Loading your location

Review Hope: Sajikan Ketegangan dengan Selipan Komentar Sosial dan Aspek Teknis Menawan

By Ekowi10 September 2026

Sukses dengan film The Wailing yang dirilis pada 2016 silam, kali ini Sutradara Na Hong Jin kembali dengan film terbarunya bertajuk Hope yang tayang di bioskop Indonesia mulai pekan ini. Menggabungkan unsur fiksi ilmiah, horor, thriller, aksi, dan misteri, film ini akan menghadirkan kisah bertahan hidup di sebuah desa pelabuhan terpencil yang mendadak diteror makhluk asing.

Film Hope akan berkisah tentang kehidupan warga Hopo Port, sebuah desa pelabuhan terpencil di dekat kawasan DMZ, yang mendadak dilanda teror setelah muncul ancaman misterius yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. Semuanya bermula ketika para pemuda desa melaporkan kemunculan sosok yang awalnya diduga seekor harimau.

Di saat yang sama, sebagian besar personel bantuan sedang dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan sehingga desa harus menghadapi situasi darurat dengan sumber daya yang terbatas. Kepala pos polisi setempat, Bum-seok (Hwang Jung Min), bersama petugas baru Sung-ae (Jung Ho Yeon), dikerahkan untuk menyelidiki fenomena tersebut. Situasi kian genting setelah bala bantuan dialihkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan seluruh jalur komunikasi desa terputus total.

Di sisi lain, sekelompok warga yang dipimpin Sung-ki (Zo In Sung) justru masuk ke hutan pegunungan untuk melacak makhluk misterius itu. Namun, mereka malah balik diburu oleh sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari yang mereka bayangkan. Ketegangan pun semakin meningkat drastis, yang semula hanya tentang misteri hilangnya ternak warga, kini berubah menjadi tragedi berskala kosmis yang mengancam seluruh keberadaan desa.

Well, ada sentuhan yang berbeda dalam film terbaru persembahan dari Na Hong Jin ini. Hadir dalam skala produksi yang terasa mendekati ukuran blockbuster dan jelas jauh lebih megah jika dibandingkan film-filmnya sebelumnya, Hope rupanya menghadirkan usaha sang sutradara untuk menghadirkan kisah misteri akan makhluk angkasa luar yang terinspirasi film-film semacam Close Encounters of the Third Kind, Signs, atau Nope.

Pastinya juga merupapaka sebuah ranah pengisahan baru yang dipenuhi oleh berbagai ide eksentrik khas sang sutradara dengan sejumlah sentilan akan isu sosial dan politik yang, tentu saja, selalu mampu diselipkan Na Hong Jin dalam setiap penuturan film-filmnya. Selain Close Encounters of the Third Kind, Na Hong Jin juga terasa merangkai Hope sebagai sebuah sajian kisah petualangan ala film arahan Spielberg lainnya yang berjudul Jaws, mulai dari penggambaran sosok misterius nan mematikan yang menjadi sumber ketakutan utama dalam linimasa pengisahan film, usaha dari sekumpulan karakter untuk menemukan titik kelemahan dari sosok misterius yang menakuti mereka, hingga serangkaian teror yang memberikan pacuan adrenalin pada alur pengisahan Hope.

Namun, di saat yang bersamaan, berbeda dengan Spielberg yang menorehkan kisah Jaws sebagai sajian hiburan yang kental, Na Hong Jin coba bergumul dengan sejumlah metafora yang membawakan satir sosial yang memang sepertinya telah menjadi ciri khusus dari film-film yang ditulis dan diarahkan olehnya. Tidak lantas bermakna buruk memang, namun garapan satir Na Hong Jin dalam Hope ternyata masih tidak sekuat paparan yang pernah dihadirkan dalam film-film yang ia arahkan sebelumnya.

Walau secara cerita bakal menghasilkan kesan yang berbeda bagi setiap penonton, namun salah satu hal yang patut diapresiasi dari film ini adalah scoring-nya. Hope bukanlah tipe film yang mengandalkan jumpscare semata untuk membuat sobat merasa takut. Apalagi, alien yang muncul di film ini juga tidak memiliki wujud yang menyeramkan.

Berhubung tidak mengandalkan jumpscare, Na Hong Jin coba membangun kengerian Hope lewat scoring-nya. Scoring yang ditampilkan pun tidak selalu terdengar jor-joran di sepanjang film, bahkan ada beberapa adegan yang terdengar cukup sunyi. Akan tetapi, ketika memasuki adegan menakutkan, scoring yang dikeluarkan begitu maksimal hingga mampu membangkitkan keresahan dari kita sebagai penontonnya.

Akhir kata, Hope adalah sebuah film thriller fiksi ilmiah yang menjadi wadah bagi Na Hong Jin dalam mencoba-coba formula extraterrestrial terror. Berhasil atau tidak, semuanya bergantung dari perspektif sobat nonton. Walau begitu, film ini masih tetap terasa enjoyable bagi sobat nonton yang mendambakan ketegangan dengan selipan komentar sosial serta aspek teknis menawannya.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

SUANGGI: ILMU KUTUKAN
Dan bandung
Spider-Man: Brand New Day
MIRZAPUR

COMING SOON

Rich Flu
24 Jam Bersama Gaspar
Pirunduk
Mawang: Jangan Sebut Namanya