ingin sedikit memodifikasi kembali premis di atas tadi.

Disutradarai oleh Corin Hardy, Whistle berkisah tentang Chrys Willet (Dafne Keen), seorang siswi baru di SMA yang sedang berusaha menyesuaikan diri setelah pindah ke kota kecil. Saat menata loker barunya, dia menemukan sebuah peluit tengkorak Aztec kuno yang tersembunyi di dalamnya. Bersama teman-teman barunya, Termasuk sepupunya Rel Taylor (Sky Yang) dan Ellie Gains (Sophie Nélisse), Chrys secara tidak sengaja meniup peluit itu.

Tanpa mereka sadari, bunyi yang keluar bukan sekadar suara menyeramkan, tetapi kode yang memanggil manifestasi nasib kematian mereka. Setelah peristiwa itu, masing-masing dari mereka mulai mengalami penglihatan atau penampakan dari versi masa depan mereka. Lantas apa yang terjadi nasib mereka semua?

Bisa dibilang, butuh waktu hingga beberapa puluh menit hingga gagasan dari film ini menemui sasaran. Namun, setelah Whistle “menampakkan” keunikannya dengan menggali lebih dalam konsep soal "dikejar maut" yang nantinya secara subtil menjelaskan segala peristiwa yang terjadi di filmnya, maka daya hiburnya seakan tak lagi bisa dibendung.

Proses menebak-nebak dari mana datangnya sumber bahaya juga tampil semakin menyenangkan, pun semakin rumit, yang bak menunjukkan keusilan sang maut. Ya, kematian nampak bersenang-senang di sini, layaknya predator yang bermain-main dengan mangsa sebelum menerkamnya.

Mungkin memang benar bahwa kematian punya selera humor yang agak sinting. Dan itu benar-benar tertuang di film ini, seiring pendekatan film ini yang cenderung self-aware. Daripada menutupi, Whistle justru dengan sengaja menerapkan berbagai kekonyolan di alurnya, lalu mengajak sobat nonton menertawakannya bersama-sama.

Ya, sobat nonton pastinya telah menyadari benar mengenai apa yang akan didapatkan dari film ini ketika menontonnya. Bukan akting maupun kualitas cerita tingkat tinggi, namun sebuah hiburan sinematik yang cukup memuaskan di mana sobat nonton akan dihadirkan adegan-adegan horror-thrilling pemacu adrenalin. Dan itu semua akan terbayar di sini.

Overall, bagi sobat nonton yang rindu akan premis yang pernah digulirkan di seri-seri Final Destination, maka film Whistle kemungkinan besar akan memuaskan dahaga sobat nonton. Memang bukanlah premis revolusioner yang ingin ditawarkan oleh film ini, tapi setidaknya Whistle mampu meremajakan formula uzur tadi dengan pendekatan yang baru.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

AIUEO MACAM BETOOL AJA
O ROMEO
Waru
Tolong Saya! (Dowajuseyo)

COMING SOON

Into the Deep
Misteri Cek Khodam
Eddington
Semua Akan Baik Baik Saja