Loading your location

Review Operasi Pesta Copet: Fresh, Seru, dan Keren

By Ekowi29 Agustus 2026

Film Indonesia kembali menghadirkan cerita dengan konsep yang cukup unik lewat Operasi Pesta Copet yang tayang di bioskop tanah air mulai pekan ini. Disutradarai oleh Edy Khemod, film ini akan menggabungkan unsur komedi, kriminal, persahabatan, dan drama sosial dengan latar sebuah festival musik besar.

Operasi Pesta Copet akan mengikuti kisah empat pencopet muda, yakni Ijal (Iqbaal Ramadhan), Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba), yang berada dalam situasi ekonomi yang sulit. Tekanan hidup membuat mereka nekat mengambil jalan kriminal dengan merencanakan aksi pencopetan besar-besaran di sebuah festival musik.

Target mereka adalah Pestapora, sebuah festival musik yang dikenal menghadirkan banyak musisi dan dipenuhi puluhan ribu penonton. Mereka berusaha mempelajari seluk-beluk dunia musik agar bisa menyamar sebagai penikmat konser, sekaligus melancarkan aksi pencopetan tanpa menimbulkan kecurigaan.

Namun, persoalan yang mereka hadapi bukan sekadar bagaimana mengambil barang milik orang lain tanpa ketahuan. Persahabatan mereka juga diuji ketika rencana yang awalnya terlihat sederhana mulai berhadapan dengan berbagai situasi tidak terduga.

Lagi-lagi rumah produksi Imajinari berhasil mempersembahkan sesuatu yang genuinely fresh, seru, dan keren. Menurut penulis, konsep film ini sangatlah menarik. Kapan lagi kita menonton film tentang sekelompok copet yang beroperasi di tengah konser sebesar Pestapora? Dari premisnya saja sudah membuat penasaran. Dan ternyata, Operasi Pesta Copet bukan hanya berhasil memenuhi ekspektasi, tapi beberapa bagiannya malah berhasil melebihi ekspektasi tersebut.

Salah satu hal yang paling dapat kita apresiasi adalah totalitas para pemainnya. Menurut penulis, tidak ada aktor yang bermain setengah-setengah di sini. Iqbaal Ramadhan benar-benar total sebagai karakter Ijal, dari makeup, kostum, hingga penampilannya berhasil membuat karakternya terlihat dekil dan hidup. Tapi kalau kita berbicara siapa yang paling mencuri perhatian, tentu saja Kristo Immanuel absolutely carries this movie.

Sementara itu, hal lainnya yang akan membuat kita kagum ialah bagian editingnya. Penulis menyukai bagaimana film ini menggunakan transisi yang smooth tanpa terasa dipaksakan. penambahan elemen-elemen kecil di tiap scene juga membuat scenenya terasa lebih hidup dan tidak pernah kosong. Apalagi ketika filmnya mulai benar-benar membawa kita masuk ke atmosfer konsernya. Penulis bahkan beberapa kali dibuat merinding, karena filmnya berhasil menangkap energi konser musik dengan sangat baik.

Tapi tentu saja film ini masih memiliki sedikit celah. Ya, agak disayangkan ketika plot tentang karakter Ijal dan ibunya tidak digali lebih jauh, karena menurut penulis, sebenarnya ada potensi emosional yang besar sekali di bagian tersebut. Hubungan mereka berdua terasa seperti memiliki kisah yang bisa dibuat lebih dalam lagi. Penulis juga masih menemukan beberapa dialog yang terdengar cringe, terutama di bagian akhir. Belum lagi ada beberapa momen yang masih terasa kurang natural dan sedikit mengganggu momentum yang sebenarnya sudah dibangun dengan bagus sedari awal.

Tapi apapun itu, Operasi Pesta Copet adalah tipe film yang penulis ingin dapatkan lebih banyak dari perfilman indonesia. Konsepnya unik, eksekusinya berani, castnya total, dramanya memiliki hati, serta dibalut oleh editing yang kreatif. Memang masih ada beberapa hal yang masih bisa dibuat lebih matang. Namun semua itu tidak sampai menghilangkan betapa serunya pengalaman menonton film ini. Operasi Pesta Copet jelas menjadi salah satu film Indonesia yang paling fresh yang dirilis belakangan ini.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Perumahan Laddaland
Harusnya Horor
PAW Patrol: The Dino Movie
MOJOKU HILANG

COMING SOON

High Rollers
IBU MENELEPONMU KARENA RINDU, BUKAN MENGGANGGU
Siksa Dunia
TINA