Loading your location

Review Practical Magic: Book of Magic: Mengasyikan dan Menghibur

By Ekowi10 September 2026

Sobat nonton yang penasaran dengan kelanjutan kutukan cinta keluarga Owens, bersiaplah, karena sekuel film sihir keluarga yang mempertemukan kembali Sandra Bullock dan Nicole Kidman dalam satu layar hampir tiga dekade setelah film pertamanya dirilis pada 1998 silam kini telah siap menyambangi bioskop.

Practical Magic: Book of Magic sendiri akan berlatar sekitar 25 tahun setelah kejadian di film pertamanya. Sally Owens (Sandra Bullock) dan Gillian Owens (Nicole Kidman) kembali dipertemukan dengan kutukan gelap yang telah membayangi garis keturunan keluarga mereka selama lebih dari tiga abad. Sebuah kutukan yang membuat setiap pria yang jatuh cinta pada wanita keturunan Owens akan berujung petaka.

Konflik baru muncul ketika Kylie (Joey King), putri sulung Sally, mulai menyadari kekuatan sihir dalam dirinya jauh lebih gelap dari yang ia bayangkan sebelumnya. Bersamaan dengan itu, rahasia lama tentang asal-usul sihir keluarga Owens mulai terungkap, sehingga memaksa tiga generasi wanita Owens untuk bersatu demi mematahkan kutukan tersebut sekali dan untuk selamanya.

Jika boleh jujur, yang benar-benar menjadi masalah utama dari film ini, dan merupakan sebuah kesalahan yang cukup fatal, adalah alur kisahnya yang berjalan terlalu familiar dan disajikan dengan ritme yang cukup lamban. Begitu lambannya ritme film ini berjalan, beberapa dari sobat nonton mungkin akan merasa bahwa durasi film ini terasa lebih panjang dari yang seharusnya.

Mungkin, hal ini terjadi akibat sang sutradara, Susanne Bier, tidak mampu melengkapi film ini dengan kadar intensitas ketegangan yang kuat dalam merangkai kisah perjalanan para karakternya. Tentu, di perjalanannya, karakter-karakter di atas tadi menemui banyak hambatan. Namun, hal tersebut disajikan dengan ritme yang hampir dapat dikatakan mendatar dan dengan tata efek yang juga tidak cukup memukau.

Simpel dan instan, itulah gambaran dari jalan cerita film ini. Walau berhasil menduetkan Sandra Bullock dan Nicole Kidman dalam satu layar, rupanya hal itu tidak menambah banyak perbedaan yang berarti. Ya, film ini memang enak ditonton tanpa banyak berpikir, walaupun bisa saja gampang untuk dilupakan.

Satu-satunya kesempatan film ini dapat memulihkan kembali jalan cerita yang terlanjur generik ini, ialah tatkala para karakter protagonisnya harus menghadapi “sesuatu” yang merupakan penyebab sebenarnya dari konflik tersebut. Dalam rangkaian adegan ini, sang sutradara cukup berhasil dalam merangkai deretan adegan yang walaupun tidak istimewa, namun setidaknya masih mampu memiliki kualitas intensitas cerita yang berada di atas adegan-adegan sebelumnya yang telah dihadirkan.

Overall, Practical Magic: Book of Magic adalah sajian brainless movie yang masih mengasyikan, apalagi jika sobat nonton merupakan penggemar film pertamanya. Film-film semacam ini memang cenderung harus kita abaikan perihal kualitas naskahnya. Karena selama menghibur, maka hal tersebut tak menjadi masalah. Namun, seandainya naskah film ini bisa digarap lebih apik lagi, bukan tidak mungkin Practical Magic: Book of Magic akan menjadi sebuah sekuel yang menarik dan lebih bernyawa.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

DETECTIVE CONAN THE MOVIE: FALLEN ANGEL OF THE HIGHWAY
Jangan Lupa Bahagia
The End of Oak Street
Ayah, Aku Mau Cerita!

COMING SOON

SUNDAYS
Surat Ke 8
Coco 2
How to Train Your Dragon (2025)