Loading your location

Review Star Wars: The Mandalorian and Grogu: Penuh Aksi, Hiburan, dan Nostalgia

By Ekowi21 Mei 2026

Pekan ini, kita akan disuguhkan oleh Star Wars: The Mandalorian and Grogu, yang menandai kembalinya waralaba Star Wars ke layar lebar dalam tujuh tahun terakhir. Film terbaru ini juga akan memberikan sentuhan sinematik pada karakter utama dari serial Disney+ The Mandalorian.

Dalam Star Wars: The Mandalorian and Grogu, Pedro Pascal akan kembali sebagai Din Djarin dan akan bekerja sama dengan Grogu (alias Baby Yoda) dalam petualangan luas melintasi galaksi yang jauh. Dikisahkan, Setelah berhasil membantu Bo-Katan (Katee Sackhoff) merebut kembali planet Mandalore dan mengalahkan Moff Gideon (Giancarlo Esposito), Din Djarin (Pedro Pascal) dan anak angkatnya, Grogu, kini tinggal di Nevarro.

Kini, Din Djarin memiliki ikatan yang lebih kuat dengan New Republic. Setelah keruntuhan Galactic Empire, New Republic berusaha mempertahankan stabilitas galaksi dan demokrasi. Sehingga, Din Djarin secara rahasia membuat kesepakatan untuk memburu sisa-sisa petinggi Kekaisaran yang bersembunyi di penjuru galaksi demi menjaga keamanan keluarga kecilnya dan kaum Mandalorian.

Misi terbaru Din Djarin dan Grogu adalah mengacaukan operasi Shadow Council, kelompok panglima perang Kekaisaran yang diam-diam menyusun kekuatan untuk membawa kembali Grand Admiral Thrawn. Meski di bawah arahan langsung dari Republik, misi tersebut ternyata sangat rumit. Tak hanya melawan kelompok panglima perang, mereka juga harus menghadapi The Hutts, sindikat kejahatan terbesar di galaksi. Lantas, berhasilkah Din Djarin dan Grogu menuntaskan misinya?

Well, bagi sobat nonton yang tidak fasih dengan jagad sinema Star Wars, rasanya bakal kesulitan untuk mengikuti kisah dalam film ini. Perlu diketahui, Mandalorian sendiri merupakan sebutan bukan untuk suatu ras, melainkan untuk sebuah kepercayaan atau creed, sama hal seperti Jedi.

Seperti seriesnya, film ini juga akan mengisahkan sosok Din yang akan bertemu dengan banyak sosok Mandalorian lain yang memiliki tradisi yang berlainan. Ada yang mencopot helm mereka, ada juga yang tidak. Tetapi, semuanya tetap memakai kostum berbahan beskar, yang konon adalah logam terkuat di seluruh jagad.

Sementara itu, sama seperti kebanyakan film Star Wars lainnya, aspek mise en scene, yakni setting, kostum, properti serta detail lainnya menjadi kekuatan terbesar dari film ini. Kita juga akan diajak berjalan-jalan ke planet-planet eksotis dengan beragam kondisi.

Ya, alur kisah dari film ini mirip-mirip saat kita sedang bermain Role Playing Game (RPG), di mana sang protagonis akan berpetualang ke berbagai tempat, bertemu karakter baru, mereparasi dan menguprade pesawat, mengupgrade kostum dan senjata, serta tentunya adalah aksi untuk bertahan hidup.

Tak hanya bicara soal aksi, hiburan, dan sisi nostalgia yang bakal memuaskan fansnya semata, The Mandalorian and Grogu juga memiliki banyak nilai lebih, seperti tentang falsafah hidup, komitmen, loyalitas, serta persahabatan. Sisi humanis pun terasa begitu kuat di sepanjang durasinya.

Overall, Star Wars: The Mandalorian and Grogu memang bukan wujud kesempurnaan. Tapi, sebagai sajian blockbuster sekaligus penerus jejak sebuah waralaba legendaris, film ini tetap berhasil memenuhi segala syarat yang ada. Hiburan dengan intensitas terjaga yang melemparkan sobat nonton menuju ambang batas imajinasi, serta membuat kita sejenak melupakan kepenatan yang menanti di kehidupan nyata. Itulah kegunaan yang mestinya mampu diberikan tiap big budget blockbuster dari Hollywood.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Sekawan Limo
THE BELL : PANGGILAN UNTUK MATI
Fuze
YANG LAIN BOLEH HILANG ASAL KAU JANGAN

COMING SOON

Wildwood
Kado Untuk Ibu
Focker In-Law
Verity