Review Warkop DKI: ViRaLiN dOoOoNg..!!: Hadirkan Vibes Film-film Warkop DKI Jaman Dulu ke Dalam Bentuk Modern

Selama puluhan tahun, trio Dono, Kasino, Indro identik dengan komedi situasi dan slapstick yang begitu khas. Lalu, bagaimana jadinya kalau mereka masuk ke dunia content creator, media sosial, dan budaya viral? Itulah yang diusung oleh film berjudul Warkop DKI: ViRaLiN dOoOoNg..!!, yang tayang di bioskop mulai pekan ini.
Film Warkop DKI kelima yang diproduksi oleh Falcon Pictures ini dibesut oleh Herwin Novianto. Sineas berpengalaman yang membesut Kang Mak from Pee Mak. Bukan hanya menawarkan sajian komedi, Warkop DKI: ViRaLiN dOoOoNg..!! akan menggabungkan unsur horor, misteri, budaya lokal, dan fenomena media sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Warkop DKI: ViRaLiN dOoOoNg..!! akan mengikuti kisah Dono (Deddy Mahendra Desta), Kasino (Vino G Bastian), dan Indro (Tora Sudiro) yang mengalami masalah ekonomi. Ketiganya kehilangan pekerjaan akibat kesalahan yang mereka lakukan saat bekerja. Situasi tersebut membuat mereka mencari cara baru untuk mendapatkan penghasilan.
Di tengah maraknya fenomena kreator konten yang mendadak terkenal lewat media sosial, mereka melihat peluang besar dari dunia digital.
Dono, Kasino, dan Indro kemudian memutuskan banting setir menjadi content creator. Mereka mulai membuat berbagai video dengan harapan bisa menarik perhatian publik dan memperoleh keuntungan dari popularitas di internet.
Sayangnya, berbagai konten yang mereka produksi tidak memberikan hasil sesuai harapan. Video demi video yang mereka unggah gagal mendapatkan perhatian besar dari pengguna media sosial. Di tengah usaha yang terus menemui jalan buntu, Kasino menemukan sebuah ide baru yang dianggap mampu menarik banyak penonton. Ia mengusulkan konsep yang menggabungkan unsur horor dengan drama keluarga. Karena tema tersebut dianggap dekat dengan penonton digital.
Rencana itu membawa mereka menuju sebuah desa terpencil yang berada di sebuah pulau. Lokasi tersebut dipilih sebagai tempat produksi video karena dianggap cocok untuk menghadirkan suasana misterius yang mereka butuhkan. Namun, situasi berubah ketika berbagai kejadian aneh mulai muncul di sekitar lokasi syuting. Kehadiran sosok-sosok misterius pun membuat suasana di desa semakin tidak biasa.
Di tengah usaha mencari jalan keluar, mereka menemukan fakta bahwa teror tersebut berkaitan dengan masa lalu yang belum terselesaikan. Ada kisah lama yang masih menyimpan banyak pertanyaan dan membutuhkan jawaban. Perjalanan mereka kemudian tidak lagi sekadar tentang membuat konten viral. Mereka justru terlibat dalam usaha mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi di desa tersebut.
Bisa dibilang, para pembuat film ini seperti bekerja lebih mudah tatkala mengembangkan lelucon berdasarkan problematika yang cenderung dekat dengan realita. Humornya kreatif, bahkan acap kali mengecoh ekspektasi. Di sini pula filmnya memanfaatkan kepemilikan Falcon Pictures atas deretan kekayaan intelektual terkenal, guna menyelipkan beberapa easter egg menggelitik.
Selain itu, film ini juga merupakan bentuk modernisasi. Warkop DKI bukan lagi hanya milik generasi tua maupun orang dewasa, walau kesan "kekinian" itu agak diganggu oleh kehadiran humor-humor yang masih terkesan outdated. Namun, setidaknya masih ada beberapa bentuk modernisasi lain yang layak diapresiasi, dari lagu-lagu ikonik Warkop DKI yang dibuat ulang tanpa menghapus identitasnya, sampai performa para aktor yang terdengar luar biasa mirip dengan trio legendaris yang mereka perankan. Semua itu memastikan bahwa warisan Warkop DKI akan terus lestari dari generasi ke generasi.
Barangkali, sedari awal, niat Falcon Pictures untuk membuat film ini hanyalah untuk melestarikan Warkop DKI, bukan membuat ulang film Warkop, apalagi menyaingi. Jadi, aktor sehebat apapun akan sulit menyetarakan kelucuan Dono, Kasino, dan Indro yang sedari dulu sudah sangat kocak. Sebagus apapun skripnya, sehebat apapun aktornya, barangkali mereka hanya menjalankan dialog dan bukan tampil sebagai pelawak yang visinya berlakon untuk membuat penonton tertawa seperti yang Dono, Kasino, Indro lakukan di masa lampau.
Akan tetapi, film ini masih tetap memiliki nilai plus lainnya. Ya, salah satu kekuatan dalam setiap film Warkop DKI adalah kedekatannya dengan masyarakat. Walaupun mengambil sudut pandang yang berbeda-beda, namun mereka mengambil garis merah yang sama: merepresentasikan masalah yang terjadi di masyarakat pada waktu itu. Dan untuk hal ini, Herwin Novianto selaku sutradara sukses melakukan tugasnya.
Dan pada akhirnya, terlepas dari segala kekurangan film ini, untuk sekadar menjadi paket hiburan, film ini masih sangat amat layak untuk dinikmati, karena Warkop DKI: ViRaLiN dOoOoNg..!! jelas cukup rapih ketimbang seri Warkop DKI Reborn sebelumnya yang super berantakan secara cerita. Lewat film ini, rumah produksi Falcon Pictures berhasil untuk mengajak kita merasakan kembali vibes film-film Warkop DKI jaman dahulu ke dalam bentuk modern.








