Loading your location

Review Resident Evil: Waralaba Versi Baru yang Sangat Menyegarkan!

By Ekowi17 September 2026

Film Resident Evil ini tentunya telah menjadi perbincangan banyak orang menjelang tayang di bioskop tanah air. Bagaimana tidak, karena film reboot kedua dari waralaba Resident Evil ini digarap oleh sineas Zach Cregger, yang sebelumnya dikenal lewat film horor Weapons, dan akan menghadirkan cerita orisinal yang tidak terikat langsung dengan film maupun game sebelumnya, meski tetap terinspirasi dari nuansa game-game awal Resident Evil.

Cerita dalam Resident Evil versi tahun 2016 ini akan berpusat pada Bryan (Austin Abrams), seorang kurir medis yang mendapat tugas mengantarkan sebuah kontainer berisi barang penting ke Raccoon General Hospital di Raccoon City pada suatu malam musim dingin. Dalam perjalanan melintasi pegunungan, perhatiannya teralihkan hingga ia tanpa sengaja menabrak seorang perempuan di jalan.

Berniat menolong dan membawa korban ke rumah sakit, Bryan justru mendapati kenyataan yang jauh lebih mengerikan. Warga kota mulai berubah menjadi makhluk buas menyerupai monster, dan Raccoon City yang tadinya tampak sepi berubah menjadi arena bertahan hidup. Sepanjang malam itu, Bryan pun harus mengandalkan naluri bertahan hidupnya dengan sumber daya yang sangat terbatas untuk lolos dari kejaran para makhluk terinfeksi virus tersebut.

Well, apa yang membuat Resident Evil versi Zach Cregger ini berbeda dari film survival horor mainstream? Menurut penulis, kelebihan dari film Ini bukan hanya perihal sosok misterius atau monster yang tiba-tiba saja muncul. Sang sutradara rupanya mencoba jalan lain, yakni memainkan horor psikologis yang akan membuat sobat nonton menjadi takut dengan pikiran sobat nonton sendiri.

Masih ada jumpscare memang, tapi ditempatkan dengan pas dan tidak murahan. Plus, ada sentuhan komedi gelap khas Zach Cregger yang akan membuat sobat nonton tertawa canggung di tengah-tengah ketegangan. Bayangkan, sebuah posisi ketika menonton, kalian bakalan takut, tapi juga ngakak secara bersamaan.

Secara visual, Resident Evil punya vibe yang gelap tapi tetap estetik. Sinematografinya memang coba bermain-main dengan bayangan serta pencahayaan yang membuat suasana makin mencekam. Hal itu didukung oleh scoringnya yang juga mendukung mood. Scoringnya minimalis tapi haunting, membuat bulu kuduk berdiri tanpa harus terdengar berlebihan.

Selain membuat takut, Resident Evil juga turut menyelipkan pesan sosial tentang trauma dan paranoia. Ditambah, ada elemen tentang manipulasi narasi yang akan membuat kita semua berpikir, “Apa yang benar-benar nyata di cerita ini?” Ya, film ini tak hanya memberikan horor, tapi juga akan mengajak kita untuk berefleksi.

Bisa dibilang, Resident Evil ialah film tentang kegelapan. Dia akan mengambil banyak wujud di sepanjang 1 jam 34 menit durasi film ini. Entah sebagai misteri yang belum kita ketahui jawabannya, rahasia mencengangkan yang karakternya pendam, atau secara literal, yakni kegelapan yang mencekam di tiap sudut Raccoon City. Beberapa kali, Zach Cregger juga akan membiarkan sobat nonton memandang ke satu titik gelap untuk beberapa lama, sebelum membiarkan sosok menyeramkan perlahan keluar dari balik kehampaan. 

Resident Evil juga tidak butuh gore dengan kuantitas berlebih agar bisa tampil seru. Namun, sekalinya hal tersebut mengisi layar, sadisme selalu hadir dengan dampak yang besar, sebagaimana dibuktikan oleh klimaksnya yang amat memuaskan. Itulah momen saat segala bentuk kegelapan sarat tanda tanya, sepenuhnya tersapu oleh nyala terang dari cahaya.

Secara keseluruhan, Resident Evil adalah sebuah karya film yang menyegarkan di tengah pasang surutnya industri Hollywood yang didominasi film-film waralaba yang tidak ada habisnya. Resident Evil versi Zach Cregger ini akan membuat kita sebagai penggemar film menjadi percaya bahwa seni film masih bisa dieksplorasi dengan bentuk serta variasi yang segar.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Hope
Paket Santet
Jangan Lupa Bahagia
Autopsy Dead Body Can Talk

COMING SOON

Once Upon a Time in the Middle East
Harga Teman
Laut Bercerita
BOLA PINOAMA