Loading your location

Review Qorin 2: Tokoh-tokohnya Solid dan Cerdas

By Ekowi12 Desember 2025

Kesuksesan film Qorin yang dirilis tiga tahun lalu pada akhirnya melahirkan film keduanya yang berjudul Qorin 2. Bukan cuma menawarkan teror, karena film garapan sutradara Ginanti Rona ini juga akan membawa isu sosial yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Naskah film ini tetap ditulis oleh Lele Laila, namun hadir dengan vibes horor slasher yang makin mencekam, meski tetap relate dengan kondisi sosial saat ini.

Film Qorin 2 akan berpusat pada karakter Pak Makmur (Fedi Nuril), seorang pemulung yang hidup sederhana bersama anaknya, Jaya (Ali Fikry). Hidup mereka berubah setelah Jaya menjadi korban bullying di sekolahnya. Sayangnya, pihak sekolah justru memilih bungkam demi menjaga nama baik sekolah.

Putus asa dan merasa tidak ada jalan lain, Pak Makmur akhirnya mengambil langkah ekstrem, memanggil jin qorin-nya sendiri. Tujuannya adalah untuk membalas segala perlakuan yang dialami anaknya. Namun, keputusasaan itu perlahan berubah menjadi kengerian nyata ketika sosok misterius berponco mulai muncul dari balik kegelapan, dan mengincar warga kampung satu per satu.

Bisa dibilang, film ini sudah amat bagus karena berani mengangkat tema yang cukup sensitif namun perlu mendapat perhatian khusus dari masyarakat seperti fenomena bullying antar siswa sekolah. Akan tetapi, hal tersebut rupanya masih tak begitu mendapat penceritaan yang lebih mendalam, yang berakibat pada banyaknya konflik pribadi setiap karakter yang turut dijejalkan dalam film ini.

Tidak hanya itu, sosok jin qorin yang harusnya mendapat sorotan lebih sebagai titik utama dalam cerita juga tak begitu banyak diungkap. Hal ini mungkin tak begitu bermasalah bagi umat muslim yang memang sudah paham akan konsep jin qorin dalam ajaran mereka. Akan tetapi, kekurangan penjelasan ini tentu akan menyulitkan bagi para penonton non-muslim untuk lebih memahami sosok gaib yang satu ini.

Meskipun terasa agak lemah dari segi penceritaan secara umum, akan tetapi film Qorin 2 justru begitu kuat untuk bercerita tentang kisah setiap tokohnya secara personal. Selain cerita setiap tokoh yang solid, hal yang membuat penulis suka pada film ini adalah hampir tak ada adegan yang memperilihatkan para tokohnya mengambil keputusan bodoh.

Biasanya, dalam film horor, pasti ada saja karakter yang disetting untuk salah mengambil keputusan yang membuatnya terjebak dalam kondisi sulit, padahal ia bisa saja memilih hal yang lebih mudah untuk menjauhi masalah tersebut. Nah dalam film Qorin 2, kejadian seperti itu hampir tak ada.

Overall, melalui film ini, para pembuatnya seperti sepakat untuk mengajak para korban bullying agar lebih berani melapor jika mengalami perundungan. Sulit memang dan bahkan hal tersebut masih terbilang tabu di Indonesia. Namun, melalui film ini semoga saja bisa memunculkan keberanian bagi para korban untuk saling mendukung dan menyuarakan apa yang dirasa benar oleh mereka.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

The Housemaid
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
JANUR IRENG: SEWU DINO THE PREQUEL
Cyberbullying

COMING SOON

Labah Labah Merah
The Sheep Detectives
Sadali
Pelangi Di Mars