Loading your location

Review Greenland 2: Migration: Lebih dari Sekedar Film Bencana

By Ekowi08 Januari 2026

Menginjak usia 56 tahun, sangat terlihat bahwa fisik Gerard Butler tak lagi seprima dulu sebagai seorang jagoan aksi. Biarpun berkarisma, dia bukanlah Liam Neeson, yang berkat wibawa tingkat dewa, mampu menutupi kelemahan fisik, sekalipun sudah uzur. Butler mengambil keputusan cerdik saat memutuskan terlibat di film Greenland lima tahun silam. Keputusan yang mungkin bisa memperpanjang karirnya, supaya tak semata bergantung pada seri “Has Fallen”.

Kini, sekuel Greenland yang diberi tajuk Greenland 2: Migration pun telah dirilis di bioskop-bioskop tanah air. Disutradarai oleh Ric Roman Waugh dengan skenario yang ditulis oleh Chris Sparling dan Mitchell LaFortune, film bencana ini merupakan kelanjutan langsung dari film pertamanya.

Setelah berhasil selamat dari hantaman komet yang meluluhlantakkan Bumi, keluarga Garrity yang terdiri dari John (Gerard Butler), Allison (Morena Baccarin), dan putra mereka, Nathan (Roman Griffin Davis) kini harus menghadapi ujian yang jauh lebih berat. Bunker perlindungan di Greenland yang sempat menjadi harapan terakhir mereka, kini berubah menjadi perangkap. Dengan persediaan logistik yang kian menipis dan ancaman badai radiasi yang mematikan, bertahan di bawah tanah bukan lagi pilihan.

Terpaksa keluar ke permukaan, keluarga Garrity disambut oleh pemandangan dunia yang tak lagi mereka kenali. Bumi telah berubah menjadi gurun es yang tandus dan senyap akibat fenomena impact winter. Di tengah suhu ekstrem yang membekukan, mereka harus memulai perjalanan berbahaya melintasi sisa-sisa benua Eropa untuk mencari "New Hope", sebuah pemukiman legendaris yang dirumorkan berada di area kawah besar dengan perlindungan radiasi alami dan sumber air bersih. Lantas, berhasilkah mereka mencapai tempat tersebut?

Premis film ini sebenarnya sudah usang jika mengikuti tren perfilman hari ini. Namun, bedanya, Greenland 2: Migration hadir dengan lapisan premis yang baru, yang dalam beberapa tahun terakhir ini sudah jarang diangkat. Langkah ini merupakan salah satu hal berani dari Ric Roman Waugh selaku sutradara. Terlebih, ketika film bencana saat ini sedang gandrung mengangkat tema soal virus, Ric Roman Waugh hadir dengan premis ancaman komet yang menghantam Bumi.

Saat membaca sinopsis di atas, mungkin di antara sobat nonton ada yang langsung teringat dengan film-film bertema kiamat seperti 2012 atau San Andreas. Akan tetapi, tidak seperti kedua judul tadi yang menunjukkan bahwa villain dalam film adalah bencana alam itu sendiri. Karena dalam Greenland 2: Migration, akan digambarkan bahwa musuh terbesarnya adalah keserakahan manusia.

Ya, unsur bencana di film ini hanyalah latar, bukan poin utama. Sebaliknya, permasalahan manusia di dalamnya justru akan ditampilkan berlapis-lapis. Mungkin, treatment dari Ric Roman Waugh ini akan terdengar klise, tapi percayalah, hal di atas tadi nyatanya tetap mampu menambah rasa emosional kita terhadap tiap karakter yang ditampilkan di layar.

Gerard Butler sebagai John berhasil menghadirkan empati penonton. Bahkan, kehadirannya jadi salah satu yang membuat film ini berhasil. Sebagai sosok ayah dan suami yang tak sempurna, John digambarkan selalu berusaha memperbaiki kekurangannya tadi. Sementara untuk Morena Baccarin, menjadi sosok ibu tunggal yang berusaha bertahan hidup demi sang anak amat terlihat jelas dari ekspresi dan dialog yang dilontarkan. Dia harus kuat demi anaknya, meski di dalam lubuk hatinya juga butuh untuk dilindungi.

Pada akhirnya, Greenland 2: Migration bukanlah sekadar sebuah film bencana, karena film ini adalah sebuah cerita tentang cinta, komitmen, dan kekuatan humanisme di hadapan ancaman besar. Dengan plot yang kompleks dan karakter yang multidimensi, film ini akan menawarkan pengalaman menonton yang intens dan emosional.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

We Bury the Dead
Dusun Mayit
MALAM 3 YASINAN
Zootopia 2

COMING SOON

Kejarlah Janji
The Simpsons Movie 2
Dilan ITB 1997
Return to Silent Hill