Loading your location

Review Jumbo: Lucu, Seru, Haru, dan Menyenangkan

By Ekowi03 April 2025

Film animasi berjudul Jumbo pastinya menjadi salah satu tayangan Lebaran yang paling dinanti oleh sobat nonton. Animasi besutan komika Ryan Adriandhy yang telah digarap sejak tahun 2020 ini konon dibuat oleh lebih dari 420 kreator asal dalam negeri.

Film Jumbo akan menceritakan seorang bocah yatim piatu berusia 10 tahun bernama Don (Prince Poetiray). Tubuhnya yang gempal membuatnya kerap kali dipanggil Jumbo. Don ditinggalkan sebuah buku kisah pengantar tidur berjudul "Pulau Gelembung" oleh ayah (Ariel Noah) dan ibunya (Bunga Citra Lestari).

Kerap dirundung teman-temannya, sang Jumbo pun berambisi membuktikan kebolehannya dengan membuat pentas seni dari buku cerita tersebut dengan lagu buatan ibunya. Ditemani Oma (Ratna Riantiarno) dan kedua sahabatnya, Mae (Graciella Abigail) dan Nurman (Yusuf Özkan), Don berusaha mewujudkan keinginannya tersebut.

Namun, salah satu perundungnya, Atta (Muhammad Adhiyat), mencuri buku Don. Dalam kebingungan ketiga sahabat itu, mereka lalu bertemu dengan Meri (Quinn Salman), arwah gadis kecil yang terpisahkan dari orang tuanya. Don dan Meri pun sepakat untuk saling membantu. Namun, tentunya banyak halangan dan rintangan dalam misi mereka tersebut.

Hangat dan dipenuhi oleh nilai-nilai baik, itulah dua hal yang mencuri perhatian dari film animasi ini. Ya, Jumbo adalah film animasi asli Indonesia yang bukan hanya bagus secara kualitas visualnya, tapi juga memiliki cerita tentang kasih sayang dan pertemanan yang lintas usia. Tema evergreen yang meski tidak baru, namun tetap memikat.

Jumbo jelas merupakan sebuah kejutan di tengah maraknya genre film populer Indonesia. Berani beda, tayang saat momen di mana demografi penonton film Indonesia sudah terbaca arah minatnya, tetapi masih tetap ramai ditonton. Artinya, pesona film ini berhasil memikat banyak orang, terutama penonton anak-anak.

Jika boleh jujur, dari sekian banyak film animasi buatan Indonesia yang pernah penulis tonton, baru Jumbo yang paling berkesan. Bermain di ranah fantasi, ceritanya mampu dikemas dengan sangat baik. Ringan dan meminimalisir pengambilan sudut pandang orang dewasa. Film ini secara tidak langsung sudah menetapkan benchmark bagi kualitas animasi lokal.

Selain visualnya yang bagus, pengisi suara dan penulisan dialognya pun layak mendapatkan apresiasi yang tinggi. Pemilihan dialog-dialognya bagus, susunan kalimatnya mengalir, pengucapannya tidak kaku, dan yang terpenting, emosinya sungguh berhasil. Hal terakhir tadi yang membuat film ini terasa lebih hidup.

Overall, Jumbo adalah film keluarga yang sebenar-benarnya bisa menjadi momen bonding antara orangtua dan anak-anaknya di dalam bioskop. Lucu, seru, mengharukan, dan menyenangkan. Bahagia sekali rasanya tatkala menonton film ini.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Snow White
Ne Zha 2
Komang
Conclave

COMING SOON

Avatar: Fire and Ash
The Amateur
Pelangi Di Mars
The Shadow's Edge (2025)