Loading your location

Review Runner: Sukses Meramu Aksi Brutal dengan Sentuhan Emosional

By Ekowi12 September 2026

Alan Ritchson yang baru-baru ini beken lantaran seriesnya yang berjudul Reacher menjadi buah bibir di Indonesia, kini membintangi film terbarunya yang berjudul Runner. Film aksi lagi yang juga dibintangi oleh Owen Wilson ini akan menggabungkan aksi intens, kejar-kejaran, serta misi penyelamatan yang harus berpacu dengan waktu.

Cerita dalam film Runner akan berpusat pada Hank Malone (Alan Ritchson), seorang mantan tentara yang kini bekerja sebagai kurir profesional. Ia mendapatkan tugas penting untuk mengantarkan organ vital yang dibutuhkan seorang anak perempuan berusia tujuh tahun untuk menjalani transplantasi. Hank hanya memiliki waktu sekitar tiga jam untuk memastikan organ tersebut tiba dengan selamat.

Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi misi berbahaya setelah sebuah kartel kejam mengetahui keberadaan organ yang dibawanya. Hank kemudian menjadi sasaran para anggota sindikat yang ingin merebut paket medis tersebut. Dalam kondisi terdesak, ia harus menggunakan kemampuan militernya untuk bertahan sekaligus menjaga agar misi penyelamatannya tetap berjalan.

Salah satu kelemahan umum dalam film aksi Hollywood adalah bagaimana antagonis bertemu dengan protagonis tanpa alasan yang rasional. Biasanya, musuh utama atau anak buahnya muncul begitu saja di hadapan sang jagoan, hanya untuk dihabisi tanpa perlawanan berarti. Namun, Runner ternyata berhasil menghindari jebakan ini, setidaknya di sebagian besar durasi filmnya.

Hal lainnya yang membuat film ini menjadi menarik adalah keputusannya untuk menyelipkan absurditas di tengah kekerasan. Beberapa momen malah hampir terasa seperti sebuah sajian dark comedy. Walaupun beberapa bagian ceritanya seperti terasa berputar, tetapi intensitasnya tidak pernah benar-benar turun. Di sinilah sang sutradara berhasil menyeimbangkan dunia brutal dan penuh absurditas, sehingga menciptakan kisah yang menggigit sekaligus membuat penonton berefleksi.

Berbicara soal plot, jika sobat nonton pernah menonton film-film aksi yang dibintangi oleh Jason Statham, pasti akan merasa vibe-nya mirip dengan film ini, yakni pahlawan yang terpaksa balik beraksi demi menyelamatkan orang di sekelilingnya. Tapi, Runner masih memiliki daya tarik lainnya, yaitu kemampuannya dalam meramu aksi brutal dengan sentuhan emosional perihal kemanusiaan dan persahabatan.

Berbicara soal aksi, Runner jelas tidak akan pelit memberikan porsi gebuk-gebukan, hingga kejar-kejaran. Koreografi aksinya begitu solid, dari duel tangan kosong sampai tembak-menembak menggunakan senjata api. Semuanya dieksekusi dengan intens. Di titik ini, Scott Waugh yang pernah menggarap film aksi bertempo tinggi seperti Act of Valor dan Expend4bles, rupanya tahu betul cara membuat adegan aksi yang gritty tapi tetap stylish.

Overall, Runner adalah sebuah film yang tahu persis apa yang diinginkan kita semua sebagai penonton: mulai dari aksi keras, pahlawan karismatik, dan cerita yang tidak membuat pusing. Meskipun belum bisa dikatakan sempurna, tapi film ini tetap seru untuk dinikmati, apalagi jika sobat nonton sedang mencari hiburan yang mampu membuat adrenalin menjadi naik.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Paket Santet
By Any Means
SUANGGI: ILMU KUTUKAN
Autopsy Dead Body Can Talk

COMING SOON

Urang Bunian
Ghost Market
Honey Bunch
Titik Kumpul