Review Turbulence: Sajian Menyenangkan dengan Adegan-adegan Pemacu Adrenalin

Bagi kalian pecinta aktivitas pemacu adrenalin, tapi sedang tidak punya banyak waktu meninggalkan rutinitas untuk aktivitas kesukaanmu, maka sajian super mendebarkan yang berjudul Turbulence ini adalah pilihan yang tepat. Pasalnya, film arahan sutradara Claudio Fäh ini dijamin bakal membuat sobat nonton merasakan sensasi lonjakan adrenalin sewaktu menyaksikannya.
Film Turbulence sendiri berkisah tentang pasangan suami istri muda, Zach (Jeremy Irvine) dan Emmy (Hera Hilmat), yang berusaha memperbaiki hubungan mereka melalui perjalanan romantis menggunakan balon udara di Pegunungan Dolomites, Italia. Perjalanan ini awalnya dirancang sebagai cara untuk menghidupkan kembali kedekatan yang mulai memudar di antara mereka berdua.
Namun, suasana berubah ketika seorang penumpang tambahan bernama Julia (Olga Kurylenko) ikut dalam perjalanan tersebut. Di ketinggian sekitar lima ribu meter, situasi yang semula indah berubah menjadi penuh ketegangan akibat berbagai kejadian tak terduga. Seiring waktu, rahasia kelam antar penumpang pun mulai terungkap. Rahasia apakah itu?
Berlaku layaknya kebanyakan survival movie yang berkisah tentang karakter-karakter yang berusaha bertahan dari situasi hidup atau mati seperti 127 Hours, 47 Meters Down, Crawl, dan Fall, Turbulence juga menghadirkan deretan adegan yang jelas akan membuat jantung para penontonnya berdebar kencang.
Jika sobat nonton memiliki ketakutan yang berlebihan terhadap ketinggian, maka waspadalah. Karena pemanfaatan kamera yang digarap oleh sinematografer Jaime Reynoso secara efektif menghasilkan gambar-gambar yang seolah turut menjebak penontonnya dalam posisi ketinggian yang berbahaya.
Sementara itu, sang sutradara juga cukup cerdas dalam mengolah alur pengisahan filmnya yang terbilang minimalis. Memanfaatkan komponen teknis secara maksimal, Claudio Fäh berhasil mengelola dan menghasilkan deretan teror yang, setidaknya, dapat mengalihkan perhatian penonton dari ringkihnya kualitas penulisan naskah cerita film ini.
Ya, kualitas galian cerita dan karakter yang ditawarkan film ini memang jauh dari kesan istimewa, karena formula pengisahan Turbulence seperti mengikuti formula standar dari film-film bertema sama yang telah berulangkali diproduksi oleh Hollywood lainnya. Hal ini yang menyebabkan sejumlah elemen ceritanya terasa begitu mudah untuk diterka keberadaannya, termasuk beberapa pelintiran kisah yang dihadirkan untuk memberikan efek kejutan.
Meskipun begitu, untungnya, penampilan akting yang diberikan semua karakternya mampu secara konsisten membuat karakter yang mereka perankan tampil dinamis dalam bercerita. Yap, terlepas dari sejumlah kelemahannya, Turbulence adalah sebuah presentasi yang cukup menyenangkan dengan adegan-adegan pemacu adrenalin yang sukses teracik dengan baik.








