Loading your location

Review 5 Centimeters per Second: Anime Bertema Cinta dengan Artwork yang Mengagumkan

By Ekowi18 Januari 2026

Bagi para penggemar animasi asal negeri Sakura, pasti sudah tak asing lagi dengan judul 5 Centimeters per Second. Film animasi Jepang bergenre drama romantis arahan sutradara, produser, dan penulis naskah Makoto Shinkai ini pernah mendapatkan penghargaan Best Animated Feature Film pada ajang Asian Pacific Screen Awards 2007.

Nah, setelah hampir 20 tahun, karya Makoto Shinkai ini siap dirilis kembali di bioskop Indoesia mulai 16 Januari ini. 5 Centimeters per Second akan menceritakan kisah Takaki Tono (Kenji Mizuhashi) dan Akari Shinohara (Yoshimi Kondou), dua anak sekolah yang saling menyukai. Sayangnya, keadaan memaksa mereka terpisah jarak sejak usia muda. Meski awalnya masih berkomunikasi lewat surat, waktu dan kesibukan perlahan membuat hubungan mereka renggang.

Cerita kemudian berlanjut ke fase remaja Takaki yang mulai menyadari bahwa ia sulit melupakan Akari, meskipun hidupnya terus berjalan. Di bagian terakhir, Takaki diceritakan sudah dewasa dan bekerja di Tokyo, namun perasaan hampa dan bayang-bayang masa lalu masih terus mengikutinya. Anime ini kemudian akan menggambarkan bagaimana perasaan manusia bisa tertinggal di satu titik waktu, sementara dunia harus terus bergerak maju.

Sejatinya, film anime ini ingin menunjukkan bahwa cinta pertama, terutama jika disertai dengan kehilangan dan jarak, dapat meninggalkan bekas yang mendalam. Meski karakter Takaki dan Akari mencoba melanjutkan hidup masing-masing, namun perasaan tadi akan tetap melekat dan memengaruhi keputusan-keputusan mereka di masa depan.

Anime ini juga menawarkan pengalaman sinematik yang memukau. Alur ceritanya yang realistis, dijamin akan membuat sobat nonton terhubung dengan kehidupan sehari-hari. Visualisasi dan sinematografi yang apik juga berhasil membantu menciptakan suasana yang mirip dengan film-film live action. Di sisi lain, monolog sastra dalam surat-surat di film ini sangat memikat dengan keindahan kata-katanya, seolah membawa sobat nonton dalam aliran puisi yang mendalam.

Meski dengan cerita yang cukup sederhana dan dibalut oleh durasi yang tidak terlalu panjang, namun film ini bisa dibilang berhasil menjadi salah satu anime paling "mengalir" yang pernah penulis tonton selama ini. Tapi sebagai catatan, jika sobat nonton ingin menonton film yang menampilkan banyak dialog antar karakternya, maka anime ini mungkin kurang cocok. Karena di sepanjang durasi film ini, tidak banyak obrolan yang tercipta antar karakternya dan lebih banyak berfokus pada isi hati dan permasalahan dari masing-masing karakter.

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas tadi, artwork yang tersaji dalam 5 Centimeters per Second memang digarap dengan sangat mengagumkan. Adegan hujan salju di segmen pertama, pedesaan Jepang di segmen kedua, dan bunga berguguran di segmen ketiga, tergambar indah dan terkesan nyata. Tata visual yang cantik ini turut didukung oleh para pengisi suara yang melebur dengan karakternya masing-masing.

Musik gubahan Tenmon juga turut berperan dalam mengaduk-aduk emosi penonton. Pemilihan lagu lawas dari Masayoshi Yamazaki berjudul One More Time, One More Chance sebagai lagu penutup juga terasa pas mengiringi montage yang getir. Naskah racikan Makoto Shinkai memang layak dihujani pujian, terutama dalam keberaniannya menyuguhkan ending yang berpotensi menimbulkan kontroversi, terutama di antara sobat nonton yang mengharapkan kisah happily ever after atau konklusi yang memuaskan seputar hubungan Takaki dan Akari.

Akhir kata, 5 Centimenters per Second menjadi bukti lain bahwa sebuah anime bukan hanya bisa dikonsumsi oleh anak-anak. Dengan jalan cerita yang ditawarkan, 5 Centimeters per Second coba menyasar segmentasi penonton dewasa yang memiliki pemikiran yang lebih terbuka mengenai cinta dan enggan disuguhi oleh cerita cinta picisan belaka. Selesai menontonnya, sobat nonton pun seakan diminta untuk memaknai kembali arti dari cinta, kebahagiaan, dan kedewasaan itu sendiri.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Penerbangan Terakhir
JANUR IRENG: SEWU DINO THE PREQUEL
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
The Housemaid

COMING SOON

Andong Pocong
TAJ MAHAL: AN ETERNAL LOVE STORY
The Bride
KAFIR: Gerbang Sukma