Review Masters of the Universe: Sukses Menghibur lewat Aksi Seru dan Humor yang Mengundang Tawa

Setelah mengalami pengembangan selama lebih dari satu dekade dan berganti-ganti sutradara, Masters of the Universe akhirnya tayang di bioskop seluruh Indonesia sejak Rabu (3/6) lalu. Di bawah arahan Travis Knight (sutradara Bumblebee dan sineas di balik studio animasi Laika), adaptasi live-action dari lini mainan ikonik Mattel ini berusaha menyeimbangkan nostalgia fiksi sains-fantasi 80-an dengan formula blockbuster modern.
Ceritanya sendiri berkisah tentang Pangeran Adam (Nicholas Galitzine), yang harus rela 'dibuang' ke bumi usai tempat tinggalnya, Eternia, diambil paksa oleh entitas jahat bernama Skeletor (Jared Leto), dan menawan ayah dan ibunya. Setelah terpisah selama 15 tahun, Magic Sword yang ikut dikirim ke bumi berhasil membawanya kembali ke Eternia, dengan ia menemukan rumahnya hancur di bawah kekuasaan jahat Skeletor.
Untuk menyelamatkan keluarganya dan Eternia, Adam harus bergabung dengan sekutu terdekatnya, Teela (Camila Mendes) dan Duncan/Man-At-Arms (Idris Elba), dan merangkul takdir sejatinya sebagai He-Man — manusia terkuat di alam semesta. Berhasilkah dia?
Menurut penulis, apa yang disajikan oleh Masters of the Universe terbilang mengejutkan dalam artian yang positif. Ya, film ini mampu tampil seru dan menghibur lewat cerita yang mungkin tidak terlalu rumit untuk ukuran film berdurasi 2 jam 20 menit. Namun, dengan eksekusi yang tepat, produksi terbaru dari Sony Pictures ini berhasil menjadi layar lebar superhero yang memang layak dinikmati di bioskop dan tidak membosankan dari awal sampai akhir.
Selain itu, secara keseluruhan, sang sutradara mencoba membawa nuansa Thor: Ragnarok ke dalam Eternia. Alhasil, Masters of the Universe tampil penuh warna dan banyak menyajikan deretan humor absurd dan konyol yang nyaris tanpa cela dalam mengundang tawa. Meski begitu, elemen action dalam film ini tak serta merta menjadi lemah, dan tetap menjadi sajian utamanya. Dengan koreografi pertarungan yang rapi dan teknologi visual yang mumpuni, film ini sukses menyuguhkan rangkaian aksi yang tidak hanya seru, tetapi juga memanjakan mata.
Dari segi penampilan para pemain, yang paling standout dan berhasil mencuri perhatian adalah Jared Leto dalam melakoni Skeletor. Menurut penulis, ia berhasil membawakan sosok villain yang tidak hanya jahat, tetapi juga narsis dan jenaka secara bersamaan. Jika ada ungkapan bahwa bagus atau tidaknya film superhero itu bergantung pada villain-nya, maka Masters of the Universe berhasil menghadirkannya lewat Jared Leto.
Jadi, jika sobat nonton kangen dengan film superhero yang membawa angin segar, dalam arti ringan, seru, dan menghibur, serta tidak dibangun dari semesta yang rumit, maka film ini bisa menjadi jawabannya. Selamat menonton.








