Review Tumbal Proyek: Sajikan Teror Brutal dan Emosi yang Mengaduk-aduk

Sajian film horor kembali akan meramaikan bioskop-bioskop di Indonesia. Mengambil tajuk Tumbal Proyek, dan disutradarai oleh Faisal Reza atau yang lebih dikenal dengan nama Jeropoint, film ini akan mengangkat tema gelap tentang praktik tumbal manusia yang dipercaya dilakukan demi melancarkan proyek pembangunan infrastruktur besar.
Film Tumbal Proyek akan berpusat pada sosok Yuda (Kiesha Alvaro) yang ayahnya dikisahkan meninggal dunia saat bekerja di sebuah proyek konstruksi jembatan besar di lokasi terpencil. Tidak memercayai begitu saja bahwa kematian ayahnya adalah kecelakaan kerja biasa, Yuda nekad menyusup ke perusahaan konstruksi yang sama. Tujuannya satu, menyelidiki kebenaran di balik tragedi yang merenggut nyawa sang ayah.
Dari penyelidikannya, Yuda menemukan rahasia kelam terkait dugaan praktik tumbal dalam proyek tersebut. Situasi kian mencekam ketika teror gaib mulai meneror para pekerja. Penampakan misterius, suara-suara ganjil, hingga kecelakaan kerja yang sulit dicerna akal sehat menjadi santapan sehari-hari. Yuda pun harus berpacu dengan waktu untuk mengungkap kebenaran sekaligus menyelamatkan dirinya.
Jeropoint selaku sutradara sepertinya banyak belajar dari kekurangan karya-karya dia sebelumnya. Sehingga di film teranyarnya ini, ia tak terlalu banyak menampilkan sosok makhluk gaib secara frontal, melainkan berupaya membangun atmosfer yang kokoh. Atmosfer yang mencekam tadi juga terbantu oleh efek musik serta bagian tata suara lainnya.
Di sisi lain, Jeropoint juga tetap mempertahankan gaya bercerita khasnya yang menampilkan gangguan supranatural secara intens. Sobat nonton seperti dibiarkan tanpa jeda untuk merasakan kengerian dan ketegangan dalam film ini. Puncaknya ada pada bagian klimaksnya, di mana pertarungan brutal antara manusia dan entitas gaib digambarkan secara over the top.
Meski demikian, Tumbal Proyek bukan tanpa cela. Beberapa kelemahan terlihat pada dialog yang terasa kurang menggigit, terutama dialeknya yang kurang autentik dan kadang terdengar dipaksakan. CGI pada beberapa adegannya juga masih terasa kasar, meski tidak terlalu mengganggu keseluruhan narasinya.
Namun, kekurangan di atas tadi masih tertutupi oleh kekuatan narasi yang dominan dan akting yang kuat, sehingga membuat film tetap seru dan akan meninggalkan kesan mendalam. Hal tersebut menandakan bahwa film ini berhasil memenuhi ekspektasi sebagai salah satu horor paling intens di tahun ini.
So, bagi sobat nonton yang siap dengan teror brutal dan emosi yang mengaduk-aduk, maka film ini adalah sebuah pilihan yang tepat. Namun, jika kalian merupakan penontonyang sensitif terhadap adegan-adegan kekerasan, maka dibutuhkan sedikit kebijakan saat ingin menonton film Tumbel Proyek ini.








