Loading your location

Review Para Perasuk: Sajian Unik, Berani, dan Penuh Eksplorasi

By Ekowi23 April 2026

Film berjudul Para Perasuk garapan sutradara Wregas Bhanuteja telah resmi tayang di bioskop-bioskop tanah air mulai pekan ini. Diproduksi oleh Rekata Studio, film ini langsung mencuri perhatian karena menawarkan pengalaman menonton film yang berbeda. Alih-alih menghadirkan jumpscare murahan atau sosok hantu yang muncul tiba-tiba, film ini justru mengajak penonton masuk ke sisi psikologis manusia yang gelap, sunyi, dan penuh luka.

Cerita film Para Perasuk berpusat pada Bayu (Angga Yunanda), seorang pemuda berusia 20 tahun yang ingin menjadi seorang perasuk. Di desanya, ada tradisi unik di mana masyarakat justru menikmati momen saat seseorang dirasuki roh dalam sebuah pesta yang disebut sambetan. Bagi mereka, kerasukan bukan hal menakutkan, tapi justru menjadi hiburan sekaligus pengalaman spiritual.

Namun, di balik kemeriahan ritual tersebut, desa mereka terancam oleh rencana pembangunan hotel megah yang mengincar mata air utama. Proyek komersial ini mengancam kedaulatan warga karena dapat mengeringkan sawah-sawah yang menjadi jantung penghidupan masyarakat sejak turun-temurun.

Bayu pun bertekad untuk jadi perasuk utama yang akan memimpin pesta besar-besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air itu. Akan tetapi, di tengah perjalanannya, Bayu sadar jika ambisi saja tidak cukup untuk menjadikannya perasuk sejati, apalagi untuk menyelamatkan desa yang ia cintai.

Bisa dibilang, lewat film ini, Wregas Bhanuteja semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sutradara Indonesia terbaik saat ini. Bagaimana tidak, karena dirinya berhasil meramu folklore Indonesia dengan sangat ciamik lewat alur cerita yang tersusun rapi dari awal hingga akhir, yang dipadukan dengan mantra dan scoring yang terasa digarap dengan amat niat.

Sedari awal, film ini sudah terasa kuat dengan nuansa fantasi yang kental. Namun, bukan hanya sekadar fantasi biasa, elemen tersebut dikemas dengan sangat kreatif melalui visual imajinatif khas sang sutradara. Salah satu kekuatan terbesar film ini terletak pada perpaduan antara akting, koreografi, dan scoring yang terasa digarap dengan penuh totalitas.

Koreografi dalam film ini juga menjadi daya tarik utama lainnya. Setiap gerakan yang ditampilkan terasa hidup, selaras dengan musik pengiring yang tidak hanya mendukung suasana, tetapi juga memperkuat emosi di setiap adegan. Scoring-nya pun sangat memorable, terutama saat adegan-adegan yang menampilkan roh-roh. Sekuen tersebut terasa begitu kuat dan mampu “menggerakkan” penontonnya.

Menariknya, di balik balutan fantasi, film ini juga menyisipkan berbagai pesan moral yang cukup dalam. Para Perasuk tidak hanya berbicara tentang tradisi atau konflik eksternal, tetapi juga menyentuh sisi psikologis manusia. Representasi roh-roh hewan dalam film ini seolah menjadi metafora dari berbagai persoalan seperti trauma, konflik keluarga, hingga tekanan sosial. Di bagian akhir, sobat nonton akan diajak untuk memahami makna dari semua simbol dan pesan yang disampaikan tentang pentingnya fokus, menghadapi masalah, dan berdamai dengan diri sendiri.

Overall, Para Perasuk adalah sebuah sajian yang unik, berani, dan penuh eksplorasi. Film Para Perasuk juga seakan ingin menunjukkan bahwa sebuah film yang kuat tidak selalu membutuhkan karakter antagonis yang jelas, karena atmosfer dan pengalaman menonton itu sendiri sudah cukup untuk menjadi sebuah konflik yang hidup.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

ONE OK ROCK DETOX JAPAN TOUR 2025 AT NISSAN STADIUM IN CINEMAS
Lee Cronin's The Mummy
DANUR: THE LAST CHAPTER
The Super Mario Galaxy Movie

COMING SOON

The Charms in Broken Things
Practical Magic 2
Gandhi Talks
Dosa