Loading your location

Review Zootopia 2: Suguhkan Banyak Elemen Buddy Cop yang Belum Pernah Ada di Film Animasi Sebelumnya

By Ekowi27 November 2025

Dengan segala upaya dari Walt Disney Animation Studios untuk kembali menggeliat dalam beberapa waktu terakhir, maka tentu semakin menarik untuk mengetahui bagaimana studio bermaskot Mickey Mouse ini mengantisipasi “serangan” dari studio saingannya. Begitu mendengar kabar rilisan terbaru mereka adalah sebuah fabel, salah satu kesukaan Disney selain dongeng putri-putrian, maka ada dua reaksi yang muncul: bersemangat karena lagi-lagi mereka kembali ke “rumah” seperti halnya Frozen, dan ragu-ragu karena, well, apa lagi sih yang bisa dieksplorasi dari cerita mengenai sekumpulan hewan-hewan berbicara?

Tapi nyatanya, sobat nonton rupanya tidak bisa meremehkan karena keajaiban Disney masih tersedia dalam film bertajuk Zootopia 2 ini. Memang sih tingkat kesenangan Zootopia 2 tidaklah setinggi rilisan Disney akhir-akhir ini, setidaknya bagi penonton cilik. Namun, berbicara soal penceritaan, sobat nonton mungkin akan sedikit terkejut mendapati keberanian Disney di sini.

Film Zootopia 2 sendiri masih akan melanjutkan kisah buddy cop antara Judy dan Nick sekitar sembilan tahun dari film pertamanya, Zootopia. Dalam Zootopia 2, Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) dan Nick Wilde (Jason Bateman) harus menghadapi gangguan besar di kota mamalia tersebut ketika seekor reptil asing bernama Gary De’Snake (Ke Huy Quan), ular berbisa yang cerdas dan penuh taktik, tiba-tiba muncul dan memicu kekacauan.

Gary bukan sekadar ancaman fisik, karena ia rupanya juga membawa misteri tersembunyi yang berpotensi mengubah cara seluruh kota memandang komunitas reptil di Zootopia. Untuk mengungkap identitas dan motifnya, Judy dan Nick dipaksa bekerja di luar zona nyaman mereka. Mereka harus masuk menyamar ke berbagai wilayah baru, termasuk daerah yang belum pernah diperlihatkan di film pertamanya.

See? Saat kita semua menduga tidak ada lagi bahan kupasan untuk film animasi berbasis fabel, Zootopia 2 lantas memberi kita kejutan yang bisa jadi tidak disangka-sangka oleh para penanti film animasi terbaru keluaran Disney. Bukan sekadar kisah petualangan bersama sahabat biasa dalam mengarungi daerah antah berantah, atau area yang sama sekali asing, namun duo sutradara, Byron Howard dan Jared Bush turut memasukkan banyak elemen buddy cop maupun neo-noir yang belum pernah disentuh oleh film animasi berpangsa pasar keluarga.

Melalui Zootopia 2, sobat nonton akan diajak merasakan asyiknya bermain-main sebagai detektif yang mencoba memecahkan sebuah kasus besar dibekali petunjuk minim. Mengasyikkan bagi penonton dewasa karena guliran pengisahannya sebisa mungkin mencoba menjauhi penyederhanaan persoalan, menyenangkan pula bagi penonton cilik yang mungkin saja baru pertama kali merasakan pengalaman menonton seperti ini.

Hanya saja, kala Judy dan Nick telah semakin dekat ke akar persoalan, Zootopia 2 bisa dibilang kian terasa kelam, pun agak njelimet dalam pemaparannya, sehingga sedikit banyak akan mengurangi kadar kesenangan film, khususnya bagi penonton belia yang mengharap film ini akan segegap gempita Frozen, misalnya.

Walau bagian klimaks film ini agak “mengucilkan” target utamanya, akan tetapi Zootopia 2 masih tetap sangat layak diberi kesempatan, setidaknya untuk pesan moral yang ingin diutarakannya. Seperti halnya film-film animasi Disney lainnya, Zootopia 2 memang masih membicarakan sesuatu yang universal seperti keberanian untuk bermimpi, usaha keras tidak akan mengkhianati hasil, atau upaya untuk mengubah dunia menjadi tempat lebih baik. Namun, apa yang membuat animasi ini menarik adalah upaya si pembuat film untuk menyisipkan pesan relevan sesuai keriuhan yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat modern saat ini.

Keberhasilan memikat penonton terhadap karakternya, ditambah kedekatan tema dengan keseharian, akhirnya berujung pada terciptanya pondasi kuat bagi sisi emosional cerita. Entah berasal dari unsur persahabatan maupun perjuangan, Zootopia 2 masih tetap mampu mengaduk-aduk perasaan, meninggalkan kehangatan, lalu menyempurnakan kesenangan hasil serunya petualangan di berbagai sudut penuh ragam lokasi serta hewan berdesain unik berbalutkan visual memikat.

Sedikit kedodoran memang dalam hal memancing tawa, tapi takkan jadi masalah bila sobat nonton sebisa mungkin menghindari berbagai materi promosinya. Ketika studio animasi lain makin mengidentifikasikan diri sebagai animasi dewasa, maka Disney lewat Zootopia 2 ini muncul memberi varian tontonan semua umur yang tak hanya menghibur, namun juga dilengkapi dengan suntikan perasaan serta selipan isu sosial yang bukan sekadar angin lalu.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

RIBA
Zootopia 2
ENHYPEN VR CONCERT: IMMERSION
Sosok Ketiga: Lintrik

COMING SOON

Black Bag
Mortal Kombat II
PAW Patrol: The Dino Movie
The Furious