Review Henrys First Dates: Chemistry Nadech Kugimiya dan Minnie Nicha Ciamik!

Pecinta film komedi romantis mungkin tak asing dengan sebuah film berjudul 50 First Dates yang dibintangi Drew Barrymore dan Adam Sandler. Kabar baiknya, kini Thailand membuat remake dari film top ini. Mengambil judul Henry’s First Dates, film versi Thailand-nya ini akan mendapuk Nadech Kugimiya dan Minnie Nicha atau lebih dikenal dengan Minnie I-DLE sebagai pemeran utamanya.
Cerita dalam Henry’s First Dates akan berpusat pada Henry (Nadech Kugimiya), seorang pria yang tinggal di Phang Nga, Thailand. Ia merupakan anak pemilik sebuah resor dan sedang bersiap untuk mengambil alih bisnis keluarganya. Kehidupan Henry berubah setelah dirinya mengalami kecelakaan. Sejak kejadian itu, ia hanya mampu menyimpan ingatan selama satu hari. Setiap kali bangun pada pagi berikutnya, Henry tidak lagi mengingat kejadian yang dialaminya sehari sebelumnya.
Rutinitas tersebut terus berlangsung sampai Henry bertemu Lucy (Minnie Nicha) di sebuah pantai. Keduanya langsung merasa tertarik dan kemudian menghabiskan waktu bersama. Henry bahkan mengajak Lucy untuk kembali bertemu pada hari berikutnya. Namun, ketika Lucy datang ke lokasi yang telah mereka sepakati, Henry justru tidak mengenalinya. Lucy akhirnya mengetahui kondisi Henry dan memilih untuk tetap berada di sisinya.
Ia memahami bahwa setiap hari hubungan mereka harus dimulai kembali dari awal. Setiap kali Henry kehilangan ingatan, Lucy harus memperkenalkan dirinya lagi dan perlahan membuat Henry kembali jatuh cinta kepadanya. Lantas, berhasilkah upaya Lucy tersebut?
Salah satu kekuatan utama dari Henry’s First Dates tentu saja adalah dari chemistry yang kuat antara Nadech Kugimiya dan Minnie Nicha. Keduanya berhasil menciptakan karakter yang sangat relatable dan memiliki ikatan emosional yang kuat. Nadech, mampu menampilkan sisi yang lebih sensitif dan tulus dalam memerankan Henry.
Di sisi lain, Minnie Nicha berhasil membawakan karakter Lucy dengan sangat meyakinkan. Dia berhasil menggambarkan kepolosan, keceriaan, dan kerentanan Lucy dengan baik, sehingga sobat nonton dijamin dapat ikut merasakan perjuangan Henry untuk tetap dekat dengannya.
Alur pengisahan film ini juga cukup menarik, sebuah perpaduan yang pas antara komedi dan drama romantis. Momen-momen lucu dan menggemaskan banyak ditampilkan di sini, seperti ketika Henry harus memperkenalkan dirinya setiap hari, bergantian dengan adegan-adegan emosional saat Henry berusaha membangun hubungan yang lebih dalam dengan Lucy.
Selain itu, film ini juga ingin menyampaikan pesan yang dalam tentang cinta, penerimaan, dan kesetiaan. Henry harus belajar untuk menerima kondisi Lucy apa adanya dan tetap mencintainya meskipun setiap hari harus memulai dari awal. Hal ini tentunya akan menginspirasi sobat nonton untuk lebih menghargai dan memahami pasangan kalian, terlepas dari segala keterbatasan yang dimiliki.
Latar belakang Phuket yang indah juga menjadi nilai tambah bagi film ini. Pemandangan pantai, sinar matahari, dan suasana santai pulau tropis menciptakan atmosfer yang sempurna untuk cerita romantis yang tengah berkembang di film ini.
Overall, Henry’s First Dates adalah sebuah film komedi romantis yang menghibur sekaligus menyentuh. Perpaduan antara komedi yang segar, drama yang emosional, serta chemistry antara dua pemeran utamanya akan membuat film ini menjadi salah satu karya klasik dalam sinema Thailand. “Old flicks that shouldn’t die” mungkin sebuah kalimat tepat untuk merepresentasikan perasaan penulis terhadap film ini.








