Review Ayah, Aku Mau Cerita: Penuh Teka-Teki dan Kejutan yang Sulit Ditebak

Ayah, Aku Mau Cerita merupakan judul film Indonesia terbaru yang akan mengangkat kisah keluarga dengan balutan thriller kriminal. Film yang disutradarai sekaligus ditulis oleh Danial Rifki ini menghadirkan Vino G. Bastian dan Marsha Timothy sebagai dua tokoh yang berada di sisi berlawanan.
Film Ayah, Aku Mau Cerita akan berfokus pada kehidupan Andi Budiman (Vino G. Bastian), seorang ayah sederhana yang tinggal bersama istri dan kedua anaknya di Desa Banaran. Kehidupan keluarga tersebut awalnya berjalan tenang. Namun, semuanya berubah ketika putri remaja Andi menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh seorang pemuda.
Dalam situasi tersebut, sang putri berusaha membela diri hingga insiden itu berakhir dengan kematian pemuda tersebut. Persoalan kemudian menjadi semakin rumit setelah diketahui bahwa pemuda yang meninggal merupakan putra tunggal seorang Kapolres.
Kematian tersebut membuat polisi mulai melakukan penyelidikan. Andi pun harus menghadapi situasi yang mengancam keluarganya, terutama karena kasus tersebut melibatkan pihak yang memiliki kekuasaan.
Bisa dibilang, Indonesia seperti sedang mengikuti Korea Selatan atau India, di mana dua negara tersebut seperti memiliki sentimen tersendiri pada aparat penegak hukum di negaranya, sehingga sering menampilkan peran oknum polisi sebagai antagonis utama di film-film yang diproduksi.
Film ini menjadi sangat nyata karena menampilkan tokoh-tokoh yang sering dijumpai sehari-hari dalam kehidupan kita sebagai pendukung alur cerita yang sangat krusial. Dari mulai seorang kondektur bus, resepsionis hotel, dan banyak lagi karakter lainnya. Kesaksian mereka atas sepak terjang karakter Andi Budiman yang ditampilkan dengan kepolosan membuat proses tipu daya kepada polisi menjadi lebih natural seperti yang telah direncanakan oleh sang karakter utama.
Film Ayah, Aku Mau Cerita akan mengedepankan eksistensi kekuatan sugesti dan proses pemanggilan memori untuk membentuk alibi dari karakter Andi Budiman. Para saksi yang dihadirkan tadi tidak disuap dengan uang untuk melakukan kebohongan, akan tetapi justru diberikan manipulasi pikiran melalui informasi bohong yang diberikan secara berulang-ulang sehingga menjadi seperti sebuah kebenaran.
Dalam film ini, karakter Andi Budiman digambarkan sebagai seorang ayah yang tidak memiliki pendidikan tinggi. Ia hanya lulusan kelas 4 SD, namun memiliki nalar kritis dan kecerdikan berkat kegemarannya menonton film. Dipadukan dengan sosok Kapolres Iriana yang dilakoni oleh Marsha Timothy, yang mempunyai karakter kuat melalui profesi dan kedudukannya, sehingga kemudian menjadikan isu gap antar kelas berhasil dihadirkan dengan sangat apik.
Durasi film ini yang mencapai hampir tiga jam, mau tidak mau akan memaksa sobat nonton untuk bertahan di babak pertama filmnya yang berjalan cukup lambat. Kelonggaran pada sepertiga awal film ini memang terasa agak monoton, walaupun tujuan utamanya adalah untuk mengenalkan karakter-karakter penting di dalamnya.
Walaupun begitu, hal tersebut akan terbayar lunas dengan alur cerita yang ditulis sangat baik oleh Danial Rifki. Kemampuannya dalam menebar teka-teki serta kejutan-kejutan yang hampir tidak terpikirkan, menjadikan film ini sangat amat layak ditonton. Dan pada akhirnya, Ayah, Aku Mau Cerita berhasil menjadi salah satu alternatif tontonan yang bisa dipilih ketika bosan dengan genre mistery-thriller yang itu-itu saja.








