Loading your location

Review Hokum: Atmosfer Menyeramkan dan Gaya Visual Unik Jadi Kekuatan Utama

By Ekowi25 Mei 2026

Mungkin di antara sobat nonton sudah familiar dengan sineas bernama Damian McCarthy. Ya, Damian sendiri memang dikenal lewat karya-karya horor dengan pendekatan yang pelan, atmosferik, serta lebih menekankan sisi psikologis ketimbang mengandalkan kejutan murah. Dua film sebelumnya, Caveat (2020) dan Oddity (2024), sudah cukup membuat namanya diperhitungkan di ranah horor modern.

Dan kini, sambutlah Hokum. Film horor terbaru garapan Damian McCarthy ini ramai dibicarakan oleh para sinefil di luar sana karena digadang-gadang memadukan teror supranatural, misteri psikologis, dan atmosfer mencekam yang bersetting di pedesaan.

Film Hokum sendiri akan menceritakan kisah Ohm Bauman (Adam Scott), seorang penulis novel horor yang pergi ke Irlandia untuk menaburkan abu dari kedua orangtuanya. Dalam perjalanannya, ia menginap di Bilberry Woods Hotel, sebuah penginapan tua terpencil yang dikenal memiliki reputasi menyeramkan.

Setibanya di penginapan, Ohm mendengar legenda tentang seorang penyihir yang konon menghuni kamar bulan madu di tempat tersebut.  Awalnya, Ohm menganggap kisah mistis hotel itu hanya legenda lokal. Namun, suasana perlahan berubah menjadi mimpi buruk ketika ia mulai mengalami kejadian-kejadian aneh yang sulit dijelaskan secara logika. Dari penampakan misterius, suara-suara menyeramkan, hingga rahasia kelam tentang penyihir kuno pun mulai menghantuinya.

Situasi semakin mencekam setelah seseorang menghilang secara misterius tanpa jejak. Kejadian itu lantas mendorong Ohm untuk menyelidiki rahasia yang tersembunyi di balik penginapan, sekaligus mengungkap keterkaitannya dengan masa lalu yang selama ini coba ia lupakan.

Opening sequence dari Hokum adalah salah satu bagian yang paling penulis suka, karena sequence ini terasa begitu kuat, menegangkan dan dieksekusi dengan sangat baik, sehingga membuat seluruh perhatian kita terpaku pada cara sang sutradara dalam menyusun alurnya, serta atmosfer mencekam yang membalutinya.

Tapi tidak hanya dalam sequence pembukanya saja, karena Damian McCarthy juga berhasil mempertahankan seluruh mood creepy di sepanjang film sambil sesekali menyelipkan citra-citra menyeramkan serta satu-dua jumpscare yang efisien lewat pengaturan yang minimalis.

Namun, sudah jelas kalau jumpscare bukanlah modal kengerian dalam Hokum, karena Damian McCarthy adalah master pencipta atmosfer menyeramkan. Kita juga akan dibuat menyukai cara sang sutradara dalam menyusun misteri dari kisah yang sederhana ini sambil membeberkan satu persatu petunjuk secara perlahan agar sobat nonton dapat menghubungkan sendiri informasi yang telah disediakan sebelumnya.

Sayangnya, masih ada beberapa kelemahan film ini di sektor plotnya, terutama ketika sudah semakin banyak informasi yang terungkap. Tapi, apapun itu, Hokum lagi-lagi membuktikan bahwa Damian McCarthy memanglah seorang pembuat film yang berbakat dan sangat memahami cara memaksimalkan semua sumber daya dengan efektif. Sama seperti dua filmnya yang sebelumnya, atmosfer menyeramkan dan gaya visual adalah kekuatan utama dari Hokum.

Hal di atas tadi benar-benar didukung oleh sinematografi, permainan cahaya dan bayangan, pengeditan, musik, special effect, hingga desain produksi yang saling melengkapi dalam membangun kengerian. Dua tahun terakhir ini mungkin adalah tahun-tahun yang produktif dan penuh kejutan bagi genre horor, dan Hokum menjadi salah satu penyumbangnya. Hokum juga seakan menjadi bukti bahwa sebanyak apa pun film horor yang telah kita konsumsi, namun bukan berarti kita telah mengetahui segalanya. Dan Hokum adalah sebuah sajian yang bakal meruntuhkan arogansi tersebut.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Keluarga Suami Adalah Hama
THE BELL : PANGGILAN UNTUK MATI
Project Hail Mary 2026
GOHAN

COMING SOON

TINA
Strange World
Coco 2
Dune: Part Three