Review Musuh Dalam Selimut: Film Bertema Perselingkuhan yang Unik, Fresh, dan Sulit Ditebak

Setelah banyak sekali menelurkan film-film bergenre horor, kini sutradara Hadrah Daeng Ratu rupanya hadir dengan karya terbarunya yang mengambil unsur drama perselingkuhan dalam rumah tangga dengan banyak pelintiran alur yang tak terduga berjudul Musuh Dalam Selimut. Selain sebagai sutradara, Hadrah rupanya juga duduk sebagai produser eksekutif dalam film ini.
Film Musuh Dalam Selimut akan mengisahkan kehidupan rumah tangga pasangan muda Gadis (Yasmin Napper) dan Andika (Arbani Yasiz) yang selama ini terlihat harmonis dan jauh dari konflik. Dari luar, mereka tampak sebagai keluarga ideal dengan hubungan yang hangat dan saling mendukung. Namun, di balik ketenangan tersebut, tersimpan berbagai rahasia yang perlahan mulai muncul ke permukaan.
Kehidupan mereka berdua berubah ketika sahabat lama Gadis yang bernama Suzy (Megan Domani) masuk ke dalam lingkaran terdekat keluarga ini. Kehadiran Suzy tersebut awalnya membawa rasa aman dan kepercayaan. Ia sering membantu, menjadi teman curhat Gadis, bahkan ikut terlibat dalam berbagai urusan pribadi.
Tanpa disadari, kedekatan yang terbangun justru menjadi celah munculnya masalah baru. Gadis mulai merasakan perubahan sikap dari Andika. Komunikasi yang dulu terbuka kini terasa dingin, sementara suasana rumah dipenuhi ketegangan yang sulit dijelaskan. Lantas, bagaimanakah nasib rumah tangga Gadis dan Andika?
Melihat dari trailernya, film Musuh Dalam Selimut memang memberi kesan drama perselingkuhan. Namun, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, film rupanya bukan hanya sekadar cerita cinta segitiga. Karena film ini ternyata menyimpan rangkaian plot twist yang liar, campur aduk dan benar-benar di luar dugaan.
Jika sobat nonton pernah menonton film seperti Ipar Adalah Maut atau La Tahzan, harus diakui bahwa vibe dan tensi emosional Musuh Dalam Selimut terasa sangat mirip dengan kedua judul tadi. Banyak dialog dan situasi adegan yang sukses memancing rasa penasaran sekaligus emosi, terutama ketika benang merah cerita mulai terurai.
Secara pacing, paruh awal film ini memang berjalan cukup monoton dan terasa lambat. Namun, memasuki pertengahan hingga akhir film, pacing film ini kemudian berubah drastis karena lebih terasa menegangkan, intens, karena sobat nonton akan dibuat penasaran dengan bagaimana nasib para karakternya. Menjelang akhir, semuanya seakan mulai terasa lengkap karena dipenuhi adegan flashback yang emosional dan membangun ketegangan secara efektif.
Nilai jual utama film ini memang terletak pada plot twist-nya yang rapi disembunyikan dan baru di-reveal di paruh akhir. Ditambah lagi penggunaan efek timelapse untuk mengungkap seluruh misteri di penghujung cerita. Elemen suspense dan thrill-nya tersaji dengan solid, meskipun bergantung pada interaksi karakter yang terbatas.
So, bagi sobat nonton yang sedang mencari film bertema perselingkuhan dengan pendekatan yang unik, fresh, dan sulit ditebak, maka Musuh Dalam Selimut layak masuk ke daftar tontonan. Film ini mungkin terasa lambat di awal, tapi bayarannya terasa setimpal ketika twist demi twist mulai menghantam hingga akhir cerita.







